Tentang Contoh Pesan atau Informasi dari Sumber Tertulis

Tentang Contoh Pesan atau Informasi dari Sumber Tertulis

Tentang Contoh Pesan atau Informasi dari Sumber Tertulis

Contoh Pesan atau Informasi
Contoh Pesan atau Informasi

Contoh Pesan atau Informasi – Banyak informasi yang bisa sangat bermanfaat bagi kita, buka sekadar hiburan atau iklan. Informasi-informasi yang sangat bermanfaat itu antara lain informasi tentang pendidikan, kesehatan, wawasan Nusantara, dan sebagainya. Sekarang, bacalah informasi yang bertema kesehatan berikut ini! Informasi yang disajikan di bawah ini berupa dialog yang dilakukan antara wartawan surat kabar Pikiran Rakyat dan dr. Feti K. Memed, Sp.M., M.Kes. Kepala Unit Mata Anak Rumah Sakit Cicendo Bandung.

Contoh Pesan atau Informasi – Wartawan PR : Berapa banyak kebutaan di dunia ini? Dr. Feti : Saat ini diperkirakan terdapat 50 juta orang buta di dunia, dengan 1,5 juta di antaranya adalah anakanak. Wartawan PR : Apa definisi tentang kebutaan? Dr. Feti : Kebutaan adalah kegagalan penglihatan, yaitu tajam penglihatan terbaik setelah dikoreksi tidak mencapai 3 meter pada mata terbaik. Wartawan PR : Apa sebenarnya penyebab kebutaan pada anak-anak?

Contoh Pesan atau Informasi – Dr. Feti : Pada daerah miskin, penyebab terserang kebutaan adalah buta kornea yang berhubungan dengan gizi dan higienis yang sangat kurang. Pada daerah dengan ekonomi yang sudah mapan, penyebab kebutaan pada anak umumnya adalah Retinopathy of Prematurity, yaitu kelainan retina pada bayi-bayi prematur atau berat lahir rendah. Wartawan PR : Mengapa kebutaan anak harus dikelola tersendiri dan mengapa begitu penting? Dr. Feti : Bila seorang anak buta, dampaknya akan terasa pada seluruh aspek perkembangan anak tersebut, seperti kesempatan bersekolah, bersosialisasi dan bekerja, dengan biaya yang tidak sedikit untuk anak yang buta, juga akan berdampak pada perkembangan motorik, sensoris, dan kognitif anak tersebut. Wartawan PR : Lalu apa yang dapat dilakukan untuk mencegah kebutaan anak? Dr. Feti : Hal itu antara lain bisa diwujudkan dengan membatasi atau mencegah parut kornea yang disebabkan infeksi pada kornea yang berhubungan dengan kekurangan vitamin A pada anak, mecegah infeksi campak dengan imunisasi, mencegah terjadinya Ophthalmia neonatorum pada bayi baru lahir dengan tetes mata antibiotik pada seluruh bayi yang baru lahir. Selain itu, juga perlu dicegah terjadinya Sindroma rubella kongenital. Sumber: Pikiran Rakyat 30 Oktober 2006 dengan perubahan

Contoh Pesan atau Informasi – Jawablah soal-soal berikut ini! 1. Catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam dialog tersebut! 2. Simpulkan isi dialog tersebut! 3. Tuliskan informasi apa saja yang dapat kalian tangkap dari dialog itu! 4. Berilah komentar terhadap narasumber dan pewawancara dalam dialog tersebut! 5. Sampaikanlah informasi tentang kesehatan ini dengan cara memberi penyuluhan kepada para remaja sebaya/adik-adik kelas di lingkungan Anda!

Membahas Isi Puisi

Contoh Pesan atau Informasi – Ketika Anda hendak membahas isi puisi Anda harus memahami gambaran penginderaan, perasaan, pikiran, dan imajinasi yang diciptakan oleh penyair. Gambaran penginderaan adalah ungkapan penyair yang berkaitan dengan indera, misalnya indera penglihatan, indera penciuman, dan sebagainya. Berikut ini kutipan puisi Rendra yang mengungkapkan indera penciuman.

Balada Terbunuhnya Atmo Karpo Dengan kuku-kuku besi kuda menabah perut bumi bulan berkhianat gosok-gosokan tubuhnya di pucuk-pucuk para mengepit kuat-kuat lutut penunggang perampok yang diburu surai bau keringat basah, jenawi pun telanjang.

Puisi mengungkapkan perasaan penyair. Nada dan perasaan penyair akan dapat kita tangkap kalau puisi itu dibaca keras dalam poetry reading atau deklamasi. Membaca puisi dengan suara keras akan lebih membantu kita menemukan perasaan penyair yang melatarbelakangi terciptanya puisi tersebut. Perasaan yang menjiwai puisi bisa perasaan gembira, sedih, terharu, terasing, tersienggung, patah hati, sombong, tercekam, cemburu, kesepian, takut, dan menyesal.

Contoh Pesan atau Informasi – Bacalah puisi berikut ini, kemudian diskusikan gambaran penginderaan dan perasaan penyair dalam puisi tersebut!

Padamu Jua Amir Hamzah Habis kikis Segala cintaku hilang terbang Pulang kembali aku pada-Mu Seperti dahulu Engkaulah kandil kemerlap Pelita jendela di malam gelap Melambai pulang perlahan Sabar, setia selalu Satu kekasihku Aku manusia Rindu rasa Rindu rupa Di mana Engkau Rupa tiada Suara sayup Hanya merangkai hati Engkau cemburu Engkau ganas Mangsa aku dalam cakarmu Bertukar tangkap dengan lepas Nanar aku, gila sasar Sayang berulang pada jua Engkau pelik menarik ingin Serupa dara di balik tirai Kasihmu sunyi Menunggu seorang diri Lalu waktu-bukan giliranku Mati hari-bukan kawanku … Sumber: Apresiasi Puisi, Herman J. Waluyo, hal 55-56

Cara pembahasan isi puisi dapat pula dilakukan gengan langkah-langkah berikut ini! Puisi yang akan dibahas berjudul “Candi”.

Contoh Pesan atau Informasi – Candi Engkau menahan empasan kala Tinggal berdiri indah permai Tidak mengabaikan serangan segala Megah kuat tiada terperi Engkau berita waktu lalu Masa Indonesia masyhur maju Dilayan putra bangsawan kalbu Dijunjung tinggi penaka ratu Aku memandang suka dan duka Berganti-ganti di dalam hati Terkenang dulu dan waktu nanti Apakah gerangan masa di muka Jadi bangsa yang kucinta ini Adakah tanda megah kembali? Sanusi Pane, 1935

1. Berdiskusilah untuk menentukan jawaban atas pertanyaan “Dapat kembali jayakah Indonesia pada tahun 2007-an ini?” pada simpulan di atas! (jawaban disusun berdasarkan tinjauan dari berbagai sudut pandang) 2. Bacalah puisi di bawah ini! Latihan 2 Buatlah kelompok a. Bahaslah isi puisi “Menyesal” tersebut berkenaan dengan (1) gambaran penginderaan, (2) perasaan, (3) pikiran, dan (4) imajinasi melalui kegiatan berdiskusi dalam kelompok! b. Paparkanlah hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas! Tutor dan kelompok lain menyimak, memberi pertanyaan/sanggahan/saran mengenai hasil diskusi Anda!

Menyesal Pagiku hilang sudah melayang Hari mudaku sudah pergi Sekarang petang membayang Batang usiaku sudah tinggi Aku lalai di hari pagi Beta lengah di masa muda Kini hidup meracun hati Miskin ilmu, miskin hati Akh, apa guna kusesalkan Menyesal tua tiada berguna Hanya menambah luka sukma Kepada yang muda kuharapkan Atur barisan di hari pagi Menuju ke arah padang bakti A. Hasjmy

Baca dan perhatikanlah wacana bertabel di bawah ini!

Vaksin Malaria Semakin Dekat

Setelah sekian banyak vaksin untuk mencegah malaria diuji coba, akhirnya dunia boleh sedikit bernapas lega dengan hasil yang diperoleh di Mozambik, Afrika. Vaksin yang diberi kode RTS S/ASO2A tersebut telah digunakan untuk melindungi 2.022 anak berusia 1-4 tahun di negara yang malarianya merajalela itu. Ternyata hasilnya menggembirakan. Risiko anak-anak terkena malaria yang parah turun hingga 58 persen. Tak heran, jika seperti dikutip BBC News, para ilmuwan berharap vaksin ini sudah bisa disuntikkan paling lambat tahun 2010. Menurut Prof. Pedro Alonso dari University of Barcelona yang memimpin tim uji coba, inilah hasil terbaik yang pernah diperoleh dari berbagai kandidat vaksin selama 25 tahun terakhir. Organisasi kesehatan dunia (WHO) tak kalah gembira. Maklumlah, lebih dari 500 juta orang terinfeksi parasit malaria setiap tahunnya, terutama di negara berkembang. Namun, yang memprihatinkan, lebih dari 40 persen anak-anak di dunia hidup di negara yang endemi malaria. Menurut The Daily Monitor, 90 persen kematian kurang lebih satu juta kasus kematian per tahun terjadi di kawasan Afrika, terutama pada anak-anak berusia di bawah lima tahun. Ini artinya setiap tiga puluh detik terjadi kematian satu anak. Sementara anak yang masih hidup bisa menderita kerusakan otak. Penyebab Kematian Anak-Anak di Afrika No. Penyebab Kematian % 1 2 3 4 5 6 Lain-lain Malaria Infeksi pernapasan Diare HIV/AIDS Campak 32,8 20,3 17,2 12,3 9,0 8,4 Meski tidak segawat di Afrika, sebenarnya hampir seluruh provinsi di Indonesia memiliki kantongkantong yang rawan malaria. Daerah yang hingga kini bebas malaria hanyalah DKI Jakarta. Daerah endemis malaria yang paling parah adalah Papua karena ada di seluruh kabupaten. Demikian pula Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara kawasan rawan malaria di Jawa mencakup sepanjang Pantai Selatan dan Banyuwangi sampai Anyer, serta segitiga Kulon Progo, Magelang, dan Purworejo. Di Bali, daerah endemis terletak di bagian barat, Sulawesi di sepanjang pantai, sedangkan di Kalimantan dan Sumatera umumnya di pedalaman. Lebih dari 50 persen kasus di Papua disebabkan oleh plasmodium falciparum, spesies parasit malaria yang bisa menyebabkan komplikasi (penyakit baru yang timbul dan menjadi tambahan penyakit yang sudah ada) otak. Spesies yang sama mendominasi wilayah Indonesia Timur, seperti Maluku dan NTT, sedangkan di wilayah barat umumnya adalah Pvivax. Di Indonesia ada 14 spesies nyamuk Anopeles sp yang menjadi vektor (perantara penularan) parasit malaria (Plasmodium sp). Karena itu, pemberantasan malaria perlu dilakukan dengan pendekatan spesifik lokal sesuai dengan tempat perindukan nyamuk dan kondisi sosial masyarakat. Sebelum vaksin malaria benar-benar bisa diimplementasikan, pemberantasan nyamuk malaria memang masih yang terbaik. (Dikutip dengan beberapa perubahan dari Kompas, 26 Oktober 2004)

 

Pengertian Media Belajar dan Sumber Belajar

Pengertian Media Belajar dan Sumber Belajar

Pengertian Media Belajar dan Sumber Belajar

Media Belajar
Media Belajar

Media Belajar

A. Media Pembelajaran Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat, secara umum dapat membantu : 1. Memperjelas penyajian bahan ajar agar tidak verbalistik 2. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu serta daya indra siswa 3. Mengatasi sikap pasif siswa dalam belajar 4. Mengatasi dan mengakomodasi perbedaan individual siswa.

Media Belajar

B. Sumber Belajar Sumber belajar yang paling kongkrit yang tersedia di sekolah untuk difungsikan daolam proses pembelajaran adalah koleksi perpustakaan tujuan, fungsi dan peran perpustakaan di sekolah adalah membantu, memperkaya dan sekaligus sebagai tempat belajar-mengajar. Perpustakaan sebagai unit layanan pendidikan yang berisi jumlah khasanah informasi terpilih, berfungsi sebagai pusat informasi dan sumber belajar-mengajar.

Media Belajar –  Secara finansial memang untuk memiliki koleksi perpustakaan yang baik dan memadai memrlukan biaya yang cukup besar. Namun demikian berfungsi atau tidaknya perpustakaan dalam proses pembalajaran yang lebih utama adalah sejauh mana sumber infiormasi ini disertakan secara integratif dengan proses pembelajaran di kelas. Tidak ada artinya perpustakaan yang memiliki koleksi yang cukup banyak dan lengkap apabila tidak dimanfaatkan dengan baik.

Media Belajar – Adapun jenis-jenis sumber balajar yang perlu diketahui dan dimanfaatakan dalam proses pembelajaran adalah : buku-buku pelajaran, kamus ensiklopedia, majalah, surat kabar, buku-buku bacaan, media pandang dengar, dan sebagainya. Agar sumber belajar di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara maksimal, guru-guru dituntut untuk memahami esensi tentang rentangan, karakteristik dan kegunaan masing-masing bahwa setiap jenis dan format sumber belajar mempunyai karakteristik dan kegunaan masing-masing yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Konsultasi dan kerjasama dengan pustakawan sekolah akan sangat membantu implementasi pendayagunaan sumber belajar.

Media Belajar – Membiasakan siswa untuk senantiasa berhubungan langsung dengan sumber belajar selain dapat membantu meningkatkan kulitas pembelajaran, juga akan melatih kebiasaan belajar siswa yang positif dengan gaya dan kecepatan belajar siswa yang sangat beragam melalui penggunaan sumber belajar secara tepat akan sangat membantu mendalami materi pembelajaran, yang akhirnya berpengaruh terhadap prestasi belajar. Namun demikian sumber belajar tidak hanya terdiri dari sumbersumber informasi yang tersedia di perpustakaan sebagaimana halnya dengan media pembelajaran, sumber belajar pun banyak teresdia di sekeliling kita. Orang, benda, hewan, realita kehidupan, organisasi kemasyarakatan, merupakan contoh-contoh sumber belajar yang dapat dimanfaatkan.

Media Belajar

C. Penggunaan Media Pembelajaran dan Sumber Belajar Secara strategis, proses pemberdayaan media pembelajaran dan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran di kelas dapat diimplementasikan ke dalam beberapa kategori / pendekatan sebagai berikut :

A. Di awal proses pembelajaran, dengan maksud untuk meningkatkan minat, intensitas perhatian dan motivasi belajar para siswa. Pendekatan seperti ini dapat membantu dan mempermudah upaya guru untuk memusatkan perhatian para siswa terhadap materi pelajaran yang akan disajikan. B. Di dalam proses pembalajaran yang sedang berlangsung yang dikombinasikan secara fungsional, proporsional dengan penjelasan yang sedang disampaikan oleh guru.

Media Belajar – Di dalam fase kegiata ini, penyajiam media pembelajaran dapat merangsang para siswa untuk lebih mendalami materi pelajaran yang disajikan dan mendorong siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menarik makna dari bahan ajar, dan memunculkan ide dan proses kreatif para siswa. C. Di akhir proses pembelajaran dengan maksud untuk memberi kesempatan dan peluang kepada para siswa untuk mengkaji dan menelaah kembali serta memperdalam secara lebih leluasa materi pelajaran yang baru disajikan di kelas. D. Di luar proses pembalajaran yang berbentuk tatap muka di dalam kelas. Kegiatan ini lebih dikenal dengan proses “Independent Studi”. Para siswa baik secara perorangan dan ataupun kelompok (kecil) melalui tugas berstruktur dan mandiri yang ditugaskan olah guru perlu diberi kelaluasaan yang sebesar-besarnya untuk “Bermain” dan berkomunikasi, baik dengan media pembelajaran maupun dengan berbagai format sumber belajar. E. Berbagai kegiatan atas dasar inisiatif siswa sendiri baik perorangan maupun dalam bentuk kelompok. Kegiatan seperti ini tidak harus terkait langsung dengan program pembelajaran di kelas. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong kebiasaan siswa dalam membaca dan belajar.

Untuk bisa memberdayakan media pembelajaran dan sumber belajar secara efektif dan efisien, guru tidak mungkin untuk melaksanakannya secara sendiri-sendiri. Kerjasama fungsiuonal dengan tenaga kependidikan lainnya, seperti : Pustakawan, terkhnisi. Laboratorium (laboran), pembimbing pramuka, guru bimbingan dan konseling, sangat diperlukan. Untuk terealisirnya kerjasama ini perlu dikoordinasikan dan diprogramkan secara kelembagaan sebagai suatu kebijakan sekolah. Beberapa hal yang perlu ditekankan dalam program kerjasama antar tenaga kependidikan melalui koordinasi kelembagaan di bawah pimpinan kepala sekolah adalah : 1. Kepala sekolah senantiasa mengagendakan rapat akademis secara periodik yang melibatkan seluruh tenaga kependidikan di sekolah yang bersangkutan. 2. Guru menginformasikan kebutuhan kerjasama dan bantuan dari tenaga kependidikan lain dalam memperkuat, memlihara dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang sedang/akan dijalankan. 3. Program kerjasama yang telah disepakati yang harus dilakukan dan menjadi tanggung jawab fungsional masing-masing tenaga kependidikan. Kerjasama ini harus diikuti oleh proses monitoring, pengawasan dan evaluasi bersama secara proporsional. 4. Menginformasikan kesepakatan kerjasama tersebut kepada para siswa sehingga mampum mendorong mereka untuk melakukan kegiatan belajar lebih produktif dengan memanfaatkan layanan pendidikan yang tersedia di sekolah. 5. Koordinasi dan monitoring yang periodik dilakukan oleh kepala sekolah dalam konteks efisiensi dan efektifitas kerja untuk dapat ditemukan dan diatasi berbagai permasalahan yang menghambat program peningkatan kualitas pendidikan yang ditetapkan.

D. Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. 1. Pengertian a. Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang ada pada lembaga pendidikan sekolah, yang merupakan bagian integral dari sekolah yang bersangkutan yang merupakan sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan (Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, Perputakaan Nasional tahun 2007). b. Pusat sumber belajar adalah : pengorgansasian kegiatan meliputi pendayagunaan tenaga dan peralatan, khusunya pasilitas untuk memproduksi bahan-bahan media, perlengkapan dan persentasi instruksional dan pengembang yang berkaitan dengan kurikulum dan pengajaran. (Merill dan Drob) 2. Tujuan Mendukung proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. 3. Fungsi a. Fungsi pendidikan b. Fungsi informasi c. Fungsi pembentukan watak dan rekreasi d. Fungsi penelitian sederhana 4. Komponen Perpustakaan sekolah.

2. Sarana gedung / ruang perpustakaan, meliputi : a) Tempat penyimpanan bahan pustaka b) Tempat aksitifitas layanan c) Tempat bekerja petugas perpustakaan dengan tata ruang, dekorasi penerangan yang memadai, dengan ukuran minmal 12 m2 . perabotan dan perlengkapan seperti meja sirkulasi/peminjaman, rak penitipan /loker, rak buku, rak majalah, rak surat kabar, meja baca dan kursi, meja belajar (studi carrel), lemari katalog, rak atlas, rak kamus, display, papan pengumuman dan meubeleir lainnya. 3. Koleksi a) Buku pelajaran pokok sekolah yang bersangkutan semua mata pelajaran. b) Buku pelajaran pelengkap yang digunakan di sekolah. c) Buku bacaan yang mendukung semua mata pelajaran dan bacaan yang dapat memberikan hiburan sehat d) Buku sumber/referensi/rujukan e) Buku pegangan guru f) Buku untuk pengembangan guru g) Buku penunjang administrasi perkantoran minimal 1000 jumlah 2500 eksmplar dengan komposisi 70 % pengetahuan/non fiksi, 30% fiksi. 4. Tenaga Tenaga pengelola perpustakaan sekolah diharapkan memliki kompetensi dalam mengelola perpustakaan dan memiliki minat di bidang perpustakaan, kepedulian yang tinggi. Pribadi yang baik, berpengetahuan luas, kemampuan berkomunikasi, inisiatif dan kreatif, peka terhadap perkembangan IPTEK. 5. Pengguna Perpustakaan Pengguna perpustakaan sekolah terdiri dari guru, siswa, karyawan sekolah, alumni, orang tua siswa, masyarakat lingkunga sekitarnya dan pihak lain yang terkait. 6. Layanan Perpustakaan a) Jenis Layanan : – Layanan Sirkulasi (peminjaman) Merupakan layanan peminjaman dan pengembalian koleksi yang dibaca di tempat ataupun dibawa pulang, seingga pemakai lebih leluasa dalam membaca sesuai kesempatan yang ada. – Layanan Membaca di Perpustakaan Layanan mem baca ini adalah layanan perpustakaan kepada pengguna perpustakaan dengan menyediakan ruang khusus untuk membaca/belajar yang dilengkapi dengan meja dan kursi baca. – Layanan Rujukan/Referensi Merupakan layanan kepada pengguna perpustakaan untuk menemukan informasi secara tepat, bersumber pada koleksi rujukan. – Layanan Internet Merupakan layanan kepada pengguna perpustakaan untuk menemukan informasi secara cepat, tepat, dan akurat melalui internet. – Layanan Fotocopy Merupakan layanan kepada pengguna perpustakaan untuk memfotocopy bahan-bahan dari koleksi perpustakaan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. b) Waktu Layanan Waktu layanan diusahakan agar dapat memenuhi kebutuhan siswa. Keperluan siswa di perpustakaan, tidak cukup hanya pada jam istirahat karena yang bersangkutan pada waktu istirahat banyak keperluan lain (makan, minum, sembahyang, dan lain-lain), perlu ada kesempatan lain di luar jam istirahat. – Sekolah yang jam belajarnya dari pagi sampai sore, siswa dapat ke perpustakaan sebelum atau sesudah masuk kelas. – Sekolah yang jam belajarnya dari pagi sampai siang, perlu ada jam khusus sesudah jam belajar (1 jam – 2 jam). – Ada jadwal khusus siswa berkunjung ke perpustakaan (1 jam – 2 jam dalam 1 minggu). 7. Anggaran Anggaran perpustakaan sekolah seharusnya dimasukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belajna Sekolah (RAPBS), sehingga mempunyai anggaran tetap untuk biaya opersional  perpustakaan, bisa juga dialokasikan dari APBN, APBD maupun swadaya. 5. Peran perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar. 1. Perpustakaan sebagai jantung suatu lembaga pendidikan yang memiliki kekuatan dan kemampuan yang langsung mempengaruhi hasil pendidikan serta menentukan masa depan pendidikan itu sendiri. 2. Perpustakaan serta pusat kegiatan belajar mengajar, sehingga mutu perpustakaan menentukan mutu pendidikan di suatu lembaga pendidikan. 3. Perpustakaan dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk memperluas dan menghidupkan pembelajaran. 4. Mendorong pengguna cara-cara belajar akademis dan kewajibankewajiban institusional lainnya. 5. Memberikan pelayanan-pelayanan dalam perencanaaan produksi, operasional, dan tindakan lanjutan untuk pengembangan sistem intruksional. 6. Hal-hal Yang Mendukung Terhadap Peningkatan dan Pengembangan Perpustakaan Sekolah. 1. Faktor Internal a. Adanya kebijakan yang jelas dari kepala sekolah. b. Adanya pengelola perpustakaan sekolah secara khusus (bisa guru bidang studi yang telah mengikuti pelatihan perpustakaan) c. Adanya koleksi (di luar buku paket ) penunjang/suplemen, buku wajib. d. Adanya comitmen bersama antara guru-guru untuk sama-sama melakukan/melibatkan pemberdayaan perpustakaan sekolah dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. e. Adanya pembinaan secara insentif terutama terhadap siswa tentang pentingnya perpustakaan sekolah, antara lain bisa dilakukan melalui Organisasi Intra Sekolah (OSIS) yang diprakarsai oleh urusan kesiswaan. f. Pada saat orientasi sekolah bagi siswa baru, alokasikan waktu untuk study tour/berkunjung ke Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota atau jenis-jenis perpustakaan lain yang dianggap representatif untuk pengenalan dunia perpustakaan terhadap siswa.

g. Adanya apresiasi terhadap siswa yang aktif ke perpustakaan. h. Adanya gerakan peningkatan minat baca, misalnya melalui lomba-lomba, pemeran, dan lain sebagainya. 2. Faktor Eksternal a. Adanya dukungan dari Dinas Pendidikan Propinsi/Kabupaten/Kota terhadap eksistensi perpustakaan sekolah, seperti : alokasi dana khusus untuk perpustakaan sekolah (meliputi sarana dan prasarana). b. Adanya dukungan serta partisipasi aktif dari dewan sekolah maupun masyarakat. c. Dapat melakukan terobosan-terobosan dengan pihak terkait pemerintah maupun swasta yang konsen terhadap perpustakaan sekolah. 7. Kendala-kendala Yang Dihadapi 1. Faktor Internal a. Pada umunya masih ditemui para kepala sekolah yang belum memprioritaskan terhadap perpustakaan sekolah, bahkan ada di beberapa sekolah yang sudah memiliki perpustakaan digunkan untuk ruang belajar atau ada perpustakaan sekolah menjadi gudang buku yang tidak digunakan. b. Belum diangkatnya fungsional pustakawan sekolah/lulusan jurusan perpustakaan. c. Belum adanya penghargaan terhadap jam perpustakaan yang dilakukan guru bidang studi/merangkap guru pustakawan sebagaimana layaknya guru kelas/guru piket/guru BK. d. Belum teralokasinya jam kunjung perpustakaan secara memadai. e. Guru perpustakaan cenderung guru yanmg “kurang dipakai” atau bila siswa dihukum dikarantina diperpustakaan. f. Penataan perpustakaan yang kaku “kurang enjoy” untuk dikunjungi. g. Belum terciptanya kerjasama yang baik antara kepala sekolah, guru bidang studi, guru pustakawan dan siswa. h. Belum terselenggaranya pemasyarakatan perpustakaan sekolah di lingkungan sekolah.

2. Fakor Eksternal a. Tingkat kepedulian pihak-pihak terkait dalam pembinaan minat baca masih terbatas. b. Jaringan kerjasama antar perpustakaan sekolah masih terbatas bahkan cenderung tidak ada. c. Penulisan dan penerbitan belum banyak berpartisipasi dalam pembinaan minat baca di sekolah. d. Apresiasi masyarakat terhadap perpustakaan masih rendah

 

Kelangkaan Sumber Daya dan Kebutuhan Manusia

Kelangkaan Sumber Daya dan Kebutuhan Manusia

Kelangkaan Sumber Daya dan Kebutuhan Manusia

Kebutuhan Manusia
Kebutuhan Manusia

Kebutuhan Manusia – Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya dengan sumber daya yang langka. Oleh karena itu, inti masalah dalam ilmu ekonomi adalah adanya kelangkaan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Konsep kelangkaan dalam ilmu ekonomi diartikan sebagai suatu keadaan saat manusia ingin mengonsumsi suatu barang atau jasa lebih banyak daripada jumlah barang dan jasa yang tersedia. Dengan demikian, kelangkaan bukan berarti barang tersebut tidak ada, melainkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dan jumlah barang yang tersedia.

Kebutuhan Manusia – Kelangkaan dalam ilmu ekonomi dapat diartikan juga ketersediannya tidak memenuhi kebutuhan yang ada sehingga untuk memperoleh barang dan jasa tersebut dibutuhkan pengorbanan. Adanya keterbatasan alat pemuas kebutuhan manusia disebabkan oleh adanya keterbatasan pula dalam sumber daya ekonomi.

Kebutuhan Manusia – Sumber daya ekonomi yang lebih dikenal juga dengan sebutan faktor-faktor produksi ini jumlahnya terbatas sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Sumber daya alam sebagai salah satu sumber daya ekonomi keberadaannya memang sudah ada di alam. Namun untuk dapat digunakan, harus melalui proses produksi terlebih dahulu. Secara kasat mata, sumber daya alam sepertinya berjumlah banyak dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Namun pada kenyataannya, sumber daya alam yang tersedia kian hari kian berkurang jumlahnya karena terus-menerus digunakan. Contohnya, sumber daya alam berupa minyak bumi.

Kebutuhan Manusia – Penggunaan minyak bumi secara terus-menerus mengakibatkan jumlah persediaannya semakin menipis. Hal ini berdampak pada adanya kelangkaan bahan bakar minyak. Kalangkaan bahan bakar minyak ini sekarang sangat dirasakan oleh kita semua. Oleh karena itu, sekarang digalakan gerakan hemat bahan bakar minyak. Sumber daya ekonomi lainnya adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat jika penggunaan kemampuannya dimanfaatkan secara optimal. Sumber daya manusia yang dianggap langka adalah sumber daya manusia yang berkualitas.

Kebutuhan Manusia – Jika dilihat berdasarkan jumlahnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang banyak. Akan tetapi, yang benar-benar berkualitas jumlahnya sangat sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah kebutuhan di pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang menggunakan jasa ahli dari luar negeri. Sumber daya modal merupakan salah satu contoh sumber daya ekonomi. Sumber daya modal ini dapat berupa uang, teknologi, mesin-mesin, dan lain sebagainya. Adanya kelangkaan sumber daya modal tentu saja membuat Negara kita harus mendatangkan sumber daya tersebut dari luar negeri. Sebagai contoh, Negara Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah.

Kebutuhan Manusia – Akan tetapi, karena ketersediaan teknologi pengolahannya terbatas, terpaksa Indonesia harus bekerja sama dengan pihak luar negeri untuk mengolah sumber daya alam tersebut. Contohnya pengolahan tambang emas di Irian Jaya oleh PT Free Port. Adanya berbagai kelangkaan pada sumber daya ekonomi, terutama sumber daya alam, mendorong manusia baik individu maupun masyarakat melakukan efisiensi sehingga apa yang dilakukan dalam kegiatan produksi mendatangkan keuntungan. Dengan demkian, dapat disimpulkan bahwa kelangkaan muncul karena adanya keterbatasan sumber daya ekonomi, sedangkan kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas.

Kebutuhan Manusia dan Alat Pemenuhnya 

Kebutuhan Manusia – Dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia memerlukan berbagai macam barang dan jasa sebagai alat untuk memenuhi semua kebutuhannya. Kebutuhan manusia beraneka ragam macam dan jenisnya, serta jumlahnya tidak terbatas. Contohnya, sebagai pelajar tentu kamu membutuhkan seragam, alat tulis, buku pelajaran, sepatu, dan sebagainya. Semua barang yang kamu butuhkan tersebut harus melalui proses produksi terlebih dahulu dengan bahan dasar yang beraneka ragam pula. Selain peralatan untuk sekolah, tentu kamu membutuhkan berbagai macam barang lainnya, bukan? apakah yang dimaksud dengan kebutuhan? Kebutuhan merupakan semua keinginan manusia yang menuntut untuk dipenuhi, jika tidak terpenuhi maka dapat menimbulkan masalah. Seperti yang telah diuraikan di atas bahwa kebutuhan manusia sangat banyak dan beragam, bahkan tidak terbatas.

Tidak terbatasnya kebutuhan manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya yaitu: 1) jumlah manusia yang semakin bertambah, 2) kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, 3) tingkat pendidikan, 4) tingkat pendapatan, 5) sifat manusia yang tidak pernah puas.

Kebutuhan manusia dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok sebagai berikut.

1. Kebutuhan Berdasarkan Intensitasnya

Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan manusia dapat dikelompokkan lagi menjadi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier.

a) Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang benar-benar harus dipenuhi oleh manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Contoh kebutuhan primer, yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, tempat tinggal, dan pakaian. b) Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Contoh kebutuhan sekunder, yaitu barang-barang elektronik. c) Kebutuhan tersier merupakan kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan setelah kebutuhan primer dan sekunder dipenuhi. Contoh kebutuhan tersier, yaitu kebutuhan akan barang-barang mewah, seperti mobil mewah dan perhiasan yang mahal.

2. Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhannya

Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan sekarang dan kebutuhan masa datang. a) Kebutuhan sekarang merupakan kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan tidak dapat ditunda. Contohnya, minum bagi orang yang haus dan makan bagi orang yang lapar. b) Kebutuhan masa datang merupakan kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan pada masa yang akan datang. Contohnya, kabutuhan tempat tinggal sendiri untuk anak remaja.

3. Kebutuhan Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. a) Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan yang bersifat fisik dan materi. Contohnya, kebutuhan akan makanan, minum, dan olahraga. b) Kebutuhan rohani merupakan kebutuhan yang erat hubungannya dengan rohani dan hanya dapat dirasakan oleh jiwa manusia. Contohnya, kebutuhan akan keagamaan, rekreasi, pendidikan, dan hiburan.

Apabila kita perhatikan lebih jauh, setiap orang memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda-beda, perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut.

1. Keadaan Ekonomi Keadaan ekonomi seseorang sangat memengaruhi kebutuhannya. Semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang maka tingkat kebutuhannya akan semakin banyak. Sebaliknya, semakin rendah tingkat ekonomi seseorang maka kebutuhannya pun cenderung sedikit. Contohnya, orang dengan golongan ekonomi lemah pemenuhan kebutuhannya akan lebih terfokus pada kebutuhan yang sifatnya primer seperti kebutuhan akan makanan. Sebaliknya, orang yang tingkat ekonominya sudah tinggi maka fokus kebutuhannya biasanya sudah ukan kebutuhan primer lagi, tetapi mereka sudah terfokus pada kebutuhan yang sifatnya tersier seperti perhiasan atau barang mewah lainnya.

2. Lingkungan Sosial Budaya Lingkungan sosial budaya akan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang. Dalam suatu masyarakat tertentu, semakin tinggi status sosial seseorang maka akan semakin banyak kebutuhannya. Perbedaan budaya juga akan berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang. Contohnya, bagi masyarakat perkotaan yang sibuk dengan profesinya, layanan usaha bidang laundry sudah menjadi kebutuhan tersendiri, terlebih bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaannya dan tidak memiliki pembantu di rumahnya. Hal tersebut akan berbeda dengan masyarakat di pedesaan.

3. Keadaan Fisik Kedaan fisik akan berpengaruh terhadap tingkat kebutuhan seseorang. Perbedaan fisik dan jenis kelamin akan menentukan kebutuhan setiap orang. Contohnya, orang yang tubuhnya besar biasanya akan membutuhkan makanan lebih banyak dibandingkan orang yang tubuhnya kurus. Perempuan membutuhkan kosmetik, sedangkan laki-laki tidak.

4. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan akan berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang biasanya kebutuhannya pun semakin banyak. Sebaliknya, semakin rendah kebutuhan seseorang maka kebutuhannya pun tidak sebanyak orang dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Misalnya, seseorang yang pendidikannya sampai perguruan tinggi maka akan lebih banyak membutuhkan biaya dan alat pendidikan dibandingkan dengan orang yang pendidikannya sampai SMP.

5. Intensitas Kebutuhan Intensistas (mendesak atau tidak mendesak) kebutuhan akan sangat menentukan jumlah kebutuhan seseorang. Semakin mendesak kebutuhan maka biasanya tingkat kebutuhan akan semakin meningkat. Sebaliknya, semakin tidak mendesak kebutuhan maka tingkat kebutuhan akan semakin menurun. Contohnya, pada musim hujan orang membutuhkan payung, sehingga permintaan terhadap payung akan meningkat.

6. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Kemajuan Iptek akan sangat memengaruhi kebutuhan seseorang. Seperti berkembangnya teknologi di bidang ponsel (telepon seluler) mendorong seseorang mengalokasikan sebagian dari pendapatannya untuk mendapatkan ponsel dalam rangka lebih melancarkan komunikasi dengan sahabat atau rekan kerjanya. Terlebih bagi mereka yang tinggal di perkotaan atau yang memiliki intensitas kesibukan yang tinggi, biasanya intensitas kebutuhan akan hasil teknologi semakin tinggi pula.

7. Kebijakan Pemerintah Kebijakan yang ditetapkan pemerintah dapat memengaruhi kebutuhan seseorang terhadap suatu barang. Contohnya, ketika harga beras tinggi dan pemerintah menetapkan adanya operasi pasar besar murah, maka hal tersebut dapat mendorong seseorang untuk berbelanja lebih banyak beras. Kebutuhan manusia jumlahnya sangat tidak terbatas dan beraneka ragam jenisnya. Oleh karena itu, alat pemuas kebutuhan manusia pun beraneka ragam jenisnya. Adapun alat pemuas kebutuhan manusia ini dapat berupa barang dan jasa.

Barang merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang berbentuk benda berwujud, sedangkan jasa merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang tidak berwujud namun dapat dirasakan manfaatnya. Barang sebagai salah satu alat pemuas kebutuhan manusia dapat dibedakan berdasarkan cara memperolehnya, sifat hubungannya, tujuan penggunaannya, kegunaannya untuk jaminan kredit, dan berdasarkan tingkat kesiapannya dalam proses produksi.

1. Barang Berdasarkan Cara Memperolehnya Berdasarkan cara memperolehnya, barang dibedakan menjadi barang ekonomi, dan barang bebas. a) Barang ekonomi merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang jumlahnya terbatas sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Contohnya, pakaian, alat sekolah, dan sebagainya. b) Barang bebas merupakan alat kebutuhan manusia yang jumlahnya tidak terbatas. Untuk memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan karena jumlahnya banyak jika dibandingkan kebutuhan manusia. Contohnya, udara di alam terbuka dan pasir di padang pasir.

2. Barang Berdasarkan Sifat Hubungannya Berdasarkan sifat hubungannya dengan barang lain, barang dapat dibedakan menjadi barang subtitusi dan barang komplementer. a) Barang subtitusi merupakan barang yang penggunaannya dapat saling menggantikan dengan barang lain. Contohnya, tikar dapat menggantikan karpet. b) Barang komplementer merupakan barang yang pemanfaatannya harus diikuti dengan pemanfaatan barang lain. Contohnya, motor dapat dimanfaatkan jika menggunakan bensin dan balpoin dapat digunakan jika ada tintanya.

3. Barang Berdasarkan Tujuan Penggunaannya Dilihat berdasarkan tujuan penggunaannya, barang dapat digolongkan menjadi barang konsumsi dan barang produksi.

a) Barang konsumsi adalah barang yang dapat langsung digunakan untuk keperluan konsumsi. Contohnya, nasi, pakaian jadi, dan buah-buahan. b) Barang produksi merupakan barang yang memerlukan proses produksi sebelum dapat digunakan. Contohnya, kayu dan benang.

4. Barang Berdasarkan Kegunaannya untuk Jaminan Kredit Dilihat berdasarkan kegunaannya untuk jaminan kredit, barang digolongkan menjadi barang bergerak dan barang tidak bergerak. a) Barang bergerak merupakan barang yang dapat digunakan untuk mendapatkan kredit dalam jangka pendek. Contohnya, Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), perhiasan dan sebagainya. b) Barang tidak bergerak merupakan barang yang dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit dalam jangka panjang. Contohnya rumah, tanah, dan gedung.

5. Barang Berdasarkan Tingkat Kesiapannya dalam Proses Produksi Berdasarkan tingkat kesiapannya dalam proses produksi, barang dapat digolongkan menjadi barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi. a) Barang mentah adalah barang yang perlu diolah terlebih dahulu agar dapat digunakan. Contohnya, tebu untuk membuat gula, kapas untuk membuat kain, dan sebagainya. b) Barang setengah jadi merupakan barang yang sudah melalui proses produksi, namun untuk menggunakannya diperlukan proses produksi lebih lanjut. Contohnya, kain untuk pakaian, tepung untuk membuat kue, dan sebagainya. c) Barang jadi merupakan barang yang siap pakai, contohnya baju, sepatu, dan sebagainya.