Membaca Ekstensif Teks Bacaan Nonsastra dan Cara Membaca

Membaca Ekstensif Teks Bacaan Nonsastra dan Cara Membaca

Membaca Ekstensif Teks Bacaan Nonsastra dan Cara Membaca

Teks Bacaan Nonsastra – Membaca dan membaca! Pada pembelajaran ini kita akan belajar membaca. Sebagai seorang terpelajar, Anda tentu gemar membaca. Bahkan, membaca pasti merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi Anda, bukan? Karena itu, Anda pasti senang mempelajari bagian modul ini. Selamat membaca!

Teks Bacaan Nonsastra
Teks Bacaan Nonsastra

Teks Bacaan Nonsastra – Membaca ekstensif berarti membaca luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah memahami isi yang penting-penting dengan cepat sehingga membaca secara efisien terlaksana. Nah, sekarang bacalah teks berjudul Sembilan Langkah Memulai Belajar di bawah ini dengan teknik membaca ekstensif!

Teks Bacaan Nonsastra

Sembilan Langkah Memulai Belajar Oleh DRS. SUKMANA

Teks Bacaan Nonsastra – Belajar merupakan usaha sadar yang dilakukan individu (manusia) untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan berdasarkan hasil pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan. Perubahan tingkah laku yang baru tersebut berkaitan dengan kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan). Perubahan tingkah laku yang baru yang tidak disadari dan negatif bukan termasuk kegiatan belajar. Misalnya, mabuk, pingsan, muntah-muntah, dan lain-lain. Belajar bukan kegiatan main-main, tetapi perlu dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh. Untuk itu, sebelum Anda memulai belajar, sebaiknya dilakukan persiapan. Karena persiapan yang matang akan menentukan kesuksesan belajar. Hal-hal yang perlu disiapkan sebelum belajar berkitan dengan fisik, material, dan mental-spiritual. Apalagi bagi siswa baru yang harus belajar di lingkungan sekolah baru. Di sini siswa perlu menyesuaikan diri dengam situasi sekolah yang baru. Karena, cara dan strategi belajar di SD berbeda dengan cara belajar di SMP dan SMA. Kalau Anda akan memulai belajar, ada sembilan langkah yang harus Anda ingat dan lakukan. Pertama, buat jadwal belajar. Untuk mengatur kegiatan sehari-hari sebaiknya diatur pembagian waktu yang tersedia. Pembagian waktu ini dilakukan secara garis besarnya saja. Pembagian waktu atau jadwal kegiatan (belajar) gunanya untuk dijadikan pedoman, panduan atau petunjuk, apa yang harus dilakukan dan apa yang mesti dihindari dalam kegiatan (belajar) sehari-hari. Dalam jadwal kegiatan (belajar) tersebut di dalamnya ada urutan atau nomor kegiatan, pembagian waktu, jenis kegiatan yang harus dilakukan, dan keterangan. Jadwal ini tidak bersifat mati sehingga kalau ada kegiatan khusus dan sifatnya temporer, dapat dilaksanakan. Supaya mudah terlihat, tempelkan jadwal kegiatan itu di tempat yang strategis. Kedua, segeralah melangkah. Setelah jadwal kegiatan tersebuat dibuat, segeralah direalisasikan dengan melakukan tindakan nyata. Keragu-raguan akan hilang oleh tindakan. Sesuatu dianggap sulit karena belum dicoba. Sesudah dicoba ternyata mudah dan menyenangkan. Tirulah seorang bayi yang sedang belajar berjalan. Jatuh bangun, tanpa menyerah. Selangkah demi selangkah, akhirnya terampil berjalan.

Teks Bacaan Nonsastra – Ketiga, dapatkan teman untuk belajar. Supaya belajar lebih bersemangat dan bergairah serta untuk menghindari kejenuhan, carilah teman untuk belajar. Bentuk kelompok belajar sebanyak 5-7 orang atau sesuai dengan kebutuhan. Usahakan dalam jumlah anggota kelompok itu ganjil. Hal ini untuk menghindari grup-grupan. Bina dan kembangkan teman atau kelompok belajar tersebut sehingga wawasan ilmu pengetahuan semakin bertambah luas. Keempat, lupakan kesempurnaan. Dalam memulai belajar tentu tidak akan langsung mencapai prestasi belajar yang memuaskan. Karena selama proses belajar tidak akan lepas dari berbagai hambatan, gangguan, dan kesulitan sehingga memengaruhi kelancaran dan keberhasilan belajar.

Teks Bacaan Nonsastra – Di sini Anda dituntut kesabaran dan kesungguhan dalam belajar sehingga semakin hari prestasi belajar dapat ditingkatkan. Pada akhirnya belajar dapat mencapai hasil yang optimal. Kelima, ciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Lingkungan belajar yang menyenangkan akan memengaruhi suasana belajar. Tempat belajar usahakan nyaman dan penerangan yang cukup serta tidak banyak gangguan dari luar. Lingkungan belajar yang menyenangkan akan menambah motivasi untuk belajar lebih bersemangat. Keenam, bahas soal-soal latihan. Untuk menambah pemahaman terhadap bahan atau materi pelajaran, perlu latihan yang rutin. Isi dan bahan soal-soal yang ada dalam buku paket atau soal-soal yang dibuat tersendiri sebagai bahan latihan. Apakah materi atau bahan pelajaran tersebut sudah dipahami atau belum? Apabila mengalami kesulitan bisa bertanya kepada guru atau teman yang sudah memahami soal-aoal tersebut. Ketujuh, cari pembimbing. Selama belajar sebaiknya mempunyai pembimbing yang bisa mengarahkan dan mengawasi kegiatan belajar sehari-hari. Langkah ini penting agar Anda selalu termotivasi atau terdorong untuk melakukan langkah-langkah serius yang bisa dipertanggungjawabkan. Pembimbing atau pendamping tersebut bisa orang tua, kakak, guru atau orang lain yang mempunyai kemampuan dalam belajar. Kedelapan, antisipasi perkembangan iptek. Pastikan Anda tidak ketinggalan zaman dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Di sini Anda harus peka terhadap perkembangan iptek. Oleh klarena itu, harus memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada dalam masyarakat. Sumber belajar tidak hanya dari guru dan buku paket , tetapi juga bisa memanfaatkan media massa, baik media elektronik (radio, televisi, internet) maupun media cetak (koran, majalah, tabloid). Dengan demikian,

Anda harus aktif dan kreatif dalam mencari berbagai informasi yang aktual berkaitan dengan iptek. Kesembilan, ingat cita-cita. Menyusun tujuan belajar dan menciptakan cita-cita baru bisa menyegarkan semangat seperti awal mula merintis belajar. Tujuan belajar dan cita-cita masa depan dapat dijadikan motivasi atau pendorong yang kuat untuk lebih menggairahkan belajar. Setiap ingat cita-cita masa depan, maka akan terpacu dan bergelora dalam dada untuk belajar lebih sungguh-sungguh. Akhirnya, setelah setiap langkah dilalui dan dilaksanakan, evaluasilah. Apakah kegiatan belajar yang telah dilaksanakan dapat mencapai hasil yang memuaskan atau belum? Apabila hasil belajar belum memuaskan, berarti ada langkah-langkah yang belum dilakukan secara sungguh-sungguh. Di sini perlu introspeksi diri, di sisi mana saja masih ada kekurangan dan kelemahan. Perbaikan diri harus terus-menerus dilakukan setiap saat. Prinsipnya, jangan putus asa apabila mengalami kesulitan selama proses belajar berlangsung. Belajar dan terus belajar sampai paham! (Penulis adalah guru pembimbing dan pembina mading SMAN 10 Bandung)** (Sumber: Galamedia, 10 Juli 2007; 4)

1. Apa pengertian belajar? 2. Mengapa perubahan tingkah laku yang baru yang tidak disadari dan negatif bukan termasuk kegiatan belajar? Jelaskan! 3. Apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum belajar? 4. Jelaskanlah kegunaan jadwal (belajar)? 5. Jelaskan pernyataan bahwa “jadwal ini tidak bersifat mati”! 6. Mengapa jumlah anggota kelompok sebaiknya ganjil? 7. Mengapa kita harus menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan? 8. Apakah menurut Anda pembimbing atau pendamping dalam belajar itu penting? Jelaskan! 9. Jelaskan manfaat dirumuskannya tujuan belajar dan cita-cita! 10. Sebutkanlah tujuan belajar dan cita-cita Anda!

1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 5-7 orang! 2. Carilah dua buah teks nonsastra dari koran, majalah, tabloid, dll.! 3. Tulislah ide pokok setiap paragraf pada teks-teks tersebut! Tulislah ke dalam format seperti seperti pada latihan! 2. Buatlah ringkasan isi teks-teks tersebut! 3. Bagaimana tanggapan Anda mengenai berbagai ide atau gagasan yang disampaikan penulis dalam teks-teks tersebut! 4. Sampaikanlah hasil kerja kelompok Anda pada kelompok lainnya dengan jelas! Mintalah tanggapan dari kelompok lain mengenai isi teks-teks tersebut!

 

Cara Untuk Menyusun Contoh Teks Pidato

Cara Untuk Menyusun Contoh Teks Pidato

Cara Untuk Menyusun Contoh Teks Pidato

Contoh Teks Pidato
Contoh Teks Pidato

Contoh Teks Pidato – Apakah Anda aktif berorganisasi, baik di sekolah maupun di masyarakat? Apabila Anda memiliki peran penting di sekolah atau masyarakat, tidak jarang Anda ditunjuk untuk berpidato dalam acaraacara tertentu. Oleh karena itu, tentunya Anda harus mampu berpidato dengan baik. Sekarang, Anda akan belajar menulis teks pidato. Dengan demikian, kemampuan Anda mendapatkan informasi pada pembelajaranpelajaran sebelumnya dapat dimanfaatkan pada saat menyusun teks pidato.

Pidato adalah penyampaian dan penanaman pikiran, informasi, atau gagasan dari pembicara kepada khalayak ramai. Pidato biasanya disampaikan secara lisan dalam acara-acara resmi, seperti peringatan hari bersejarah, perayaan hari besar, atau pembukaan suatu kegiatan. Untuk dapat berpidato dengan baik harus mempersiapkan materi pidato yang akan disampaikan. Materi pidato tersebut dapat disusun secara lengkap atau hanya pokok-pokoknya saja. Ada tiga langkah utama yang perlu diperhatikan dalam menyusun naskah pidato, yakni meneliti masalah, menyusun uraian, dan melakukan latihan.

Contoh Teks Pidato

1. Meneliti Masalah a. Menentukan Topik dan Tujuan Pidato Topik pembicaraan merupakan persoalan yang dikemukakan. Topik yang akan disampaikankan hendaknya menarik perhatian pembicara dan pendengar. Adapun tujuan pembicaraan berhubungan dengan tanggapan yang diharapkan dari para pendengar. Contoh: Topik : Bahaya rokok bagi kesehatan Tujuan umum : Sosialisasi Tujuan khusus : Memberikan penjelasan untuk mensosialisasikan bahaya rokok bagi kesehatan, baik bagi perokok maupun orang-orang di sekitarnya. b. Menganalisis Pendengar dan Situasi Menganalisis pendengar dan situasi dilakukan untuk mengetahui siapa pendengarnya dan dalam situasi apa pidato itu akan disampaikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis pendengar adalah sebagai berikut. 1) Maksud pengunjung mendengarkan uraian pidato. 2) Adat kebiasaan atau tata cara kehidupan pendengar. 3) Tempat acara berlangsung. c. Memilih dan Menyempitkan Topik Topik yang terlalu luas dapat kita batasi agar lebih fokus dan pembahasan lebih terarah .

2. Menyusun Uraian a. Mengumpulkan Bahan Untuk dapat menyusun pidato, kita harus mengumpulkan bahan yang diperlukan sesuai dengan topik pembicaran. Banyak sumber yang dapat dijadikan bahan pidato, seperti bahan bacaan, hasil mendengarkan, atau pengalaman yang berkesan. b. Membuat Kerangka Uraian Membuat kerangka uraian (sama halnya dengan kerangka karangan) akan memudahkan kita untuk menyusun naskah pidato. Bahan-bahan yang telah kita peroleh disusun sesuai dengan kerangka uraian. c. Menguraikan secara Mendetail Naskah pidato dapat diuraikan secara lengkap sesuai dengan kerangka yang telah dibuat. Dalam penyusunan naskah hendaknya kita menggunakan kata-kata yang tepat dan efektif sehingga memperjelas uraian.

3. Berlatih Berpidato Jika kita belum terbiasa tampil di depan umum, latihan berbicara sangatlah perlu. Kita dapat melatih intonasi, pengucapan, ataupun gaya saat berpidato. Kita juga dapat menentukan metode berpidato yang akan digunakan. Berikut metode pidato yang dapat digunakan setelah kita mempersiapkan naskah pidato. a. Metode Menghafal Berpidato dengan metode menghafal dilakukan dengan cara menghafalkan naskah pidato yang telah disusun. Metode ini memang sedikit merepotkan karena kita harus menghafalkan kata demi kata. Pidato dengan metode ini dapat digunakan untuk pidato pendek dalam situasi yang resmi. b. Metode Naskah Metode ini sering dipakai dalam pidato resmi. Kita tampil berpidato dengan cara membacakan naskah yang telah disusun. Metode dengan membaca naskah agak kaku. Apalagi jika belum terbiasa, pandangan mata kita hanya difokuskan pada naskah, sedangkan pendengar terabaikan. c. Metode Ekstemporan Metode ini dianggap paling ideal. Dalam metode ini, pembicara menyiapkan sebuah naskah yang lengkap untuk disampaikan dalam pidato, akan tetapi pada pelaksanaannya naskah tersebut tidak dibaca seperti pada metode naskah. Naskah pidato berfungsi sebagai catatan materi yang akan disampaikan. Pembicara akan berbicara secara bebas tanpa membaca naskah itu. Adapun struktur penulisan naskah pidato terdiri atas bagian pembuka, isi, dan penutup.

Contoh Teks Pidato – Contoh bagian pembuka pidato:

Bapak/ Ibu guru yang saya hormati, serta rekan-rekan yang saya banggakan, Pertama-tama saya panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt. Saat ini kita masih diberikan keleluasaan umur untuk melakukan segala aktivitas dan rutinitas kita. Semoga langkahlangkah perjuangan kita ada dalam rida-Nya.

Contoh bagian isi pidato:

Hadirin yang saya hormati, Seminar ini diadakan bukan tanpa tujuan. Tujuan pokok seminar ini adalah untuk meningkatkan mutu pengajaran bahasa, terutama bahasa Indonesia dan bahasa daerah, baik sebagai sarana komunikasi maupun sebagai unsur dan pendukung kebudayaan kita. Hal yang perlu kita tingkatkan adalah pengajaran bahasa pada semua jenis jenjang lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan luar sekolah. Contoh bagian penutup pidato: … Seminar ini diadakan dengan harapan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemajuan pengajaran dan perkembangan bahasa Indonesia dan daerah. Mudah-mudahan usaha kita ini diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Wassalamualaikum wr.wb.

Contoh Teks Pidato – Uji Materi

1. Susunlah sebuah teks pidato. 2. Bacakan hasilnya di depan teman-teman Anda. 3. Teman-teman yang lain melakukan pengamatan dengan memberikan penilaian berdasarkan tabel penilaian.

Menulis Karangan Berdasarkan Pengalaman Orang Lain

Dalam pelajaran ini, Anda kan berlatih menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain dalam cerpen. Tulisan tersebut harus meliputi pelaku, peristiwa, dan latar. Dengan demikian, kemampuan menulis Anda akan bertambah.

Anda telah belajar menulis karangan berdasarkan pengalaman diri sendiri. Sekarang, Anda akan melanjutkan pembelajaran tersebut dengan menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memahami dengan benar pembelajaran sebelumnya karena pelajaran tersebut bermanfaat dalam mempelajari pembelajaran berikut ini.

Bacalah dengan saksama cerpen berikut.

Menunggu Cerpen Raisal Kahfi

Contoh Teks Pidato – Aku kembali terpaku pada panorama yang tak asing lagi. Sebuah panorama yang selama ini begitu akrab dengan kehidupanku di kampus hijau ini. Di depanku berdiri kokoh sebatang pohon palem yang tegar dalam kesendirian. Pohon itu dikelilingi rumput basah yang bermandi matahari. Perlahan sisa tetesan embun yang hinggap di atasnya sirna seiring dengan pagi yang semakin tua. Di tempat yang penuh kenangan ini aku masih menunggunya dengan setia, bagiku setia tidak pernah sia-sia. Masih bisa kuhirup aroma pagi walau matahari sudah agak meninggi. Pukul sepuluh, saat yang tepat untuk menunggunya di sini, selasar sebuah masjid yang selalu teduhkan jiwaku. Melapangkan pikiranku dari jenuhnya suasana perkuliahan. Hal inilah yang menjadi salah satu alasanku untuk segera kembali ke tempat ini begitu perkuliahan usai. Begitu juga dengan teman-temanku yang saat ini, di belakangku, sedang asyik membicarakan rencana perjalanan kami ke Jakarta beberapa minggu lagi. Seusai kuliah tempat ini selalu jadi tujuan mereka. Dan kini aku masih asyik sendiri, nikmati matahari dan berbagai aktivitas kehidupan yang saat ini terpajang di depan mataku. Tanpa henti aku memohon pada Tuhan agar pagi ini aku depertemukan dengannya, mahluk indah yang akhir-akhir ini telah mendobrak semesta hatiku dan membuatku jatuh cinta. Kutebar pandanganku. Di kananku sebuah masjid berdiri dengan megah walau tak semegah masjid raya yang ada di alun-alun kotaku. Masjid itu bernama al-Furqon. Tempat ini adalah salah satu tempat yang paling sering kusinggahi. Di beranda masjid kulihat beberapa mahasiswa sedang membaca alQuran. Aku terenyuh melihatnya. Bagaimana tidak? Akhir-akhir ini aku begitu jarang menyentuh kitab suci. Sungguh, aku benar-benar merasa berdosa. Tak jauh dari situ kulihat seorang lelaki yang sedang duduk termenung menatap ke arah pohon palem, seperti aku. Tetapi setelah kuamati, sesekali lelaki itu tersenyum kecil seakan sedang bercakapcakap dengan rumput. Entah apa yang sedang ia pikirkan. Mungkinkah dia sedang terperosok ke dasar lembah cinta sepertiku? Entahlah, yang jelas wajahnya tampak tersenyum. Di depanku, di seberang lapangan rumput, seorang penjual kue donat sedang melayani pembelinya, dua perempuan berjilbab dengan pakaian serba ketat. Dengan genitnya mereka memilih-milih donat yang ada di dalam box, sepertinya si penjual donat cukup gerah juga pada dua perempuan centil itu. Tetapi mereka membuatku teringat pada seseorang yang saat ini masih kutunggu. Apa yang sedang dilakukannya di pagi yang semakin tua ini? Kuharap dia tidak sedang menggoda lelaki lain seperti yang dilakukan oleh dua perempuan itu. Bicara soal jilbab, memang akhir-akhir ini banyak sekali muslimah yang berjilbab bukan karena panggilan hati, melainkan karena panggilan mode. Hal inilah yang terkadang membuatku dan beberapa temanku merasa prihatin. Ya, itu memang hak asasi mereka. Tetapi sejujurnya aku lebih menghormati wanita baik-baik tanpa jilbab daripada wanita berjilbab yang masih gemar mempertontonkan auratnya. Seperti bidadari yang saat ini semakin membuat kesabaranku nyaris habis. Ia tidak berjilbab. Rambutnya bergelombang bagai

Selengkapnya di Sumber: Majalah Cerita Kita, November 2006

Tentang Merangkum Menulis Laporan Informasi Isi Teks Buku

Tentang Merangkum Menulis Laporan Informasi Isi Teks Buku

Tentang Merangkum Menulis Laporan Informasi Isi Teks Buku

Menulis Laporan Informasi
Menulis Laporan Informasi

Menulis Laporan Informasi – Rangkuman dapat diartikan penyajian singkat dari suatu karangan asli, dengan tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandangan pengarangnya. Dengan demikian, merangkum merupakan kegiatan menyingkat bacaan dengan tetap mempertahankan urutan isinya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat ringkasan atau rangkuman, yakni sebagai berikut. 1. Membaca naskah aslinya. Sebelum merangkum, kita harus membaca teks bacaan seluruhnya untuk mengetahui kesan umum, terutama maksud penulis dan sudut pandangannya. 2. Mencatat gagasan utama. Semua gagasan utama dapat dicatat terlebih dahulu atau cukup digarisbawahi. Contohnya:

a. Tataran bahasa terdiri atas fonologi, morfologi, sintaksis, dan wacana. b. Bahasa terdiri atas dua unsur, yaitu unsur segmental dan suprasegmental. c. Yang termasuk unsur segmental ialah fon, suku kata, morfem, kata, frase, klausa, kalimat, alinea, bagian (sejumlah alinea), anak bab, bab, dan karangan utuh. d. Yang termasuk unsur suprasegmental ialah nada, tekanan keras, panjang, dan intonasi. e. Kata merupakan suatu unsur yang dibicarakan dalam morfologi. f. Frase adalah suatu konstruksi yang terdiri atas dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan dan kesatuan tersebut dapat menimbulkan makna baru yang sebelumnya tidak ada. Misalnya, frase rumah ayah muncul makna baru yang menyatakan milik. g. Klausa adalah suatu konstruksi yang sekurang-kurangnya mengandung satu subjek, satu predikat, dan secara fakultatif satu objek. h. Kata, frase, ataupun klausa dapat menjadi sebuah kalimat apabila diberikan unsur suprasegmental.

3. Membuat reproduksi. Setelah melalui kedua tahap tersebut, barulah kita menyusun kembali bacaan tersebut dalam suatu karangan singkat berdasarkan gagasan utama yang telah dicatat. Contohnya:

Menulis Laporan Informasi – Tataran bahasa terdiri atas fonologi, morfologi, sintaksis, dan wacana. Adapun bahasa terdiri atas dua unsur, yaitu unsur segmental dan suprasegmental. Adapun yang termasuk unsur segmental ialah fon, suku kata, morfem, kata, frase klausa, kalimat, alinea, bagian (sejumlah alinea), anak bab, bab, dan karangan utuh. Berikutnya yang termasuk unsur suprasegmental ialah nada, tekanan keras, panjang, dan intonasi. Kata merupakan suatu unsur yang dibicarakan dalam morfologi. Frase adalah konstruksi yang terdiri atas dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan yang dapat menimbulkan makna baru yang sebelumnya tidak ada. Misalnya, dalam frase rumah ayah muncul makna baru yang menyatakan milik. Adapun klausa adalah suatu konstruksi yang di dalamnya sekurang-kurangnya mengandung satu subjek, satu predikat, dan secara fakultatif satu objek. Kata, frase, ataupun klausa dapat menjadi sebuah kalimat apabila diberikan unsur suprasegmental.

Menulis Laporan Informasi – Sekarang, bacalah kutipan informasi dari buku Upacara Tradisional Jawa-Menggali Untaian Kearifan Lokal halaman 1–4 yang ditulis Dr. Purwadi, M. Hum. berikut.

Nilai Filosofis Upacara Tradisional Jawa

Menulis Laporan Informasi – Pengertian Upacara Tradisional Upacara tradisional merupakan salah satu wujud peninggalan kebudayaan. Kebudayaan adalah warisan sosial yang hanya dapat dimiliki oleh warga masyarakat pendukungnya dengan jalan mempelajarinya. Ada caracara atau mekanisme tertentu dalam tiap masyarakat untuk memaksa tiap warganya mempelajari kebudayaan. Kebudayaan tersebut mengandung norma-norma serta nilai-nilai kehidupan yang berlaku dalam tata pergaulan masyarakat yang bersangkutan. Sikap mematuhi norma serta menjunjung nilai-nilai itu penting bagi warga masyarakat demi kelestarian hidup bermasyarakat. Dalam masyarakat yang sudah maju, normanorma dan nilai-nilai kehidupan itu dipelajari melalui jalur pendidikan, baik secara formal maupun nonformal. Lembaga-lembaga pendidikan merupakan tempat belajar bagi para siswa secara formal untuk mempersiapkan diri sebagai warga masyarakat yang me-nguasai keterampilan hidup sehari-hari serta memiliki sikap bawaan. Di luar lembaga pendidikan yang formal, warga masyarakat juga mengalami proses sosialisasi dengan jalan pergaulan serta menghayati pengalaman bersama dengan warga masyarakat lain. Dengan demikian, mereka mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kehidupan sosial budayanya. Proses sosialisasi ditempuh secara nonformal dan yang paling dirasakan akrab ialah pergaulan antarsesama anggota keluarga. Di samping pendidikan formal dan nonformal tersebut, ada suatu bentuk sarana sosialisasi bagi warga masyarakat tradisional, khususnya, yang disebut “upacara tradisional.” Penyelenggaraan upacara itu penting bagi pembinaan sosial budaya warga masyarakat yang bersangkutan. Salah satu fungsinya antara lain adalah pengokoh norma-norma,serta nilai-nilai budaya yang telah berlaku turun-temurun. Upacara tradisional Jawa mengandung nilai filsafat yang tinggi. Kata “filsafat” berasal dari kata majemuk dalam bahasa Yunani, philosophia yang berarti cinta kebijaksanaan. Adapun orang yang melakukannya disebut filsuf yang berasal dari kata Yunani philosopos. Kedua kata itu sudah lama dipakai orang. Dari sejarah telah terungkap bahwa kata-kata itu sudah dipakai oleh filsuf Sokrates dan Plato pada Abad ke-5 Sebelum Masehi. Seorang filsuf berarti seorang pecinta kebijaksanaan, berarti orang tersebut telah mencapai status adimanusiawi atau wicaksana. Orang yang wicaksana disebut juga sebagai jalma sulaksana, waskhita ngerti sadurunge winarah atau jalma limpat seprapat (Mulyono, 1989:16).

Menulis Laporan Informasi- Jika di Barat filsafat diartikan cinta kearifan, di Jawa berarti cinta kesempurnaan atau ngudi kawicaksanan atau kearifan (wisdom). Di Barat lebih ditekankan sebagai hasil renungan dengan rasio atau cipta-akal, pikir-nalar dan berarti pengetahuan berbagai bidang yang dapat memberi petunjuk pelaksanaan sehari-hari. Di dalam kebudayaan Jawa, kesempurnaan berarti mengerti akan awal dan akhir hidup atau wikan sangkan paran. Kesempurnaan dihayati dengan seluruh kesempurnaan cipta-rasa-karsa. Manusia sempurna berarti telah menghayati dan mengerti awal akhir hidupnya. Orang menyebutnya mulih mula, mulanira atau manunggal. Manusia telah kembali dan manunggal dengan penciptanya, manunggaling kawula Gusti. Manusia sempurna memiliki kawicaksanan dan kemampuan mengetahui peristiwa-peristiwa di luar jangkauan ruang dan waktu atau kawaskithan (Ciptoprawiro, 1986: 82). Pandangan hidup orang Jawa atau filsafat Jawa terbentuk dari gabungan alam pikir Jawa tradisional, kepercayaan Hindu atau filsafat India, dan ajaran tasawuf atau mistik Islam. Pandangan hidup tersebut banyak tertuang dalam karya-karya sastra berbentuk prosa dan puisi (Satoto, 1978: 73–74). Dalam budaya Jawa pandangan hidup lazim disebut ilmu kejawen atau yang dalam kesusasteraan Jawa dikenal pula sebagai ngelmu kasampurnan. Wejangan tentang ngelmu kasampurnan Jawa ini termasuk ilmu kebatinan atau dalam filsafat Islam disebut dengan tasawuf atau sufisme. Orang Jawa sendiri menyebutkan suluk atau mistik. Kejawen itu sebenarnya bukan aliran agama, tetapi adat kepercayaan. Dalam kejawen terdapat ajaran yang berdasarkan kepercayaan terhadapTuhan dan lebih tepat lagi disebut pandangan hidup atau filsafat hidup Jawa. Masyarakat lebih sebagai gambaran ideal itu adalah masyarakat yang cara kerjanya berdasarkan suatu tata. Tata dengan kedua aspeknya yaitu formal dan material, batin dan lahir, serta bentuk dan bahan. Cara dengan kedua aspeknya yaitu efisiensi dan efektivitas. Hubungan antara kota dan desa, pusat dan daerah, Jawa dan Luar Jawa dapat dipolakan sebagai hubungan antara tata dan cara. Sudah saatnya upacara yang tidak lagi relevan diganti dengan tata cara atau cara kerja yang maju. Sebuah simpul desa mawa cara, negara mawa tata. Menurut Damardjati (1993), hubungan antara tata dan cara itu adalah juga analog dengan hubungan antara jangka dan jangkah serta orientasi dan operasionalisasinya. Salah satu hal yang memberikan telaah tentang hal itu ialah telaah kosmologis.

Perkembangan pikiran dunia dalam hubungan ini dapat disifatkan berproses mulai dari, kosmosentrisme, teosentrisme, antroposentrisme, teknosentrisme, lalu kembali ke logosentrisme. Logosentrisme Abad 21 ditandai oleh gejala alam sebagai titik balik (turning point), yaitu ketika manusia mulai dikembalikan akibat amalan-amalannya yang negatif. Ketentuan alam ini disadari sebagai tekstur atau anyaman ayat-ayat Tuhan yang Akbar. Orang mulai tertarik kepada telaah tentang Megatrend 2000 dan telaah futurologi lainnya. Adapun bidang agroindustri dimaksudkan untuk kesejahteraan manusia berarti menjadikan manusia tetap sebagai subjek, bukan menjadi objek. Segala sesuatu perlu persiapan yang matang.

Menulis Laporan Informasi – Uji Materi

1. Catatlah pokok-pokok informasi pada kutipan tersebut. 2. Buatlah rangkuman informasi yang diperoleh dari kutipan tersebut ke dalam beberapa kalimat. 3. Bahaslah rangkuman yang telah dibuat dan diskusikan bersama teman-teman Anda. 4. Identifikasikan klausa yang terdapat dalam kutipan informasi dari buku tersebut. 5. Amatilah pekerjaan teman Anda dengan memberikan penilaian berdasarkan tabel penilaian

Kegiatan

1. Bacalah sebuah buku yang Anda minati. 2. Tentukan salah satu bab dalam buku tersebut yang ingin diketahui isinya. Anda dapat menentukannya dengan melihat daftar isinya terlebih dahulu. 3. Catatlah pokok-pokok informasi dari bab tersebut. 4. Buatlah rangkuman dari bab tersebut berdasarkan pokok-pokok informasi yang telah ditulis. 5. Identifikasi pula klausa dalam bab tersebut. 6. Bahaslah rangkuman yang telah dibuat bersama teman-teman Anda. 7. Amatilah pekerjaan teman Anda dengan memberikan penilaian berdasarkan tabel penilaian