Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas – Sudah merupakan suatu hal biasa kalau orang-orang pencinta lingkungan hidup selalu mengumandangkan kekhawatiran mereka tentang kelestarian hayati. Berbagai imbauan, peringatan, dan kekhawatiran tentang hal ini telah dilakukan baik melalui iklan media massa, penyuluhan maupun diklat-diklat. Pada abad sekarang, manakala manusia sudah mengikuti arus industrialisasi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, banyak kegiatan yang tanpa sadar mengancam kelestarian biodiversitas. Jika hal ini dibiarkan, keanekaragaman hayati dapat mengalami penurunan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Memang bukan hanya kegiatan manusia yang dapat mengancam penurunan biodiversitas. Namun, penyebab lain pun secara tidak langsung merupakan campur tangan manusia. Berikut ini dapat kita simak beberapa hal tersebut.

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas
Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

1. Perusakan, Fragmentasi, dan Pemusnahan Habitat

Di Indonesia, problem kepadatan penduduk menjadi faktor yang langsung mengancam biodiversitas. Program transmigrasi dari Pulau Jawa ke pulau lain yang merupakan lahan habitat makhluk hidup kekayaan dunia telah menjadi penyebab rusak atau musnahnya habitat. Berbagai hutan di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi dibuka dan dimusnahkan untuk area pemukiman.

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

2. Masuknya Jenis Hewan dan Tumbuhan Baru pada Suatu Habitat tanpa Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang Saksama

Akibat kelalaian proses litbang, masuknya hewan dan tumbuhan baru pada suatu habitat akan mengganggu keseimbangan ekosistem. Tanpa diteliti karakternya, kemungkinan hewan dan tumbuhan baru tersebut menjadi pesaing bagi hewan dan tumbuhan yang ada. Kompetitor ini mungkin akan memusnahkan organisme tuan rumah. Dapat pula hewan baru ternyata menjadi hama dan gulma.

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

3. Penggunaan yang Berlebihan Jenis Tumbuhan dan Hewan pada Suatu Habitat

Manusia membutuhkan makanan, pakaian, rumah, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya dengan memanfaatkan hewan dan tumbuhan di sekitarnya. Tanpa memperhitungkan proses reproduksi hewan dan tumbuhan, manusia terus-menerus mengeksploitasi kedua jenis makhluk hidup sampai pada suatu saat banyak hewan dan tumbuhan menjadi langka atau punah.

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas – Hewan liar diburu di berbagai tempat. Jumlah yang diburu sangat banyak. Pemburu bukan hanya tidak mempunyai izin berburu, tetapi juga melakukan perburuan di kawasan konservasi termasuk taman nasional. Perburuan komersial yang tidak terkendali merupakan masalah gawat untuk jenis tertentu. Banyak hewan buruan yang sangat disukai di Indonesia, misalnya babi rusa (Babyrousa babyrussa), anoa (Bubalus depressicornis dan B. quarlesi), Kuau raja (Argusianus argus), walabi saham (Macropus agile), rusa jawa (Cervus timorensis), kasuari (Casuarius cauaris), ular sanca batik (Phyton reticulatus), burung rangkong (Bucros bicornis), berbagai burung hias, di antaranya kakaktua raja (Proboscijer atterrimus), Kepodang (Oriolus chinensis), Curik Bali (Leucopsar roschildi), Beo (Gracula religiosa), Perkutut Jawa (Geopelia striata), ayam hutan (Gallus varius), Ikan arwana (Scleropages formosus) juga menjadi ikan yang banyak diburu.

Info Biologi

Akibat Impor Tumbuhan Asing

Akibat bebasnya mendatangkan hewan dan tumbuhan asing ke dalam wilayah Indonesia, masuknya tumbuhan Akasia berduri dari Afrika mendatangkan malapetaka. Awalnya diniatkan untuk membuat jalur pembatas padang rumput di taman Nasional Baluran Jawa Timur, dengan menanam sejumlah Akasia berduri dari Afrika. Namun, Akasia ini tumbuh begitu cepat, bukan lagi di jalur pembatas, melainkaan di seluruh area padang rumput, merusak eksistensi tanaman yang ada. Untuk mencegah meluasnya pertumbuhan Akasia tersebut, pengelola taman nasinal Baluran melakukan buldoser. Sumber: media elektronik, TV .

Pencemaran (Air, Tanah, Udara) dalam Ekosistem

Manusia semakin banyak. Sisa kebutuhan hidupnya merupakan limbah yang mengancam. Limbah pabrik maupun limbah domestik (dari rumahrumah) merupakan bahan pencemar lingkungan. Satu contoh saja, mengenai limbah detergen. Detergen tidak mudah diuraikan, zat ini akan membunuh organisme perairan. Jika di perairan tersebut terdapat eceng gondok, dengan adanya detergen akan terjadi eutrofikasi, dalam waktu singkat terjadi ledakan pertumbuhan eceng gondok hingga menutup permukaan perairan. Cahaya matahari sulit masuk ke dalam perairan, menyebabkan tumbuhan air sulit melakukan fotosintesis. Rentetan berikutnya adalah kekurangan oksigen dan biota perairan mati.

Perubahan Iklim Global (Pemanasan Bumi)

Penggunaan zat kimia tertentu oleh manusia (misalnya PVC), pembakaran zat tertentu, telah menyebabkan ozon atmosfer berubah wujud secara kimiawi. Akibatnya fungsi ozon sebagai penangkal cahaya matahari hilang, dan bumi menjadi panas. Bumi mengalami efek rumah kaca. Atmosfer yang rusak ozonnya disebut memiliki lubang ozon. Intensitas cahaya matahari yang dapat ditangkal sekitar 90% oleh ozon, kini mengancam bumi 100% karena lubang ozon. Bumi akan mengalami pemanasan global karena panas yang masuk tidak dapat dipantulkan melewati atmosfer bumi. Selain itu, musnahnya hutan-hutan yang menjadi paru-paru dunia, akibat eksploitasi kayu-kayu oleh manusia, menyebabkan bumi bertambah panas.

Perkembangan Industri Pertanian dan Industri Perhutanan

Menurut Global Diversity Assesment, Heywod, 1995, pertanian komersial modern telah mendatangkan aspek negatif terhadap keanekaragaman hayati pada semua tingkat dari keanekaragaman ekosistem, spesies, dan genetik. Sebagai contoh, coba kita diskusikan dengan teman-teman, apa yang akan terjadi jika sebuah hutan diubah menjadi lahan monokultur. Lahan monokultur yang ada di Indonesia biasanya sawah. Sawah hanya ditanami satu jenis tanaman yaitu padi. Tentu dampaknya sangat merugikan eksistensi keanekaragaman hayati apabila hutan diubah menjadi sawah. Lahan akan kehilangan banyak plasma nutfah, ekosistem berubah, terjadi ledakan hama yang kehilangan habitatnya. Tanah pada lahan hutan yang diubah menjadi sawah lambat laun akan kehilangan banyak macam unsur hara. Dunia pertanian modern juga telah melahirkan pupuk buatan, dan pestisida kimiawi yang menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Pemanfaatan hasil hutan untuk segala sektor kehidupan, juga telah menyebabkan punahnya plasma nutfah.

Penambangan Logam dan Pemanfaatan Biota Laut

Penambangan logam biasanya diikuti dengan pengubahan suatu daerah menjadi daerah penambangan. Hutan dibuka, lalu dibangun daerah pertambangan. Sisa bidang-bidang habitat alami semakin kecil dan terasing, sehingga jenis margasatwa setempat cenderung punah. Padahal kepunahan berarti hanya menjadi sejarah. Kita harus memerhatikan kondisi yang dianugerahkan Tuhan yang menuntut kepedulian manusia agar tidak mempercepat kepunahan suatu jenis makhluk. Kondisi tersebut, di antaranya:

a. persebarannya sedikit dan kemampuan menyesuaikannya kecil; b. hanya ditemukan di daerah sempit; c. membutuhkan daerah luas untuk dapat bertahan hidup; d. dan tumbuhan dengan kekhususan tinggi. e. pemangsa besar yang diburu oleh manusia; f. mempunyai nilai komersial; g. pernah mempunyai kisaran luas dan berdekatan, tetapi sekarang terbatas pada kantong-kantong kecil habitat. Biota laut yang sebagian besar dimanfaatkan sebagai sumber makanan, diambil oleh nelayan dengan cara-cara yang merusak habitat, misalnya dengan menggunakan pukat harimau. Untuk mengantisipasi ancaman terhadap keanekaragaman hayati Indonesia, diperlukan upaya-upaya untuk melestarikannya sebagaimana dijelaskan dalam uraian berikut.

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Tekanan berbagai kepentingan pemanfaatan hayati di banyak kawasan, mengancam kekayaan margasatwa Indonesia. Kepulauan Indonesia berupa alam sangat luas dan penting baik secara nasional, maupun internasional. Indonesia mempunyai tanggung jawab dunia dan nasional untuk memerhatikan secara sungguh-sungguh mengenai perlindungan. Kini lebih dari 350 daerah di Indonesia ditetapkan untuk konservasi, meliputi upaya pelestarian ekosistem dan melindungi tanah dan air. Selain itu, Indonesia juga harus memerhatikan hal-hal yang mengkhawatirkan, seperti: 1) bagian terkaya daerah pelestarian telah hilang di daerah hutan penebangan; 2) petani mencari keuntungan lebih untuk nafkah hidup; 3) pembangunan jalan melintasi batas hutan dan menembus taman nasional; 4) pencarian dan penambangan mineral di banyak taman nasional dan kawasan lindung, sehingga mengganggu hutan dan margasatwa, juga pencemaran yang tinggi; 5) kelambanan penanganan pelestarian akan mempercepat hilangnya hayat, hilangnya banyak daerah dan jenis khas yang tak tergantikan.

Agar ekosistem yang rusak cepat pulih, kita harus memberikan kesempatan pada ekosistem tersebut untuk melakukan pemulihan alami karena ekosistem mempunyai kekuatan pemulihan luar biasa. Ada dua cara pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, yaitu sebagai berikut. 1. Budi daya atau pemuliaan hayati di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan sebagainya. 2. Pelestarian hayati, meliputi upaya in situ dan ex situ. a. Pelestarian secara in situ, yaitu melindungi sumber hayati di tempat aslinya. Hal ini dilakukan sehubungan dengan keberadaan organisme yang memerlukan habitat khusus, dan akan membahayakan kehidupan organisme tersebut jika dipindahkan ke tempat lainnya, contoh: cagar alam, hutan lindung, suaka margasatwa, taman laut. b. Pelestarian secara ex situ, merupakan bentuk perlindungan kenanekaragaman hayati Indonesia dengan cara memindahkan hewan atau tumbuhan ke tempat lainnya yang cocok bagi kehidupannya, contoh: kebun raya, hutan nasional, hutan produksi, kebun binatang, Tabulampot (tanaman budi daya dalam pot).

Membuat Kebun Tanaman Dapur atau Tanaman Obat Keluarga

Sebagai manusia kita akan selalu membutuhkan makhluk lain. Kita juga membutuhkan lingkungan hidup yang sehat, bersih, hijau agar kegiatan tidak terganggu oleh penyakit, atau gangguan pada aspek fisiologis tubuh. Salah satu cara menata lingkungan hidup kita berdasarkan karakter alami adalah dengan penghijauan (greening), baik di rumah maupun di sekolah. Untuk melakukannya, kita dapat membuat kebun tanaman dapur atau kebun tanaman obat keluarga. Langkah yang dapat lakukan adalah sebagai berikut

1. Menentukan lahan di sekolah. Manfaatkan lahan seluas apa pun, di depan kelas, di halaman sekolah, di depan laboratorium, ataupun di depan perpustakaan. Jika lahan di sekolah tidak ada, kita dapat membuat kebun dengan cara tabulampot (tanaman budi daya dalam pot). 2. Menentukan jenis tanaman yang akan dibudidayakan, apakah kelompok tanaman dapur atau kelompok tanaman obat.

Pengertian Tingkat Keanekaragaman Hayati

Pengertian Tingkat Keanekaragaman Hayati

Pengertian Tingkat Keanekaragaman Hayati

Tingkat Keanekaragaman Hayati – Suatu hari Puspita, gadis yang sangat menyenangi binatang berjalan-jalan ke pasar tradisional dan ke petshop di toserba. Di kedua tempat tersebut dia melihat-lihat berbagai jenis hewan dalam sangkar kecil, yang sedang dijajakan. Selain anjing, kucing, burung, kelinci, dan kura-kura yang sudah dia kenal, kini didapatinya pula hewan-hewan yang belum dia lihat secara langsung, misalnya oposum, burung hantu, kelelawar, dan ayam mutiara. Semakin hari, jenis hewan yang ditawarkan semakin beragam. Puspita bertanya-tanya, dari mana asalnya hewan-hewan tadi? Tentunya hewan tersebut diambil dari habitatnya di hutan-hutan kawasan Indonesia. Mereka terpaksa menjalani kehidupan baru di sangkar yang sempit, mengekang kebebasannya. Mereka harus siap dijual kepada siapa pun yang belum tentu dapat memeliharanya dengan baik.

Tingkat Keanekaragaman Hayati – Dikhawatirkan pula hewan-hewan tersebut dibeli oleh orang-orang asing, turis yang akan membawa mereka ke luar Indonesia. Hewan yang dijual biasanya masih muda, belum dapat melakukan reproduksi. Jika setiap anak hewan dieksplorasi demikian, dapat dipastikan telah terjadi eksplorasi aset kekayaan Indonesia. Salah satu kekayaan hayati Indonesia digerogoti sedikit demi sedikit oleh orang-orang yang kurang memerhatikan kelestarian satwa. Lambat laun, maraknya perdagangan satwa di pasar-pasar tersebut mengancam kelestarian satwa dan akan mengurangi perbendaharaan diversitas fauna Indonesia.

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Tingkat Keanekaragaman Hayati
Tingkat Keanekaragaman Hayati

Tingkat Keanekaragaman Hayati – Keanekaragaman hayati dapat diartikan sebagai keanekaragaman makhluk hidup di berbagai kawasan di muka bumi, baik di daratan, lautan, maupun tempat lainnya. Keanekaragaman makhluk hidup ini merupakan kekayaan bumi yang meliputi hewan, tumbuhan, mikroorganisme dan semua gen yang terkandung di dalamnya, serta ekosistem yang dibangunnya. Pentingkah keanekaragaman hayati untuk kita pelajari? Tentu saja. Bukan sekadar untuk mengetahui bahwa spesies di muka bumi ini banyak ragamnya. Lebih penting lagi kita memahami peranan setiap spesies bagi kelangsungan kehidupan bumi itu sendiri, dan bagi kelangsungan makhluk lainnya. Kita dapat merasakan manfaat langsung keanekaragaman hayati melalui perbandingan lingkungan yang baik dan lingkungan yang rusak. Sebagai warga Indonesia, kita harus memiliki kepedulian tersendiri terhadap keanekaragaman hayati karena negeri kita dijuluki gudang botani dunia dan negara megabiodiversity.

Tingkat Keanekaragaman Hayati – Namun, perhatian kita terhadap kekayaan ini sangat kurang sehingga banyak jenis makhluk hidup mengalami kepunahan, menjadi langka, atau diakui secara hak paten atas temuan spesies baru oleh orang-orang asing. Padahal, apabila bangsa Indonesia terus mengeksplorasi kandungan flora, fauna, dan mikroorganisme yang ada, masih banyak kesempatan mengidentifikasi dan membuat hak paten hasil temuan atas nama sendiri. Masih sekitar 90% keanekaragaman hayati di Indonesia belum teridentifikasi.

Tingkat Keanekaragaman Hayati – Berdasarkan uraian tersebut, mari kita pelajari tentang keanekaragaman, bagaimana peranannya bagi kehidupan, bagaimana mempelajari jenisjenisnya, tata namanya, dan pengelompokannya.

A. Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati menunjukkan terdapatnya berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat lain yang terlihat pada berbagai tingkatan persekutuan makhluk, yaitu keanekaragaman gen, jenis, dan keanekaragaman ekosistem.

1. Keanekaragaman Gen

Gen adalah zat kimia dalam tubuh semua makhluk hidup yang berfungsi sebagai pengatur sifat-sifat tubuh. Setiap gen bersifat unik, yaitu hanya mengatur munculnya satu sifat. Dengan demikian, dalam tubuh setiap organisme terdapat banyak gen, sejumlah sifat yang dimiliki. Sebagai gambaran, coba amati tangan kita. Berapa sifat yang dapat kita lihat pada tangan? Jumlah jari, panjang jari, warna kulit, ada atau tidak ada kuku, bentuk kuku, dan banyak lagi. Betapa banyak macam gen dalam tubuh kita. Manusia merupakan salah satu jenis makhluk hidup. Jumlah manusia mencapai 5 miliar orang dipastikan memiliki gen yang tidak sama, meskipun serupa. Peribahasa “tak ada manusia yang sama meskipun kembar” tampaknya terbukti dan menjadi bukti bahwa gen itu unik, tidak ada dua gen yang sama meskipun pada manusia kembar.

Perbedaan yang kita dapatkan pada biji-biji petai satu batang menandakan adanya keanekaragaman gen pada individu satu keturunan. Demikian pula keanekaragaman gen pada kacang tanah, kacang merah, dan jagung. Contoh pada berat biji, tentu setiap biji memiliki berat yang berbeda. Apabila perbedaan semakin banyak, biasanya tampak oleh kita. Jika perbedaan itu sangat ekstrem, kita sering menyebut adanya perbedaan ras. Misalnya, pada jenis manusia kita mengenal adanya ras mongoloid, ras negroid, ras kaukasoid, ras australoid, dan ras kapoid.

2. Keanekaragaman Jenis

Selama kita hidup, berapa jenis tumbuhan dan hewan yang sudah kita kenal? Bagaimana mengenal dan membedakan hewan-hewan atau tumbuhan yang mirip? Marilah kita perhatikan kelompok kuda dan kelompok keledai. Selintas kedua kelompok ini serupa. Namun, jika diamati dan dipelajari lebih dekat, di antara kedua kelompok tersebut terdapat perbedaan. Perbedaan dapat kita lihat dari ukuran badannya, panjang telinganya, dan panjang ekornya. Ada satu hal penting yang menjadi petunjuk bahwa dua makhluk berbeda jenisnya, yaitu jika mereka dikawinkan, tidak ada keturunan yang terbentuk, atau jika keturunan terbentuk, seluruh keturunan mandul. Oleh karena itu, dikatakan bahwa kuda berbeda “jenis” dengan keledai. Istilah jenis di dalam biologi disebut “spesies”. Kini dunia memiliki kira-kira 33,5 juta spesies tumbuhan dan hewan, 30 juta spesies adalah serangga. yang sudah teridentifikasi sekitar 800.000 spesies (Dida Hamidah, M.Si : 2003). Untuk memahami apakah sekelompok makhluk hidup itu sejenis atau satu spesies, amatilah, jika mereka saling disilangkan menghasilkan keturunan atau tidak?

Keanekaragaman dalam satu jenis (spesies) seperti tampak pada jenis sapi disebut variasi. Variasi dalam jenis disebabkan oleh adanya perbedaan faktor-faktor pengatur sifat (gen) yang terdapat pada individu.

3. Keanekaragaman Ekosistem Setiap jenis makhluk hidup dalam lingkungannya akan melakukan interaksi dengan komponen-komponen lainnya. Interaksi melibatkan faktor fisik dan faktor kimia. Faktor fisik meliputi udara, tanah, suhu, air, cahaya, iklim, dan kelembapan. Faktor kimia meliputi keasaman, salinitas, dan komponen mineral. Faktor fisik dan faktor kimia itu dalam pembentukan sebuah lingkungan disebut sebagai komponen abiotik, sedangkan aneka jenis makhluk hidup yang membentuk interaksi di dalamnya disebut faktor biotik. Secara keseluruhan di dalam ekosistem terjadi aliran energi. Semua proses dilakukan oleh komponen biotik dalam bentuk makan dan dimakan. Dalam proses makan dan dimakan, komponen biotik terbagi menjadi kelompok produsen, konsumen, dan pengurai. Namun, ditinjau dari fungsinya komponen biotik dibagi menjadi dua komponen, yaitu komponen autotrof dan heterotrof. Komponen autotrof terdiri atas organisme yang mampu menyediakan makanannya sendiri dalam bentuk bahan organik. Bahan organik terbentuk melalui fotosintesis. Komponen heterotrof terdiri atas organisme yang tidak mampu menyediakan makanannya sendiri, dan hanya mampu memanfaatkan bahan organik hasil fotosintesis sebagai makanannya. Setiap komponen dalam ekosistem diciptakan oleh Sang Pencipta dalam keadaan seimbang yang jumlah perbandingannya menurut ukuran tertentu. Jenis komponen dan pola interaksi dipengaruhi oleh macam dan sifat komponen biotiknya. Karena komponen abiotik di setiap wilayah di bumi beraneka ragam, ekosistem pun beraneka ragam.

Contoh beranekaragamnya ekosistem, di antaranya ekosistem pantai yang didominasi pohon kelapa, ekosisterm sawah dengan padinya, ekosistem padang rumput, ekosistem laut, ekosistem sungai, ekosistem danau, ekosistem hutan tropis, dan ekosistem hutan gugur.

4. Keistimewaan Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis menjadi pusat perhatian karena terletak di negara kita. Dengan ciri-ciri fisik yang telah dijelaskan di depan, hutan hujan tropis memiliki keistimewaan sebagai sumber plasma nutfah, yaitu gen atau bibit asli yang tersedia di alam liar dan belum dibudidayakan atau direkayasa. Banyak hewan dan tumbuhan endemik di hutan hujan tropis yang menyebabkan Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia. Meskipun demikian, tanah di hutan hujan tropis sangat rapuh. Banyaknya tumbuhan berkanopi lebar menyebabkan tanah menerima unsur hara dari guguran daun. Ketika pohon ditebang, tanah kehilangan unsur hara karena tidak menerima guguran daun. Rapuhnya tanah di hutan hujan tropis diperparah dengan berlangsungnya illegal loging dan kebakaran hutan.

 

Soal Dan Rangkuman Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis

Soal Dan Rangkuman Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis

Soal Dan Rangkuman Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis
Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Latihan 

1. Apakah penebangan hutan dapat berpengaruh terhadap keanekaragaman hayati? 2. Sebutkan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati! 3. Jelaskan perbedaan taman nasional, perlindungan alam ketat, dan perlindungan alam terbimbing! 4. Sebutkan usaha-usaha yang ditempuh oleh pemerintah untuk menjaga kelestarian hewan-hewan langka! 5. Sebutkan beberapa usaha manusia untuk mengoservasi keanekaragaman hayati!

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Tugas 

Bagaimana pendapat kalian tentang penggunaan kulit buaya atau kulit ular yang digunakan untuk pembuatan kerajinan tas, ikat pinggang, ataupun dompet? Apakah kalian setuju jika dikatakan bahwa kegiatan ini adalah peningkatan bidang industri? Bagaimana dengan kemungkinan terjadi kepunahan? Apakah tidak bertentangan dengan undang-undang perburuan? Uraikan pendapat kalian secara tertulis!

Info Biologi Berbagai Hewan dan Tumbuhan

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Langka yang Dilindungi dan Tumbuhan Langka yang Dilindungi Di Indonesia terdapat berbagai macam hewan dan tumbuhan langka yang dilindungi oleh pemerintah, di antaranya, harimau Sumatra, buaya muara, elang bondol, orang utan sumatra, badak jawa, gajah sumatra, biawak, komodo, burung cenderawasih, penyu hijau, penyu sukamade, dan Rafflesia arnoldii.

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis

a. Harimau Sumatra (Panthera trigis sumatrae) Harimau sumatra tersebar di seluruh Sumatra. Mulai dilindungi pada tahun 1973. Salah satu cara untuk melestarikannya ialah dengan penangkaran di suatu lokasi tertentu yang memenuhi persyaratan habitat alaminya. Diharapkan hal ini dapat dilakukan secara terpadu dan berfungsi sebagai pelestarian sumber keanekaragaman hayati, budaya, serta sebagai objek wisata dan sarana pendidikan. Pelestarian harimau ini dapat kita lakukan dengan cara tidak memburu harimau, tetap mempertahankan hutan-hutan sebagai tempat tinggal harimau, ikut berperan serta dalam meneliti aspek-aspek yang terjadi pada harimau dan akibatnya terhadap manusia, serta mengadakan pelestarian dengan penangkaran harimau. b. Orang utan di Sumatra (Pongo pigmaeus) Orang utan dilindungi sejak tahun 1931 dengan UndangUndang Ordonansi Binatang Liar No. 34 dan B. 36 yang menyatakan bahwa terhadap binatang yang telah dilindungi dilarang untuk ditangkap atau diburu, dipelihara, atau diperjualbelikan.

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Salah satu yang masuk dalam daftar tersebut adalah orangutan. Akhir-akhir ini jumlah orangutan semakin berkurang karena banyaknya perburuan liar. Jika keadaan ini dibiarkan terus-menerus, orang utan terancam punah. c. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) Gajah merupakan satwa langka yang menjadi kebanggaan nasional. Gajah dilindungi sejak tahun 1931. Untuk menyelamatkan dan melestarikan gajah dan satwa langka lain, di Sumatra telah ditunjuk kawasan konservasi alam. Kawasan ini diharapkan dapat memberikan tempat hidup yang aman bagi gajah serta hewan langka yang lain karena tidak akan diganggu oleh manusia. (Sumber: Khazanah Flora dan Fauna Nusantara)

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Rangkuman

1. a. Keanekaragaman hayati terjadi karena adanya perbedaan faktor genetik dan faktor lingkungan di sekitarnya. b. Setiap sistem lingkungan memiliki keanekaragaman yang berbeda. Keanekaragaman hayati ditunjukkan, antara lain, oleh variasi bentuk, ukuran, jumlah (frekuensi), warna, dan sifat-sifat lain makhluk hidup, sedangkan keseragaman adalah ciri yang sama yang terdapat dalam satu spesies. 2. Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem. 3. Keanekaragaman hayati di Indonesia termasuk dalam golongan tertinggi di dunia, jauh lebih tinggi daripada Amerika dan Afrika tropis, apalagi jika dibandingkan dengan negara yang beriklim sedang dan dingin.

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Di Indonesia dikenal beberapa bioma, yaitu: a. hutan hujan, b. hutan musim, c. savana, dan d. padang rumput. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan kepunahan makhluk adalah perusakan habitat, penggunaan pestisida, pencemaran, perubahan tipe tumbuhan, penebangan, dan seleksi. Sementara itu, aktivitas manusia untuk meningkatkan dan melestarikan keanekaragaman hayati adalah penghijauan, pembuatan taman kota, pemuliaan, serta pembiakan insitu dan exsitu. 5. Usaha-usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mengonservasi keanekaragaman hayati (flora dan fauna) agar tidak sampai pada Keanekaragaman Hayati 149 kepunahan adalah dengan upaya perlindungan dan pelestarian flora dan fauna, baik pada flora dan fauna itu sendiri maupun pada habitat dan ekosistemnya, dengan cara, antara lain, mendirikan cagar alam, taman nasional, hutan wisata, taman laut, hutan lindung, kebun raya, melakukan tebang pilih, dan aforestasi.

Istilah Penting Ekosistem Fauna Flora Habitat Keanekaragaman hayati Konservasi Refleksi Diri Refleksi Diri 1. Setelah mempelajari materi tentang keanekaragaman hayati, apakah kalian tidak menguasai, sedikit menguasai, menguasai, atau sangat menguasai untuk: a. merumuskan konsep keseragaman dan keberagaman dari makhluk hidup melalui kegiatan pengamatan terhadap lingkungan sekitar; b. membandingkan ciri keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem; c. mengidentifikasi kegiatan manusia yang memengaruhi keanekaragaman hayati; d. mengomunikasikan keanekaragaman hayati Indonesia dan usaha pelestarian serta pemanfaatan sumber daya alam? 2. Dari materi dan beberapa kegiatan tentang keanekaragaman hayati, bagian mana yang paling kalian sukai? Mengapa?

Uji Kompetensi

I . Pilihlah salah satu jawaban yang benar! Pilihlah salah satu jawaban yang benar!

1. Di bawah ini yang bukan merupakan hewan-hewan yang dilindungi pemerintah adalah …. a. kuda d. gajah b. komodo e. harimau c. tupai 2. Makhluk hidup dikelompokkan dalam spesies yang sama jika …. a. mempunyai makanan yang sama b. mempunyai ciri morfologi yang sama c. hasil perkawinannya adalah keturunan yang fertil d. mempunyai ciri fisiologi yang sama e. hasil perkawinannya adalah keturunan yang sama dengan induknya 3. Irian dan Maluku masuk dalam wilayah tipe …. a. Oriental d. Australia b. Afrika e. Peralihan c. Eropa 4. Ekosistem yang stabil dapat diindikasikan dari tingginya tingkat keanekaragaman hayati. Hal ini karena …. a. terjadinya secara alami b. merupakan hasil interaksi antara faktor biotik dan abiotik c. merupakan hasil interaksi antarmakhluk hidup sehingga terjadi keseimbangan d. dijaga oleh manusia e. perubahan tidak mungkin terjadi 5. Orang utan, badak bercula satu, dan beraneka jenis primata hidup di daerah tipe …. a. Oriental d. Australia b. Afrika e. Peralihan c. Eropa 6. Suatu dareah yang dibiarkan apa adanya sebagai suatu ekosistem yang bebas dari segala macam eksploitasi disebut …. a. suaka margasatwa b. cagar alam c. taman bunga d. taman nasional e. kebun raya 7. Suatu komunitas yang terdiri dari berbagai komponen makhluk hidup yang menjadi suatu sistem yang saling berinteraksi disebut …. a. ekologi d. ekosistem b. komunitas e. habitat c. famili 8. Keanekaragaman hayati timbul karena dipengaruhi faktor …. a. dari dalam b. adaptasi yang dilakukan makhluk hidup c. lingkungan d. lingkungan dan gen e. makanan 9. Hubungan antara kelestarian alam dan kehidupan manusia adalah …. a. tingginya kekayaan alam menunjukkan kekayaan negara b. kepedulian lingkungan yang tidak sebatas negara dapat menyatukan umat manusia c. alam yang baik menunjukkan tingkat pendidikan manusia untuk mengerti pentingnya alam bagi makhluk hidup d. kelestarian alam menunjukkan besarnya penghargaan manusia terhadap alam sehingga kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi tanpa merusak alam e. kelestariaan alam erat kaitannya dengan baiknya perekonomian 10. Orang utan dan gajah mulai dilindungi sejak tahun …. a. 1932 d. 1972 b. 1931 e. 1971 c. 1933 11. Harimau sumatra mulai dilindungi pada tahun …. a. 1932 d. 1972 b. 1931 e. 1971 c. 1933 12. Undang-undang ordonansi binatang liar yang melarang perburuan binatang yang dilindungi adalah undang-undang nomor …. a. 33 dan 34 d. 35 dan 36 b. 34 dan 35 e. 34 dan 36 c. 33 dan 35 13. Berikut ini yang bukan merupakan peraturan tentang perburuan adalah …. a. hewan-hewan yang boleh diburu b. membuat surat izin c. melarang berburu hewan langka d. tidak membolehkan menangkap hewan yang hamil e. batas-batas daerah perburuan 14. Keanegaragaman hayati yang belum tersentuh adalah …. a. hutan tropis d. hutan subtropis b. hutan hujan tropis e. hutan lindung c. hutan bakau 15. Tempat perlindungan tanaman yang juga menjadi tempat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan adalah …. a. suaka margasatwa d. taman nasional b. cagar alam e. kebun raya c. taman bunga 16. Seluruh keragaman genetika yang ada dalam sebuah populasi disebut …. a. suaka d. ekosistem b. habitat e. plasma nutfah c. genus 17. Menghutankan suatu daerah yang bukan hutan sebagai pengganti hutan yang digunakan untuk kepentingan lain yang lebih besar manfaatnya disebut dengan …. a. aforestasi d. penghijauan b. reboisasi e. rehabilitasi c. erosi 18. Pemerintah mengizinkan pihak asing untuk ikut melestarikan alam Indonesia karena …. a. keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah b. pengaruh kekayaan alam Indonesia terhadap ekosistem dunia c. pemerintah ingin mendapatkan devisa d. keinginan pemerintah untuk mempromosikan kekayaan alam Indonesia e. keterbatasan ahli di dalam negeri 19. Dalam rantai makanan, tumbuhan berfungsi sebagai …. a. konsumen tingkat I c. produsen b. konsumen tingkat II d. pemangsa c. konsumen tingkat III 20. Dalam rantai makanan, karnivor bertindak sebagai …. a. konsumen tingkat I c. produsen b. konsumen tingkat II d. pemangsa c. konsumen tingkat III 152 Biologi Kelas X II. Pilihlah! Pilihlah! (A) Jika (1), (2), dan

II. Pilihlah! Pilihlah! (A) Jika (1), (2), dan (3) yang benar (B) Jika (1) dan (3) yang benar (C) Jika (2) dan (4) yang benar (D) Jika (4) saja yang benar (E) Jika semuanya salah 1. Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi …. (1) keanekaragaman gen (3) keanekaragaman ekosistem (2) keanekaragaman jenis (4) keanekaragaman jaringan 2. Keanekaragaman hayati di Indonesia melebihi dua daerah, di antaranya adalah …. (1) Amerika (3) Afrika tropis (2) Eropa (4) Australia 3. Di Indonesia terdapat beberapa bioma, antara lain …. (1) hutan linding (3) hutan musim (2) hutan hujan (4) savana 4. Hutan agathis campuran terletak pada ketinggian …. (1) > 1000 (3) > 500 (2) > 1500 (4) > 2500 5. Pemanfaatan SDA secara berlebihan akan berdampak terhadap … (1) kepunahan (2) peningkatan pendapatan negara (3) kerusakan keanekaragaman hayati (4) terpenuhinya kebutuhan 6. Pembagian fauna menjadi dua berdasarkan adanya …. (1) Paparan Sunda (3) Paparan Sahul (2) garis weber (4) garis wallace 7. Di bawah ini yang merupakan fauna di daerah Oriental adalah …. (1) kuskus, rodensial, dan oposum (2) ayam hutan berdada merah dan jalak bali (3) kanguru dan burung berwarna indah (4) orang utan dan kukang 8. Faktor-faktor penyebab punahnya keanekaragaman hayati adalah… (1) reboisasi (3) insitu (2) pemuliaan (4) penggunaan pestisida 9. Faktor-faktor yang dapat memelihara keanekaragaman hayati adalah …. (1) penghijauan (3) insitu dan exsitu (2) pembuatan taman kota (4) seleksi 10. Upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia dapat dilakukan dengan cara …. (1) perlindungan alam (3) pengawetan hutan (2) pembelian hewan langka (4) pembelian tumbuhan langka

IV. Jawablah dengan singkat dan jelas! IV. Jawablah dengan singkat dan jelas! 1. Sebutkan hewan-hewan langka yang hampir punah dan dilindungi di Indonesia! 2. Sebutkan usaha-usaha yang dilakukan manusia dalam melestarikan keanekaragaman hayati! 3. Sebutkan tiga tipe keanekaragaman hayati! 4. Apa sajakah isi undang-undang yang mengatur perburuan? 5. Sebagai masyarakat awam, usaha apakah yang dapat membantu melestarikan lingkungan, hewan, dan tumbuh-tumbuhan langka?