Beberapa Diskusi Masalah Masalah Ekonomi Mikro

Beberapa Diskusi Masalah Masalah Ekonomi Mikro

Beberapa Diskusi Masalah Masalah Ekonomi Mikro

Masalah Ekonomi Mikro
Masalah Ekonomi Mikro

Masalah Ekonomi Mikro  – Berikut ini terdapat artikel yang membahas salah satu contoh masalah yang dihadapi ekonomi mikro, terutama dari analisis teori distribusi terutama keuntungan pengusaha. Bagaimana tanggapan kalian tentang masalah di bawah ini? Diskusikan secara berkelompok dengan tinjauan beberapa teori!

Masalah Ekonomi Mikro  – Pasar Tradisional Butuh Proteksi Regulasi Kamis, 19 Oktober 2006 BANDUNG: Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat tetap menuntut perlindungan regulasi bagi pasar tradisional dari serbuan pasar modern di wilayah tersebut seiring pembenahan pengelolaan pasar tradisional. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat, Mustofa Djamaluddin mengatakan Pemprov Jawa Barat menjelaskan proteksi pasar tradisional akan membuka kesempatan perkembangan koperasi dan pengusaha kecil karena pedagang di pasar tradisional memasarkan produk mereka. Berikutnya adalah tuntutan masyarakat berupa pelayanan dan kebersihan, termasuk kenyamanan di pasar tradisional, terlebih di tengah kehadiran pasar modern yang makin marak. Saat ini pemerintah provinsi Jawa Barat telah melakukan penataan 168 pasar di 25 kota dan kabupaten. Secara keseluruhan, jumlah pasar tradisional di wilayah ini mencapai dari 320 unit. Penataan pasar dilakukan bersama Pusat Koperasi Pasar atau Puskopas. Prosesnya, pasar-pasar tradisional itu ditata dari berbagai aspek, di antaranya kebersihannya, katanya dalam acara pembukaan pasar rakyat, pekan lalu.

Masalah Ekonomi Mikro  – Pada proses penataan pasar, menurut Mustofa, sangat perlu dilindungi pedagang-pedagang lama dengan memberikan berbagai keringanan, seperti harga jual pasar pada pedagang lama harus lebih murah dibandingkan pedagang baru. Pada kesempatan yang sama Wali Kota Bandung, Dada Rosada, mengatakan penataan pasar tradisional sangat penting dilakukan, selain untuk memberikan kenyaman pada pengunjung, juga mencegah kesemrawutan akibat pasar tumpah ke jalan. Terminal Terpadu Selain penataan pasar tradisional, Pemerintah Kota Bandung telah merencanakan pembangunan terminal terpadu di Gedebage yang sekarang menjadi pasar induk.

Masalah Ekonomi Mikro  – Saat ini Pemerintah Kota Bandung masih mempelajari proposal dari para calon pengembang. Dada Rosada mengatakan pembangunan terminal terpadu merupakan salah satu solusi untuk mengatasi terminal Cicaheum yang kurang representatif yang akan ditutup. Peruntukan eks-terminal Cicaheum akan diserahkan kepada pengembang, apakah akan dijadikan lokasi perhotelan atau lokasi restoran atau properti komersial lain. Sebelumnya, GKBI Investment mengajak kalangan perusahaan modal ventura daerah memperbaiki pasar tradisional agar kalangan pedagang mampu bertahan menghadapi serbuan peritel modern. Presiden Direktur PT GKBI Investment, Noorbasha Djunaid menyatakan perusahaan siap menjadi penjamin dalam pola kerja sama pembangunan pasar-pasar tradisional itu. Sistemnya BOT (build, operate, and transfer). Pembiayaannya dari masing-masing perusahaan modal ventura di daerah. Ini tidak sulit, ujarnya.

Masalah Ekonomi Mikro  – Dia mencontohkan bagaimana sebuah kawasan pabrik tekstil yang tidak terpakai di Pekalongan disekat-sekat dan berhasil disulap menjadi tempat penjualan produkproduk perajin yang efektif. –Hilman Hidayat– Bisnis Indonesia Dikutip dengan pengubahan dari www.depkop.go.id 

Masalah Ekonomi Mikro – Rangkuman

1. Secara umum subjek dalam ekonomi dibagi menjadi dua cabang, yaitu ekonomi mikro, yang membahas perilaku individu dan perusahaan dalam menghadapi permasalahan ekonomi, dan ekonomi makro, yang mempelajari sistem ekonomi secara keseluruhan baik menyangkut masalah total produksi barang dan jasa, total pendapatan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, dan berbagai permasalahan sejenis.

Masalah Ekonomi Mikro

2. Ekonomi makro menganalisis keadaan keseluruhan dari kegiatan perekonomian dan tidak membahas kegiatan produsen, konsumen, atau pemilik faktor produksi secara individu tetapi secara total. Dengan demikian permasalahan yang dibahas dalam ekonomi makro berbeda dengan ekonomi mikro.

Masalah Ekonomi Mikro

Masalah Ekonomi Mikro  – Evaluasi

I. Berilah tanda silang (x) pada salah satu jawaban yang benar! 1. Berikut ini merupakan permasalahan ekonomi mikro, yaitu …. a. pendapatan nasional b. inflasi c. perilaku produsen d. pengangguran e. pertumbuhan ekonomi 2. Harga barang-barang naik secara terus-menerus dan berlangsung lama. Kondisi ini menggambarkan permasalahan yang dihadapi …. a. ekonomi makro b. ekonomi mikro c. ekonomi terapan d. ekonomi rakyat e. bukan permasalahan ekonomi 3. Harga ditentukan oleh mekanisme pasar. Pernyataan tersebut merupakan masalah yang dibahas dalam …. a. ekonomi makro b. ekonomi mikro c. ekonomi terapan d. ekonomi rakyat e. bukan permasalahan ekonomi 4. Ahli ekonomi berikut yang merupakan pelopor ekonomi makro adalah …. a. J.S. Mill b. Adam Smith c. Pigou d. Marshall e. J.M. Keynes 5. Pelopor ekonomi mikro adalah …. a. J.S. Mill d. Marshall b. Adam Smith e. J.M. Keynes c. Pigou

6. Peristiwa kegagalan panen kelapa sawit akibat terjadinya pemogokan karyawan PT Perkebunan Nusantara termasuk masalah …. a. ekonomi makro b. ekonomi mikro c. ekonomi rakyat d. ekonomi makro dan mikro e. bukan permasalahan ekonomi 7. Peristiwa khawatirnya pengamat ekonomi atas meningkatnya inflasi akibat pesatnya pertumbuhan ekonomi termasuk masalah …. a. ekonomi rakyat b. ekonomi makro c. ekonomi makro dan mikro d. bukan permasalahan ekonomi e. ekonomi mikro 8. Peristiwa jatuhnya angka indeks harga produsen termasuk masalah …. a. ekonomi mikro b. ekonomi rakyat c. bukan permasalahan ekonomi d. ekonomi makro dan mikro e. ekonomi makro 9. Peristiwa naiknya tarif angkutan umum di DKI Jakarta akibat dikuranginya subsidi BBM termasuk masalah …. a. ekonomi makro b. ekonomi mikro c. ekonomi rakyat d. ekonomi makro dan mikro e. bukan permasalahan ekonomi 10. Peristiwa meningkatnya pengangguran akibat resesi ekonomi di Indonesia termasuk masalah …. a. ekonomi terapan b. ekonomi mikro c. bukan permasalahan ekonomi d. ekonomi makro e. ekonomi makro dan mikro

11. Peristiwa pesatnya kemampuan teknologi yang membuat harga komputer semakin murah termasuk masalah …. a. ekonomi makro b. ekonomi rakyat c. ekonomi makro dan mikro d. bukan permasalahan ekonomi e. ekonomi mikro 12. Peristiwa naiknya harga bahan baku impor yang membuat produsen lokal menaikkan harga termasuk masalah …. a. ekonomi mikro b. ekonomi makro c. ekonomi rakyat d. ekonomi makro dan mikro e. bukan permasalahan ekonomi 13. Peristiwa krisis ekonomi Asia 1997–1998 yang menjatuhkan perusahaan Indonesia termasuk masalah …. a. ekonomi rakyat b. ekonomi makro c. ekonomi mikro d. bukan permasalahan ekonomi e. ekonomi makro dan mikro 14. Berapa batas maksimal tingkat pengangguran yang masih dapat digolongkan sebagai full emplo ment? a. 6% b. 8% c. 4% d. 10% e. 7% 15. Berikut ini yang bukan ahli ekonomi mikro adalah …. a. Adam Smith b. David Ricardo c. Marshall d. J.M. Keynes e. Pigou

II. Selesaikanlah soal-soal berikut ini! 1. Sebutkan pengertian dari ekonomi mikro dan ekonomi makro! 2. Apa yang membedakan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro? 3. Harga dapat ditinjau secara makro dan mikro. Pada situasi seperti apakah hal tersebut terjadi? 4. Masalah-masalah ekonomi apa yang dihadapi Indonesia sekarang ini? 5. Jika harga suatu barang naik menurut tinjauan mikro, mekanisme harga akan menyelesaikannya. Bagaimana hal tersebut terjadi? 6. Sebutkan permasalahan dari ekonomi makro! 7. Apa saja yang dipelajari dalam ekonomi mikro? 8. Apa saja yang dipelajari dalam ekonomi makro? 9. Apa yang dimaksud dengan inflasi? 10. Sebutkan bagaimana cara mengatasi masalah pengangguran di Indonesia!

Unjuk Sikap Lima Tahun Lagi Ada 116,5 Juta Orang di Negeri Ini Serbu Pasar Kerja SERAM! Kondisi sebagaimana judul di atas akan melanda negeri ini tahun 2009. Ketika itu dari perkiraan jumlah penduduk 228,9 juta orang, sebanyak 168,9 juta jiwa atau 73,7 persen di antaranya merupakan penduduk usia kerja. Dari jumlah ini, 116,5 juta orang atau 69 persen dari penduduk usia kerja dipastikan menyerbu pasar kerja sehingga sangat menakutkan karena pertumbuhan ekonomi belum jelas besarannya.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dorodjatun Kuntjoro Jakti, pada Sosialisasi dan Penyerahan Buku Rencana Tenaga Kerja Nasional (RTKN) 2004-2009 di Jakarta, Rabu (23/6), situasi ketenagakerjaan yang menakutkan itu harus bisa dikikis. Paling tidak, kata dia, Indonesia harus memosisikan tenaga kerjanya dalam konteks global untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi menjadi 6–7 persen. Sebab, kata Dorodjatun, berbagai faktor, baik ekonomi maupun nonekonomi, sangat memengaruhi masalah ketenagakerjaan di Indonesia sehingga membutuhkan penyelesaian yang multidimensi.

Artinya, penanggulangan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu departemen, tetapi harus melibatkan semua institusi pemerintah dan swasta. Dengan memosisikan tenaga kerja masuk pasar internasional dengan kualitas relatif tinggi, maka pertumbuhan ekonomi bisa membaik karena secara otomatis pendapatan masyarakat ikut naik. Apalagi Menko menjelaskan bahwa masih sedikit investasi asing langsung (FDI) masuk. Proteksi oleh beberapa negara.

birokrasi yang kurang kondusif bagi pengembangan usaha adalah faktor yang memengaruhi masalah tenaga kerja. Kondisi tersebut diperparah dengan persoalan lain di dalam negeri, seperti pelaksanaan otonomi daerah, yang dalam banyak hal sering tidak mendukung penciptaan lapangan kerja. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 4 persen belum cukup mampu menyerap pertambahan jumlah pengangguran. Faktor stabilitas politik dan keamanan juga ikut memperparah. –Agnes Swetta Pandia– Dikutip dengan pengubahan dari Harian Umum Kompas, 24 Juni 2004 Sumber: www.nakertrans.go.id Setelah membaca wacana di atas, jawablah pertanyaan berikut! 1. Apa pendapatmu tentang situasi tersebut? 2. Apa yang akan kalian lakukan untuk menghadapi situasi tersebut mengingat suatu hari nanti kalian termasuk tenaga kerja yang menyerbu pasar tenaga kerja? 3. Apa yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi hal tersebut? Unjuk Kerja Dengan memerhatikan lingkungan sekitarmu, permasalahan apa sajakah yang termasuk bahasan ekonomi makro dan ekonomi mikro?

 

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Ekonomi Mikro
Ekonomi Mikro

Ekonomi Mikro

A. Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Ilmu ekonomi sangat luas cakupannya, sehingga dibagi menjadi beberapa bidang khusus, contohnya ekonomi moneter, ekonomi keuangan pemerintah, ekonomi perburuhan, ekonomi internasional, ekonomi regional, ekonomi pembangunan, dan ekonomi perkotaan. Bidang-bidang tersebut tercakup dalam dua teori pokok dalam analisis ekonomi, yaitu teori mikroekonomi (ekonomi mikro) dan teori makroekonomi (ekonomi makro).

Ekonomi Mikro

1. Ekonomi Mikro Kalian tentu telah mengenal dan memahami arti kata mikro yang berarti kecil. Jadi, ekonomi mikro dapat diartikan sebagai ilmu ekonomi kecil. Menerangkan arti teori mikroekonomi dengan menerjemahkan masing-masing perkataan dalam istilah tersebut tidak akan memberi penjelasan yang tepat mengenai arti dari konsep mikroekonomi. Arti yang sebenarnya hanya dapat dilihat dari corak dan ruang lingkup analisisnya, teori mikroekonomi dapat didefinisikan sebagai satu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.

Ekonomi Mikro – Teori mikroekonomi bertitik tolak dari pandangan yang menganggap bahwa faktor-faktor produksi atau sumber-sumber yang dimiliki masyarakat adalah terbatas, sedangkan keinginan manusia tidak terbatas. Jadi, yang menjadi analisis teori mikroekonomi adalah bagaimanakah caranya menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran dapat dimaksimumkan. Berdasarkan pemikiran di atas, masyarakat haruslah membuat pilihan-pilihan. Kegiatan memilih ini perlu dibedakan pada dua aspek yaitu dalam kegiatan memproduksi barang dan jasa dan dalam kegiatan menggunakan (konsumsi) barang dan jasa. Masalah memilih dalam teori mikroekonomi dikemukakan dengan tiga pertanyaan, yaitu: a. Apakah jenis-jenis barang dan jasa yang harus diproduksikan? b. Bagaimanakah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat akan dihasilkan? c. Untuk siapakah barang dan jasa tersebut diproduksi?

Ekonomi Mikro – Pertanyaan pertama yaitu apakah jenis-jenis barang dan jasa yang diproduksi merupakan persoalan yang akan menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang dijalankan dalam perekonomian dengan perkataan lain, pilihan-pilihan para konsumen merupakan faktor penting dalam menentukan jenis-jenis kegiatan memproduksi yang harus dijalankan. Analisis mengenai interaksi di antara produsen dan konsumen (penjual dan pembeli) dijelaskan dalam teori permintaan dan penawaran. Dan teori perilaku konsumen menerangkan dengan lebih terinci sikap para pembeli dalam memilih barang dan jasa yang akan dibelinya.

Ekonomi Mikro

b. Menentukan Cara Memproduksi yang Paling Efisien

Ekonomi Mikro – Untuk mewujudkan barang dan jasa diperlukan faktor-faktor produksi yang sering disebut sumbersumber daya atau resources. Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam setiap perekonomian terbatas jumlahnya dan memerlukan biaya atau pengorbanan untuk memperolehnya. Oleh karena itu, para pengusaha harus membuat pilihan agar dapat mencapai efisiensi yang tinggi dalam menggunakan faktor-faktor produksi. Dengan kata lain, sebelum menjalankan kegiatan memproduksinya, setiap pengusaha harus menyelesaikan persoalan kedua yang dinyatakan sebelumnya yaitu bagaimanakah caranya memproduksikan barang yang akan dijualnya untuk memenuhi kebutuhan para konsumen? Analisis-analisis dalam teori mikroekonomi yang menerangkan tentang teori produksi (fungsi produksi), biaya produksi dan struktur pasar dan penentuan harga dan jumlah produksi di berbagai pasar bertujuan untuk menerangkan bagaimana seorang produsen memecahkan persoalan tersebut.

c. Untuk Siapa Barang akan Diproduksi

Ekonomi Mikro – Setelah mengetahui jenis-jenis faktor produksi yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan memproduksi, produsen akan pergi ke pasar faktor untuk mendapatkan faktor-faktor produksi yang diperlukannya. Sifat interaksi di antara para pengusaha (pembeli faktor produksi) dan rumah tangga (pemilik faktor produksi) dalam pasar faktor diterangkan dalam teori distribusi. Teori ini menerangkan beberapa hal berikut ini. 1) Sifat umum dari interaksi di antara pengguna dan penjual faktor produksi di pasar faktor. 2) Caranya berbagai pendapatan faktor produksi (upah, sewa, bunga, dan keuntungan) ditentukan di pasar.

Sebagai akibat dari penggunaan faktor-faktor produksi dalam kegiatan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, akan tercipta aliran pendapatan pada faktor-faktor produksi yang digunakan. Aliran ini akan menentukan corak distribusi pendapatan dalam masyarakat.

a. Interaksi di Pasar Barang Aspek ini mengenai kegiatan suatu pasar barang, misalnya pasar kopi atau pasar karet. Menurut pandangan mikroekonomi, suatu perekonomian itu merupakan gabungan dari berbagai jenis pasar, termasuk barang dagang. Maka untuk mengenal corak kegiatan suatu perekonomian antara lain perlu memerhatikan corak operasi suatu pasar barang. Dalam teori ekonomi, pasar adalah suatu institusi yang pada umumnya tidak terjadi secara fisik, yang mempertemukan penjual dan pembeli suatu barang. Melalui interaksi antara penjual dan pembeli yang berlaku dalam pasar akan dapat ditentukan tingkat harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan. b. Tingkah Laku Penjual dan Pembeli Aspek berikut ini adalah tentang tingkah laku pembeli dan penjual di pasar. Aspek ini bertitik tolak dari dua asumsi. Asumsi yang pertama adalah para pembeli dan penjual menjalankan kegiatan ekonomi secara rasional. Adapun asumsi kedua adalah para pembeli berusaha memaksimumkan kepuasan yang mungkin dinikmatinya, sedangkan penjual berusaha memaksimumkan keuntungan yang akan diperolehnya. Berdasarkan asumsi tersebut, maka teori mikroekonomi menunjukkan: 1) bagaimana seorang pembeli menggunakan sejumlah pendapatan (atau uang) untuk membeli berbagai jenis barang yang dibutuhkannya, 2) bagiamana seorang penjual (produsen) menentukan tingkat produksi yang akan dilakukan c. Interaksi di Pasar Faktor Interaksi di pasar faktor adalah interaksi penjual dan pembeli di pasar faktor-faktor produksi. Individu-individu dalam perekonomian adalah pemilik faktor-faktor produksi. Mereka menawarkan faktor-faktor produksi tersebut untuk memperoleh pendapatan. Pendapatan tersebut seterusnya akan digunakan untuk membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan. Dengan demikian kajian ekonomi mikro adalah sebatas unitunit aktivitas yang dilakukan oleh individu-individu (baik orang per orang, rumah tangga, perusahaan, maupun industri). Jadi, ekonomi mikro memusatkan perhatian pada analisis bagaimana konsumen akan mengalokasikan pendapatannya yang terbatas terhadap sekian macam barang dan jasa yang dibutuhkan, sehingga ia akan memperoleh kepuasan. Selain itu, juga menganalisis bagaimana produsen dengan anggaran yang sudah ditetapkan, ia akan memperoleh keuntungan yang maksimum. Oleh karena itu topik yang dipelajari dalam ekonomi mikro berkisar pada teori tingkah laku konsumen, teori produksi, teori biaya produksi, dan macam-macam bentuk pasar (industri)

2. Ekonomi Makro Makro berarti besar. Dari arti kata makro tersebut sudah dapat diduga bahwa teori makroekonomi membuat analisis mengenai kegiatan dalam suatu perekonomian dari sudut pandang yang berbeda dengan teori mikroekonomi. Analisis makroekonomi merupakan analisis terhadap keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisisnya bersifat umum dan tidak memerhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Dalam menganalisis kegiatan pembeli (dalam makroekonomi mereka dinamakan sebagai konsumen), yang dianalisis bukanlah mengenai tingkah laku seorang pembeli tetapi keseluruhan pembeli yang ada dalam perekonomian. Begitu pula, dalam menganalisis tingkah laku produsen, yang diamati bukanlah kegiatan seorang produsen tetapi kegiatan keseluruhan produsen dalam perekonomian.

a. Asal Usul Teori Makroekonomi Pada akhir tahun 1920-an dan permulaan tahun 1930-an terjadi kemunduran kegiatan perekonomian yang sangat serius di berbagai negara di dunia dan terutama di negara-negara industri seperti Amerika Serikat dan Inggris. Peristiwa itu dimulai dari kemrosotan ekonomi di Amerika Serikat. Sebagai akibat dari peristiwa ini maka pengangguran yang sangat tinggi berlaku dan industri-industri beroperasi jauh di bawah kapasitas normal. Sumber dari kemunduran ekonomi ini adalah kekurangan permintaan dalam masyarakat.

b. Pandangan Utama Teori Keynes Secara garis besar, pandangan dalam buku Keynes tersebut dapat dibedakan pada dua aspek berikut ini. 1) Mengemukakan beberapa kritik atas pandangan ahli-ahli ekonomi klasik mengenai faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan sesuatu perekonomian. Kritik-kritik tersebut menunjukkan kelemahan-kelemahan dari pandangan yang menjadi landasan pada keyakinan ahli-ahli ekonomi klasik bahwa penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang kuat selalu dicapai. 2) Menerangkan pula faktor utama yang akan menentukan prestasi kegiatan ekonomi suatu negara. Keynes berpendapat, pengeluaran agregat yaitu perbelanjaan masyarakat atas barang dan jasa adalah faktor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai suatu negara. Selanjutnya, Keynes berpendapat bahwa dalam sistem pasar bebas penggunaan tenaga kerja penuh tidak selalu tercipta dan diperlukan usaha dan kebijakan pemerintah untuk menciptakan tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Analisis makroekonomi berusaha memberi jawaban pada pertanyaanpertanyaan yang dikemukakan, yaitu: 1) faktor-faktor apakah yang menentukan tingkat kegiatan suatu perekonomian? 2) mengapa pertumbuhan ekonomi tidak selalu kuat? 3) mengapa kegiatan ekonomi tidak berkembang dengan stabil? 4) mengapa pengangguran dan kenaikan harga-harga selalu berlaku? Selain menerangkan faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi negara dan keadaan-keadaan yang menciptakan berbagai masalah, makroekonomi juga menjelaskan pula langkah-langkah yang dapat digunakan pemerintah untuk masalah-masalah tersebut.

1) Penentuan Kegiatan Ekonomi Analisis mengenai penentuan tingkat kegiatan yang dicapai suatu perekonomian merupakan bagian terpenting dari analisis makroekonomi. Berdasarkan pandangan Keynes, analisis makroekonomi menunjukkan bahwa tingkat kegiatan perekonomian ditentukan oleh pengeluaran agregat dalam perekonomian. Komponen pengeluaran agregat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu: a) pengeluaran konsumsi rumah tangga, b) investasi perusahaan-perusahaan, c) pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah, dan d) ekspor.

2) Masalah Pengangguran dan Inflasi Teori makroekonomi dilengkapi pula dengan analisis yang lebih mendalam mengenai bentuk masalah yang akan timbul apabila pengeluaran agregat akan mencapai tingkat yang diperlukan untuk mewujudkan kesempatan kerja penuh tanpa inflasi. Tujuan ini sukar untuk dicapai. Pada umumnya pengeluaran agregat yang sebenarnya adalah lebih rendah daripada yang diperlukan untuk mencapai kesempatan kerja penuh. Keadaan ini menyebabkan kenaikan harga-harga atau inflasi. Kedua masalah tersebut (pengangguran dan inflasi) menimbulkan efek yang tidak baik pada masyarakat dan pada kegiatan perekonomian dalam jangka panjang. Maka kedua masalah tersebut harus dihindari atau keseriusan masalahnya dikurangi.

3) Peranan Kebijakan Pemerintah Salah satu aspek penting dari ciri kegiatan perekonomian yang menjadi titik tolak analisis dalam teori makroekonomi adalah pandangan bahwa sistem pasar bebas tidak selalu dapat mewujudkan penggunaan tenaga kerja penuh, kestabilan harga-harga, dan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Langkahlangkah pemerintah yang utama dalam mengatasi masalah pengangguran dan inflasi dibedakan menjadi dua bentuk kebijakan, yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kebijakan fiskal adalah upaya pemerintah mengubah struktur serta jumlah pajak dan pengeluarannya dengan maksud memengaruhi tingkat kegiatan perekonomian. Adapun kebijakan moneter adalah langkahlangkah pemerintah dalam memengaruhi jumlah uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan tujuan untuk mengatasi masalah perekonomian yang dihadapi.