Susunan Laporan Secara Garis Besar

Susunan Laporan Secara Garis Besar

Susunan Laporan Secara Garis Besar

Susunan Laporan Secara Garis Besar
Susunan Laporan Secara Garis Besar

Garis besar dalam menyusun laporan sebagai berikut.

1. Merumuskan masalah.

2. Menetapkan serta membatasi objek dan sekaligus merumuskan tujuan penelitian.

3. Mencantumkan daftar pustaka sebagai literatur yang merupakan landasan teori.

4. Menjelaskan teknik pengumpulan data.

5. Menjelaskan instrumen penelitian, seperti pedoman penelitian, dan angket.

6. Mengikuti ejaan yang benar dan berdasarkan aturan karya tulis ilmiah.

7. Menyusun laporan dengan isi pokok paling tidak meliputi:

a. pendahuluan, b. pemasalahan, c. pemecahan masalah, dan d. penutup yang berisi simpulan dan saran. Di lapangan format atau sistematika laporan sangat beraneka ragam, namun ada patokan resmi yang harus diikuti penulis.

Faktor yang menyebabkan kanekaragaman format laporan adalah:

1. penekanan materi yang dilaporkan,

2. urutan penyajian,

3. pandangan tentang perlu didukung suatu bagian dicantumkan atau tidak, dan

4. keanekaragaman buku petunjuk penulisan ilmiah. Secara garis besar laporan penelitian Sosiologi meliputi tiga bagian, yaitu pembukaan, isi, dan penutup.

1. Bagian Pembukaan

Bagian pembukaan meliputi sebagai berikut.

a. Judul Penelitian Judul penelitian merupakan cerminan dari topik penelitian yang dirumuskan dalam bentuk kalimat secara singkat, padat, komunikatif, jelas, dan dapat ditangkap dalam pandangan sekilas.

Judul harus objektif dan sesuai dengan masalah yang diteliti. Penentuan judul sebenarnya sudah dirumuskan pada waktu menyusun rancangan penelitian. Jadi, tinggal memindahkan rumusan ke halaman judul.

b. Kata Pengantar Kata pengantar berisi keterangan dari penulis mengenai tulisannya.

Isi dari keterangan kata pengantar biasanya pendek dan tidak lebih dari satu halaman menjelaskan mengapa sasaran penelitian dipilih oleh peneliti. Pada bagian kata pengantar ini dapat dimuat ucapan terima kasih kepada setiap pihak yang memberi bantuan sejak perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan penelitian. Pada akhir kata pengantar dibubuhkan keterangan tanggal, bulan, dan tahun penulisan, nama lengkap peneliti atau penulis.

c. Daftar Isi Daftar isi menunjukkan bagian-bagian dari laporan dan hubungan antara satu bagian dan bagian yang lain. Daftar isi sangat penting bagi pembaca sebab dapat membantu untuk melihat secara analitis isi laporan secara keseluruhan. Melalui daftar isi, pembaca dapat dengan mudah menemukan bagian-bagian mana yang ia anggap penting tanpa harus membaca seluruh laporan penelitian

. d. Daftar Tabel (kalau ada) Daftar tabel memuat judul-judul setiap tabel yang ada dalam laporan penelitian. Daftar tabel disusun berurutan sesuai nomor setiap tabel. Halaman yang menggunakan tabel halaman lebih luas, kertas dapat dilipat.

e. Daftar Gambar/Diagram/Ilustrasi/Peta Daftar ini juga memuat keterangan atau judul gambar/ilustrasi/ diagram/peta yang ada dalam laporan penelitian.

2. Bagian Isi Laporan

Bagian isi meliputi sebagai berikut.

a. Bab Pendahuluan Bagian pendahuluan memberi gambaran kepada pembaca mengenai keterangan seperti latar belakang masalah, rumusan masalah penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, hipotesis (kalau ada), asumsi (kalau ada), batasan konsep, dan hambatan yang didapat selama penelitian.

Keterangan tersebut umumnya telah dipersiapkan peneliti sebelum penelitian pada saat menyusun rancangan penelitian. Pada bagian pendahuluan, peneliti tinggal memindahkan hal yang perlu dari rancangan penelitian, setelah dilengkapi dan disempurnakan.

b. Bab Tinjauan Kepustakaan Tinjauan kepustakaan memberi gambaran mengenai hal yang telah dirintis oleh peneliti lain seperti konsep, teori, data, penemuan yang berhubungan dengan masalah penelitian yang sedang dikerjakan. Keseluruhan hal tersebut dirangkum dan dihubungkan dengan apa yang sedang diteliti sehingga masalah yang diteliti menjadi lebih jelas. Sumber-sumber kepustakaan antara lain buku-buku teks, laporan-laporan penelitian, buletin, jurnal, dan lain-lainnya.

c. Bab Metodologi Penelitian Bagian ini menerangkan mengenai subjek, objek, dan ruang lingkup penelitian, teknik sampling, teknik pengumpulan data, instrumen atau alat pengumpul data, jenis atau model penelitian, metode pengolahan, dan analisis data. Metodologi penelitian biasanya sudah disajikan dalam rancangan penelitian. Selanjutnya peneliti tinggal melengkapi dan menyempurnakannya pada saat menyusun bab ini sehingga apa yang menjadi subjek dan objek penelitian serta alasan pemilihannya semakin jelas.

d. Bab Hasil Penelitian Pada bagian ini disajikan deskripsi umum tentang subjek atau objek penelitian, sajian data dan/atau uji statistik untuk masing-masing data. Bila penelitian berbentuk deskripsi maka sajiannya berupa uraian data tanpa menguji hipotesis.

Bila penelitian berbentuk eksplanasi maka sajiannya berupa data yang menguji hipotesis. Jika diterapkan pendekatan kualitatis maka sajian datanya tidak berupa uji statistik, akan tetapi berupa uraian data sederhana dalam bentuk kalimatkalimat. Bila pendekatannya bersifat kuantitatif, sajian datanya berupa uji statistik yang diwujudkan lewat angka-angka yang dimuat di dalam tabel-tabel.

e. Bab Pembahasan Hasil Penelitian Dalam pembahasan ini seluruh hasil penelitian, tinjauan kepustakaan/ hasil penelitian lain, metodologi yang digunakan, dibandingkan satu dengan yang lain, dan dilacak keterkaitan antara satu dan yang lain serta dievaluasi keterkaitannya.

Bagian pembahasan hasil penelitian harus diuraikan secara lengkap dan menarik karena bagian inilah yang ditunggu dan ingin diketahui oleh pembaca.

f. Bab Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini diuraikan apa yang menjadi kesimpulan hasil penelitian dan apa yang dapat disarankan sesuai dengan hasi penelitian itu. Selain memuat hal-hal yang bersifat praktis, hal-hal yang disarankan sebaiknya juga meliputi masalah-masalah baru yang perlu diteliti selanjutnya.

3. Bagian Penutup

a. Daftar Pustaka Daftar pustaka disusun keterangan mengenai buku-buku atau laporan-laporan yang digunakan dalam penelitian. Daftar pustaka merupakan bagian tersendiri di luar materi isi, tetapi sangat penting dalam menunjang penelitian lapangan dan penyusunan laporan.

Daftar pustaka dibuat untuk memberi informasi mengenai bahanbahan bacaan yang digunakan. Hal-hal yang perlu dikemukakan dalam daftar pustaka ini, antara lain: nama penulis, tahun penerbitan, judul buku, tempat penerbit, dan nama penerbit.

Kalau sumber yang digunakan berupa jurnal atau laporan penelitian, susunannya adalah nama penulis, tahun penulisan, judul tulisan, nama jurnal, jilid (nomor), dan halaman.

b. Lampiran-lampiran Lampiran memuat hal-hal yang dirasakan perlu untuk diikutsertakan dalam laporan hasil penelitian seperti surat-surat izin, tabel-tabel, dan grafik-grafik, format instrumen, dan unsur lain yang dirasa perlu untuk menunjang hasil penelitian yang disampaikan.

c. Indeks Indeks disusun peristilahan yang digunakan dalam laporan penelitian. Penyusunan dilakukan menurut urutan abjad. Selain indeks, kadangkadang juga disusun istilah-istilah dan pengertiannya agar pembaca mudah memahami istilah yang dipakai.

Susunan Rancangan Penelitian Sosial

Susunan Rancangan Penelitian Sosial

Susunan Rancangan Penelitian Sosial

Susunan Rancangan Penelitian Sosial
Susunan Rancangan Penelitian Sosial

1. Penentuan Topik Penelitian Penelitian adalah seperangkat usaha yang terorganisasi untuk mengetahui, mengkaji, dan mengambil fungsi terhadap sesuatu yang menjadi objek dalam rangka memperoleh pengetahuan dasar atau dalil untuk pengembangan suatu ilmu pengetahuan. Hal-hal yang penting dalan penelitian sebagai berikut.

a. Penelitian bermutu selalu berpangkal tolak pada pemikiran yang tepat dan jelas.

b. Kemampuan dan keterampilan berbahasa mempunyai pengaruh yang besar terhadap menarik dan tidaknya isi penelitian.

c. Peneliti memerlukan pengetahuan yang cukup tentang objek yang diteliti. Manfaat suatu penelitian sebagai berikut.

a. Penerapan suatu pengetahuan dan dalil atau hukum yang sudah dimiliki peneliti sebelumnya. b. Pengembangan wawasan ilmu dan ruang lingkup ilmu pengetahuan tertentu yang dikembangkan. c. Peneliti dapat memperoleh manfaat berupa pengetahuan dan keterampilan yang bersifat khusus pada bidang atau subbidang pengetahuan tertentu. d. Peneliti dapat memperoleh hukum atau dalil yang besar manfaatnya bagi orang banyak.

a. Sumber dan Topik Penelitian

Topik adalah suatu masalah atau pokok pembicaraan yang akan dibuat atau dibahas dalam penelitian. Jadi, sebelum mengadakan penelitian ilmiah atau mengarang, peneliti harus ditentukan dahulu topiknya. Topik dapat dicari di mana-mana karena sumbernya banyak dan berlimpah. Pengalaman individual, kreasi imajinatif, dan penyelidikan sesuatu merupakan sumber topik yang luas. Agar terhindar dari kesulitan memperoleh topik, seorang peneliti harus memperhatikan petunjuk berikut.

1) Menambah pengalaman dengan banyak melihat, mendengar, membaca, dan mengalami sendiri berbagai peristiwa.

2) Rajin mengamati sesuatu yang terjadi di sekeliling kita.

3) Mengembangkan daya khayal, imajinasi, dan kreativitas.

4) Mengadakan diskusi dan tukar pendapat untuk melatih mengemukakan pendapat.

5) Memilih topik yang menarik dan ada kemampuan mengerjakan penelitian dan penulisan.

6) Tidak membuat topik yang terlalu umum dan luas.

b. Pembatasan Topik

Topik yang terlampau umum, luas, dan tidak sesuai dengan kemampuan, ruang lingkupnya dapat dibatasi dengan cara sebagai berikut.

1) Menurut Waktu, Periode, Atau Zaman Topik: seni lukis pada zaman pembangunan, lebih khusus daripada topik: sejarah seni lukis di Indonesia.

2) Menurut Tempat Topik: Indonesia lebih khusus daripada Asia; topik: Pulau Sumatera lebih khusus daripada topik: tanah air Indonesia; topik: Surabaya lebih sempit daripada Jawa Timur.

3) Menurut Aspek Khusus-Umum Topik: pengaruh kebijaksanaan kenaikan harga BBM terhadap masyarakat dapat dikhususkan menjadi pengaruh kebijaksanaan kenaikan harga BBM terhadap usaha angkutan.

4) Menurut Objek Materi dan Objek Formal Objek materi adalah bahan yang dibicarakan, sedangkan objek formal adalah dari mana bahan itu ditinjau. Topik: perkembangan pers di Indonesia, dapat dikhususkan menjadi perkembangan pers di Indonesia ditinjau dari segi kebebasannya. Perkembangan pers di Indonesia merupakan objek materi, sedangkan ditinjau dari segi kebebasannya merupakan objek formal sebab sudut pandangnya difokuskan pada segi kebebasan pers belaka.

5) Menurut Pembagian Bidang Kehidupan Manusia Topik pembangunan di Indonesia dapat dibatasi menjadi pembangunan ekonomi di Indonesia.

6) Menurut Hubungan Klausal (Sebab-Akibat) Topik: transmigrasi di Indonesia, dapat dijadikan lebih spesifik menjadi beberapa hal yang mendorong timbulnya urbanisasi di Indonesia. Pengkhususan dilakukan berdasarkan hubungan sebab akibat.

2. Merumuskan Masalah dan Memilih Pertanyaan Penting Dalam Penelitian

Rumusan masalah berisi pertanyaan tentang hal-hal yang akan dicari jawaban melalui kegiatan penelitian dan bermanfaat untuk menegaskan hal-hal utama yang akan diteliti. Untuk mempercepat dan mempermudah mencari data dalam penelitian, perlu dipersiapkan beberapa pertanyaan penting.

Pertanyaan tersebut harus menunjang dalam melengkapi data yang diperlukan. Contoh: Pertanyaan dalam penelitian masalah kependudukan, antara lain sebagai berikut.

a. Berapakah jumlah anak bapak/ibu dan berapa umurnya masingmasing?

b. Di manakah anak-anak sekolah?

c. Apabila anak-anak ada yang sudah bekerja, di manakah mereka bekerja?

d. Apakah pekerjaan bapak/ibu dan berapakah gaji bapak/ibu per bulan?

e. Apakah ada usaha lain dalam meningkatkan pendapatan keluarga?

f. Apakah bapak/ibu ikut program KB dan jenis kontrasepsi apakah yang digunakan?

g. Apakah alasan bapak/ibu ikut KB?

h. Sebutkan (bila ada) masalah dalam mengikuti KB!

i. Sebutkan kepentingan bapak/ibu dalam ikut KB!

j. Sebutkan masalah lingkungan yang ada di sekitar rumah bapak/ibu dan bagaimanakah usaha mengatasinya!

3. Tujuan dan Manfaat Penelitian 

Tujuan penelitian dimaksudkan sebagai jawaban yang ingin ditemukan dari suatu penelitian. Perumusan tujuan penelitian harus sejalan dengan perumusan penelitian. Manfaat penelitian perlu dikemukakan agar diketahui hasil yang hendak dicapai dari penelitian dan untuk siapa hasil penelitian itu digunakan. Keterkaitan antara rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian dapat dilihat contoh berikut. Rumusan masalah penelitian: Berapakah persentase desa A yang menggangur (tidak bekerja)? Tujuan penelitian: Untuk mengetahui persentase penduduk yang bekerja dan tidak bekerja. Manfaat penelitian: Untuk pedoman bagi usaha mengatasi pengangguran.

4. Tinjauan Kepustakaan Atau Studi Kepustakaan

Setiap rancangan penelitian memerlukan penelaahan kepustakaan. Bobot rancangan penelitian akan tercermin dari tinjauan kepustakaan. Fungsi tinjauan kepustakaan sebagai berikut.

a. Menegaskan kerangka teoretis yang dijadikan landasan berpikir dalam menjawab masalah penelitian yang dibuat. b. Memperdalam pengetahuan tentang masalah yang diteliti sehingga menguasai masalah dengan baik. c. Menghindari terjadinya suatu pengulangan penelitian. d. Mempertajam konsep dan memudahkan perumusan hipotesis.

5. Hipotesis

Hipotesis adalah suatu pendapat yang sifatnya masih sangat sederhana karena belum diuji oleh kenyataan di lapangan. Hipotesis yang dimunculkan di lapangan disebut hipotesis induktif. Hipotesis yang dimunculkan dari teori disebut hipotesis deduktif. Penelitian yang berpijak pada hipotesis dimaksudkan untuk menguji hipotesis. Pada penelitian yang tidak berpijak pada hipotesis, tidak bertujuan menguji hipotesis, tetapi mencari jawaban atas pertanyaan dalam rumusan penelitian. Syarat-syarat dalam merumuskan hipotesis adalah: a. kalimat harus jelas dan tidak bermakna ganda; b. kalimat disusun berdasar kalimat berita, bukan kalimat tanya; dan c. dirumuskan secara operasional sehingga memudahkan pengujian.

Ciri-ciri hipotesis yang baik adalah: a. dapat menjelaskan masalah secara rasional; b. dapat diterima dengan akal sehat; c. dapat diuji kebenarannya; d. konsistensi dengan teori yang dibuat; e. dinyatakan sederhana dan singkat; dan f. menyatakan hubungan di antara variabel yang dipermasalahkan. Berdasarkan isi dan rumusannya ada dua macam hipotesis. a. Hipotesis Kerja, Alternatif, Atau Asli (Ha) Hipotesis kerja, alternatif, atau asli adalah hipotesis yang dirumuskan oleh peneliti baik yang bersifat relasional maupun deskriptif. Contoh: Perpindahan penduduk lebih tinggi di daerah yang tingkat kepadatan penduduknya semakin besar.

b. Hipotesis Nol (Ho) Hipotesis nol adalah hipotesis yang menggunakan statistik untuk menguji kebenarannya. Hipotesis nol merupakan formulasi terbalik dari hipotesis kerja. Contoh: Tidak terdapat perbedaan perpindahan penduduk di daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi dan tingkat kepadatan penduduk yang rendah.

6. Subjek (Sampel Penelitian)

a. Pengertian Subjek (Sampel) dan Tujuan Sampel Sampel adalah objek penelitian yang dipilih dan ditetapkan untuk diteliti lebih jauh sesuai dengan yang diperlukan sebagai wakil dari populasi yang ada.

Tujuan pengambilan sampel untuk mengadakan penghematan waktu, biaya, dan tenaga dengan validitas yang masih tetap terjaga secara baik. Penentuan sampel dalam penelitian sangat penting. Oleh karena itu, perlu dijelaskan agar kebenaran suatu penelitian tetap terjaga. Populasi tergantung pada objek atau sasaran penelitian. Populasi dapat berupa sejumlah manusia ataupun aktivitas manusia.

Ciri khas suatu wilayah dapat digunakan untuk menguatkan populasi sebab penegasan populasi berarti penegasan batasan-batasan mengenai luasnya sehingga dapat memberikan validitas data utama untuk mencapai reliabilitas generalisasi sampel yang dibuat. Sebaliknya, populasi dalam penelitian yang meragukan menyebabkan data menjadi kabur dan tujuan kurang tercapai.

b. Pertimbangan Dalam Menggunakan Sampel Populasi dan sampel merupakan bagian penting dalam penelitian walaupun tidak selamanya sampel itu harus ada.

Artinya, sampel itu ada kalau diperlukan untuk memudahkan penelitian. Oleh karena itu, penelitian harus mempunyai permasalahan dan tujuan yang jelas. Jika melibatkan sejumlah orang harus diputuskan terlebih dahulu kerangka konsepsionalnya sebagai batasan operasional dalam menentukan:

1) apakah penelitian yang dilakukan akan meliputi keseluruhan populasi

2) apakah hanya akan mencari dan mengambil sebagian populasi. Beberapa pertimbangan dalam memutuskan perlu tidaknya menggunakan sampel adalah sebagai berikut.

1) Besarnya Populasi Jika populasi yang diambil cukup besar, penggunaan sampel sangat diperlukan.

2) Biaya yang Tersedia Jika dana yang tersedia kurang memadai untuk menjangkau populasi perlu digunakan sampel.

3) Sarana dan Prasarana yang Tersedia Apabila sarana, prasarana, dan transportasi untuk menjangkau responden sulit dilakukan, sampel diperlukan.

4) Waktu dan Tenaga yang Tersedia Perlu diperhatikan waktu dan tenaga yang tersedia untuk mendapatkan data. Apabila waktu penelitian singkat dan tenaga yang tersedia terbatas perlu digunakan sampel. 5) Bebas dari Sifat Bias Di dalam pengambilan sampel harus diusahakan agar sampel yang terbentuk bebas dari sifat memihak atau bias.

 

Memahami Susunan dari Sebuah Atom

Memahami Susunan dari Sebuah Atom

a. Lihatlah nomor atom dari tabel periodik. Nomor atom selalu lebih kecil dari nomor massa.

b. Nomor atom merupakan jumlah proton. Oleh karena sifat atom netral, maka nomor atom juga merupakan jumlah elektron.

c. Susunlah elektron-elektron dalam level-level energi, selalu isi level terdalam sebelum mengisi level luar.

Contoh: Mencari susunan dari atom klor. 1) Dalam tabel periodik tertera klor bernomor atom 17. 2) Oleh karenanya atom klor terdiri dari 17 proton dan 17 elektron. 3) Susunan dari elektron-elektron tersebut yaitu 2,8,7 (2 di level pertama, 8 di level kedua, dan 7 di level ketiga). Cara pengisian elektron model ini dijelaskan pada sub subbab konfigurasi elektron.

Dua hal penting yang perlu diperhatikan jika Anda melihat susunan dalam tabel periodik. a. Jumlah elektron pada tingkat terluar (atau kulit terluar) sama dengan nomor golongan (kecuali helium yang hanya memiliki 2 elektron. Gas Mulia biasa disebut dengan golongan 0 bukan golongan 8). Hal ini berlaku di seluruh golongan unsur pada tabel periodik (kecuali unsur-unsur transisi). Jadi, jika Anda mengetahui bahwa barium terletak pada golongan 2, berarti barium memiliki 2 elektron pada tingkat terluar; iodium merupakan golongan 7 yang berarti iodium memiliki 7 elektron pada tingkat terluar. b. Gas mulia memiliki elektron penuh pada tingkat terluar.

Table unsur periodik