Tentang Materi Pengertian Berita di Surat Kabar

Tentang Materi Pengertian Berita di Surat Kabar

Tentang Materi Pengertian Berita di Surat Kabar

Pengertian Berita
Pengertian Berita

Pengertian Berita – elatih konsentrasi itu perlu, misalnya ketika mendengarkan informasi dari media elektronik, baik berita maupun nonberita. Setelah mendengarkan berita tersebut, kalian harus mampu mencatat pokokpokok informasi tersebut. Membedakan antara fakta dan pendapat dan harus bisa diungkapkan kepada orang lain. Mengasah kepekaan juga perlu, misalnya dalam membaca cerpen. Karena cerpen merupakan karya seni, yaitu seni sastra maka kalian harus menemukan nilai-nilai dalam cerita pendek. Tahukah kalian, untuk melatih konsentrasi dan kepekaan itu bermula dari berlatih membaca? Salah satu yang akan diajarkan pada kalian adalah membaca ekstensif teks nonsastra agar kalian mampu menemukan informasi dari bahan bacaan tersebut. Untuk melatih ekspresi, kalian akan berlatih menulis puisi lama. Sebelum menulis puisi lama kalian harus mengerti ciri-ciri puisi lama, dan memahami fungsi bait, rima, dan irama dalam puisi lama.

Menanggapi Informasi dari Media Elektronik

Pengertian Berita – Pada Bab I, II, III, dan IV, kalian telah belajar mendengarkan berita untuk menuliskan ringkasan isi berita. Pada Bab VI kali ini, kalian akan kembali belajar menanggapi berita dengan jalan 1) mencatat pokok-pokok informasi, 2) menuliskan butir-butir yang merupakan fakta dan pendapat, 3) menyampaikan pendapat, dan 4) menyampaikan kembali informasi. Di bawah ini disajikan sebuah teks berita tentang kiat Kabupaten Jembrana dalam mengentaskan kemiskinan. Krisis ekonomi yang terjadi di negara kita tidak hanya dirasakan oleh sebagian daerah. Hampir di semua daerah pun mulai merasakan dampak krisis ekonomi. Pendapatan berkurang, sementara harga barang-barang terus naik. Diam dan pasrah tentu saja bukan solusi yang tepat dalam menghadapi krisis. Terus berusaha dan berdoa barangkali justru menjadi jalan keluar terbaik. Seperti yang dilakukan masyarakat Kabupaten Jembrana, kini mereka bangkit untuk mengentaskan kemiskinan. Bagaimana upaya mereka untuk melakukan hal itu? Marilah kita mendengarkan pembacaan teks berita dari internet berikut! Teks ini dibacakan salah seorang siswa. Kiat Kabupaten Jembrana Mengentaskan Kemiskinan Kabupaten Jembrana tergolong miskin di Provinsi Bali dengan angka kemiskinan mencapai 20 persen. Akan tetapi, dengan pendapatan asli daerah sebesar Rp11,5 miliar per tahun, tingkat kesejahteraan masyarakatnya kini mulai merata sejak tiga tahun terakhir. Semua itu berkat pola efisiensi dan upaya berkelanjutan dari pemerintah daerah setempat dalam memajukan mutu pendidikan dan kesehatan masyarakatnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Jembrana membangun sekolah kajian dengan kurikulum tambahan dan fasilitas terbaik. Sekolah itu ditunjang tenaga pendidik dengan jenjang S1 serta perjalanan studi banding hingga ke mancanegara. Selain pendidikan, faktor kesehatan juga tidak luput dari perhatian Pemkab Jembrana, yang terbagi menjadi empat wilayah, yakni Melaya, Negara, Mendoyo, dan Pekutatan dengan jumlah penduduk 231.500 jiwa dan luas wilayah 841,80 hektare. Seluruh warganya diharuskan memiliki asuransi kesehatan yang disebut Jaminan Kesehatan Jembrana– berlaku di puskesmas, rumah sakit, dan praktik-praktik dokter swasta. Faktor lain yang mendorong pening-katan kualitas hidup di kabupaten yang terletak di sebelah barat Pulau Dewata ini juga terwujud dengan peningkatan daya beli masyarakat. Untuk itu, Pemkab Jembrana memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang ingin melakukan usaha. Dukungan pemkab itu dibuktikan dengan pengembangan peternakan susu kambing yang sebagian besar.

Pengertian Berita

dipelihara secara tradisional. Tentu saja langkah dan komitmen tersebut harus dijalankan secara berkesinambungan. Dengan cara lebih terarah, hasilnya pada masa mendatang akan makin nyata. Sumber: www–sctv.com

Setelah mendengarkan pembacaan teks tersebut, marilah kita mencatat pokok-pokok penting tentang isi informasi tersebut! Salah satu pokok penting pada informasi di atas adalah sebagai berikut. • Kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jembrana, Bali mulai merata. 1. Temukan pokok-pokok penting lain dari informasi yang kalian dengar tersebut! 2. Berikan tanggapanmu atas isi teks berita tersebut dan sertakan alasanmu!

Pada Bab sebelumnya, kalian telah belajar membedakan opini dan fakta. Memahami opini dan fakta ketika membaca atau mendengarkan berita sangat penting. Hal itu disebabkan, ada berita yang merupakan perpaduan antara fakta dan pendapat penulis.

Soal-Soal Pengembangan Kompetensi 1

Pengertian Berita

1. Bacalah dalam hati teks berikut! Delapan Kejuaraan Praolimpiade Mata Pelajaran Disabet, Aditya dkk. Melaju ke Seleksi WSDC Nasional Siswa SMAN 1 Surakarta kembali menunjukkan prestasinya dalam bidang akademik. Sekolah favorit ini berhasil memboyong delapan gelar juara dalam seleksi Praolimpiade Mata Pelajaran Tingkat SMA Kota Solo yang digelar Rabu (28/4) di SMAN 6 Solo. Selain itu, tiga siswa yang mengikuti seleksi World Student Debate Championship (WSDC) tingkat Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Rabu, juga berhasil meraih juara I. Dalam seleksi Praolimpiade tersebut, SMAN 1 berhasil memborong gelar juara I, II, dan III sekaligus untuk kelompok mata pelajaran Kimia dan Komputer, sedangkan untuk mata pelajaran Matematika meraih Juara III dan mata pelajaran Fisika berhasil meraih juara I. Wakasek Humas SMAN 1, Sutikno, kepada Espos, Jumat (30/4) mengatakan kedelapan siswa tersebut adalah Kurnia Endah, Robertus Dimas D.P., Bambang Eko P., Inas Luthfi, Ardiansyah Bayu N., Kurniawan Eko Putro, Anik Budiati, dan Ig. Prasetyo D.W. Adapun ketiga siswa yang berhasil lolos seleksi WSDC tingkat provinsi adalah Aditya Dharma Surya, Aditya Mahendra, dan Sony Hendrawan Saputra. Selanjutnya tim WSDC ini akan mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk seleksi tingkat nasional di Jakarta pada bulan Juni nanti. Melalui para guru yang tergabung dalam sebuah tim, ketiga siswa tersebut akan mendapatkan pengayaan sebagai persiapan menghadapi seleksi tingkat nasional. Dikutip dari Solopos, 1 Mei 2004

a. Tulislah isi teks tersebut secara ringkas! b. Sampaikan isi ringkasan tersebut secara lisan!

2. Apakah kalian pernah menonton sinetron? Sampaikan pendapatmu tentang sinetron Indonesia! Ceritakan berdasarkan pengalamanmu menonton sinetron! 3. Bacalah penggalan cerpen berikut dengan saksama! Kemudian, jelaskan sudut pandang pengarang dalam penggalan cerpen tersebut!

Pengertian Berita

La Riru Mas’ud Bakry Hari masih pagi sekali. Masih subuh. Dengan melangkahi badan adik-adiknya, ia keluar dan turun ke halaman. Dekat kandang, dia melihat ayahnya dan dua orang lain duduk mengitari unggun. Ayahnya menoleh melihat dia datang. ”Kau sudah bangun? Hari masih subuh.” Ia tidak menjawab, berjalan terus mendapatkan teko kopi yang terletak di atas bangku dekat unggun itu. Diguncangnya. Masih ada. ”Bawa kemari,” kata ayahnya. ”Panaskan dulu.” Ia mengantarkan teko itu kepada ayahnya. Sementara ayahnya menjerangkan teko di atas unggun, ia menuju kandang dan masuk ke sana. Ringkik seekor kuda menyambutnya. ”Tidurmu nyenyak semalam?” Dia bertanya pelan ke telinga kuda itu. ”Nyenyak?” tanyanya lagi. ”Aku hampir tak bisa tidur. Dinihari tadi baru lenyap sedikit.” Dia memasukkan tangan ke dalam tong, memeriksa makanan kudanya. ”Hi hi, licin kau makan. Rakus ya?” ”Ayah!” panggilnya ke luar. ”Makanannya habis.” ”Baru saja ditambah tadi,” jawab ayahnya. ………………………………………………………………………………………

Sumber: Cerita Pendek Indonesia III, Gramedia, Jakarta, 1986 tanpa pengubahan

4. Bacakan puisi berikut dengan penuh penghayatan! Puisi 1 Sebelah Tangan Heni Wahyuni Tiada yang terasa tak pedih bila suatu tak diraih Tiada terasa yang tak sayang bila sesuatu hanya dalam lamunan Air mata kesejukan adalah debar kepalsuan dalam roman khayalan inilah suratan tiada datang ilham menjelang Ku tiada mengerti mengapa sekali akan melangkah jatuh lagi Ku tiada menduga mengapa yang membuatku gelisah Ketika ingin kugapai sesuatu itu terbang Ketika ingin kuraih sesuatu itu kandas dan karam Dan wajah itu semakin menjadi menawan Oleh setipis senyuman Biarlah dia membuat simpatiku selamanya Biarlah aku telanjur jatuh padanya Dan biarlah dia hanya hadir dalam lamunan dan angan yang tersisa Memang sesuatu itu belum punyaku Dan tiada pernah akan menjadi milikku (Tapi damaikan hati ini dari resahmu …!) Sumber: Apresiasi Puisi Remaja, Catatan Mengolah Cinta Riris K. Toha Sarumpaet. 2002. Jakarta: Grasindo

Pengertian Berita

a. Apa tema puisi di atas? b. Apa amanatnya? c. Pernahkah kamu mengalami kegagalan meraih sebuah impian? Apa yang kamu rasakan? Apa yang kamu lakukan? Coba kamu ceritakan pengalamanmu secara lisan! Puisi 2 Pertimbangan dan Keputusan Tani kampung tani di desa Sawah ladang dengan pematang Putusan penting jangan tergesa Pikirkan dahulu matang-matang Sumber: Kebijakan dalam 1001 Pantun. John Gawa. 2004. Jakarta: Kompas

a. Termasuk jenis apa puisi di atas? b. Apakah tema puisi di atas? c. Pesan apa yang terdapat pada puisi di atas? 5. Amatilah sebuah objek yang kalian senangi! 6. Tulislah hasil pengamatanmu dalam bentuk paragraf deskriptif!

Belalang telah menjadi elang. Orang bodoh telah berubah menjadi cerdik; orang hina telah berubah menjadi mulia

 

Tentang Surat Perintah Sebelas Maret

Tentang Surat Perintah Sebelas Maret

Tentang Surat Perintah Sebelas Maret

Untuk mengatasi krisis politik yang memuncak, pada tanggal 11 Maret 1966 Soekarno mengadakan sidang kabinet. Sidang ini ternyata diboikot oleh para demonstran yang tetap menuntut Presiden Soekarno agar membubarkan PKI, dengan melakukan pengempesan ban-ban mobil pada jalan-jalan yang menuju ke Istana.

Tentang Surat Perintah Sebelas Maret
Tentang Surat Perintah Sebelas Maret

Belum lama Presiden berpidato dalam sidang, ia diberitahu oleh Brigjen Sabur, Komandan Cakrabirawa bahwa di luar istana terdapat pasukan tanpa tanda pengenal dengan seragamnya. Meskipun ada jaminan dari Pangdam V/Jaya Amir Machmud, yang hadir waktu itu, bahwa keadaan tetap aman, Presiden Soekarno tetap merasa khawatir dan segera meninggalkan sidang. Tindakan itu diikuti oleh Waperdam I Dr.Subandrio dan Waperdam III Dr.Chaerul Saleh yang bersama-sama dengan Presiden segera menuju Bogor dengan helikopter. Sidang kemudian ditutup oleh Waperdam II Dr.J. Leimena, yang kemudian menyusul ke Bogor dengan mobil. Sementara itu, tiga orang perwira tinggi TNI-AD, yaitu Mayjen Basuki Rahmat, Brigjen M Jusuf, dan Brigjen Amir Machmud, yang juga mengikuti sidang paripurna kabinet, sepakat untuk menyusul Presiden Soekarno ke Bogor. Sebelum berangkat, ketiga perwira tinggi itu minta ijin kepada atasannya yakni Menteri/Panglima Angkatan Darat Jenderal Soeharto yang juga merangkap selaku panglima Kopkamtib.

Pada waktu itu Jenderal Soeharto sedang sakit, dan diharuskan beristirahat di rumah. Niat ketiga perwira itu disetujuinya. Mayjen Basuki Rachmat menanyakan apakah ada pesan khusus dari Jenderal Soeharto untuk Presiden Soekarno, Letjen Soeharto menjawab: “sampaikan saja bahwa saya tetap pada kesanggupan saya. Beliau akan mengerti” Latar belakang dari ucapan itu ialah bahwa sejak pertemuan mereka di Bogor pada tanggal 2 Oktober 1965 setelah meletusnya pemberontakan G-30-S/PKI. Antara Presiden Soekarno dengan Letjen Soeharto terjadi perbedaan pendapat mengenai kunci bagi usaha meredakan pergolakan politik saat itu. Menurut Letjen Soeharto, pergolakan rakyat tidak akan reda sebelum rasa keadilan rakyat dipenuhi dan rasa ketakutan rakyat dihilangkan dengan jalan membubarkan PKI yang telah melakukan pemberontakan. Sebaliknya Presiden Soekarno menyatakan bahwa ia tidak mungkin membubarkan PKI karena hal itu bertentangan dengan doktrin Nasakom yang telah dicanangkan ke seluruh dunia. Dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya perbedaan paham itu tetap muncul. Pada suatu ketika Soeharto menyediakan diri untuk membubarkan PKI asal mendapat kebebasan bertindak dari Presiden. Pesan Soeharto yang disampaikan kepada ketiga orang perwira tinggi yang akan berangkat ke Bogor mengacu kepada kesanggupan tersebut.

Di Istana Bogor ketiga perwira tinggi mengadakan pembicaraan dengan Presiden yang didampingi oleh Dr. Subandrio, Dr. J Leimena dan Dr. Chaerul Saleh. Sesuai dengan kesimpulan pembicaraan, ketiga perwira tinggi tersebut bersama dengan komandan Resimen Cakrabirawa, Brigjen Sabur, kemudian diperintahkan membuat konsep surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk memulihkan keadaan dan kewibawaan pemerintah. Setelah dibahas bersama, akhirnya Presiden Soekarno menandatangani surat perintah yang kemudian terkenal dengan nama Surat Perintah 11 Maret, atau SP 11 Maret, atau Supersemar. Supersemar berisi pemberian mandat kepada Letjen. Soeharto selaku Panglima Angkatan Darat dan Pangkopkamtib untuk memulihkan keadaan dan kewibawaan pemerintah. Dalam menjalankan tugas, penerima mandat diharuskan melaporkan segala sesuatu kepada presiden. Mandat itu kemudian dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Keluarnya Supersemar dianggap sebagai tonggak lahirnya Orde Baru.

Tindakan pertama yang dilakukan oleh Soeharto keesokan harinya setelah menerima Surat Perintah tersebut adalah membubarkan dan melarang PKI beserta organisasi massanya yang bernaung dan berlindung ataupun seasas dengannya di seluruh Indonesia, terhitung sejak tanggal 12 Maret 1966. Pembubaran itu mendapat dukungan dari rakyat, karena dengan demikian salah satu diantara Tritura telah dilaksanan. Selain itu Letjen. Soeharto juga menyerukan kepada pelajar dan mahasiswa untuk kembali ke sekolah. Tindakan berikutnya berdasarkan Supersemar adalah dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 5 tanggal 18 Maret 1966 tentang penahanan 15 orang menteri yang diduga terkait dengan pemberontakan G-30-S PKI ataupun dianggap memperlihatkan iktikad tidak baik dalam penyelesaian masalah itu. Demi lancarnya tugas pemerintah, Letjen. Soeharto mengangkat lima orang menteri koordinator ad interim yang menjadi Presidium Kabinet. Kelima orang tersebut ialah Sultan Hamengkubuwono IX, Adam Malik. Dr Roeslan Abdulgani, Dr. K.H. Idham Chalid dan Dr. J. Leimena.

 

Pemakaian surat kuasa

Pemakaian surat kuasa

Pemakaian surat kuasa di dalam suatu organisasi dapat dibedakan sebagai berikut.

cara-membuat-garis-pembatas-kop-surat

1. Surat kuasa untuk keperluan intern organisasi Surat kuasa yang dipakai di dalam lingkungan suatu organisasi pada dasarnya lebih merupakan formalitas saja. Karena itu, dalam surat kuasa yang bersifat intern, data pribadi kedua belah pihak tidak perlu dicantumkan secara rinci.

2. Surat kuasa untuk keperluan ekstern organisasi Di dalam surat kuasa untuk keperluan ekstern organisasi harus dicantumkan secara jelas dan rinci. a. Data pribadi pihak yang memberi kuasa. b. Data pribadi pihak yang diberi kuasa. c. Bentuk kekuasaan yang diberikan lengkap dengan batas-batasnya.

Bila menyangkut aspek hukum atau uang yang bernilai mulai lima ratus ribu rupiah, surat kuasanya harus dibubuhi meterai. Besar nilai meterai disesuaikan dengan peraturan yang berlaku pada saat pembuatan surat kuasa. Letak meterai adalah pada posisi pemberi kuasa. Surat kuasa tidak perlu diberi meterai jika ditulis di atas kertas segel. Surat kuasa dikatakan sah jika telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Proses penandatanganan hendaknya sebagai berikut.

a. Yang mula-mula membubuhkan tanda tangan adalah pihak yang diberi kuasa. Pelaksanaannya harus di hadapan pihak yang memberi kuasa.

b. Setelah itu baru pemberi kuasa. Sangat salah apabila terjadi proses penandatanganan yang terbalik sebab kemungkinan untuk memanipulasi surat kuasa tersebut peluangnya sangat besar.