Pengertian Tentang Jenis Tumbuhan Berbiji

Pengertian Tentang Jenis Tumbuhan Berbiji

Pengertian Tentang Jenis Tumbuhan Berbiji

Jenis Tumbuhan Berbiji
Jenis Tumbuhan Berbiji

Jenis Tumbuhan Berbiji

b. Angiospermae Ciri-ciri Angiospermae adalah tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) di mana bakal bijinya selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun-daun buah yang dinamakan bakal buah. Bakal buah bersama dengan bagian-bagian lain dari bunga akan membentuk buah dengan biji di dalamnya. Bakal buah (ovarium) terdapat di dasar putik, di dalamnya mengandung bakal biji (ovulum). Setelah serbuk sari jatuh di kepala putik, terbentuklah buluh serbuk sari. Kemudian generatif akan membuahi sel telur membentuk zigot. Akhirnya di dalam biji mengandung calon individu baru beserta endosperm yang akan melanjutkan generasi tumbuhan tetuanya. Sebagian besar tumbuhan anggota Angiospermae batangnya berkayu. Ada beberapa tumbuhan dalam kelompok ini berupa herba dan berbatang basah. Ada pula yang batangnya mengalami pertumbuhan sekunder karena berkambium, namun sebagian yang lain batang tidak mengalami pertumbuhan sekunder karena tidak berkambium. Ciri ruas-ruas batang dan percabangan menunjukkan adanya keragaman ciri. Daunnya pun beragam bentuk, pertulangan daun dan ciri lainnya. Keanekaragaman juga terlihat pada bunga, terutama jumlah bagian-bagian bunga, dalam hal ini kelopak, mahkota, benang sari dan putik. Tumbuhan berbiji tertutup terdiri atas dua kelas, yaitu kelas Monocotyledonae dan Dicotyledonae. Kedua kelas tersebut memiliki perbedaan ciri yang nyata, baik ciri morfologi maupun ciri anatomi.

Jenis Tumbuhan Berbiji

Kegiatan (Menumbuhkan Semangat Kreativitas) Tujuan : Untuk memahami perbedaan ciri antara monokotil dan dikotil Bahan : Tanaman kelapa dan mangga di kebun Cara kerja: 1. Cobalah kalian amati ciri-ciri yang terdapat pada tanaman kelapa (sistem perakaran, percabangan dan ruas-ruas batang, bentuk dan pertulangan daun). Catatlah hasil pengamatan dalam tabel yang kalian rancang sendiri. 2. Lakukan langkah no. 1 untuk tanaman mangga. 3. Analisalah hasil pengamatan kalian. 4. Tariklah kesimpulan berdasar kegiatan yang kalian lakukan. Pertanyaan: 1. Bagaimana tipe perakaran pada tanaman kelapa dan pada mangga? Samakah ciri keduanya? 2. Bagaimana keadaan percabangan dan ruas-ruas batang dari kedua tanaman tersebut? Samakah keduanya? 3. Bagaimana dengan bentuk dan pertualangan daun dari kedua tanaman tersebut? Samakah keduanya? 4. Selain ketiga ciri di atas, perbedaan apalagi yang kalian temukan antara tanaman kelapa dengan mangga? 5. Apa kesimpulan dari kegiatan yang kalian lakukan?

Jenis Tumbuhan Berbiji

Setelah kalian melakukan kegiatan di atas, tentunya kalian telah memahami bahwa terdapat beberapa perbedaan ciri antara tumbuhan dikotil dan monokotil. Perbedaan itu meliputi morfologi dan ciri anatomi. Ciri morfologi perakaran, percabangan dan ruas batang, bentuk dan susunan pertulangan daun, jumlah bagian-bagian bunga (kelopak, mahkota, benangsari dan putik), ada tidaknya koleoptil dan koleoriza. Sedangkan ciri anatomi meliputi tidaknya kambium serta letak dan tipe berkas pengangkut.

1) Kelas Monocotyledonae/Monokotil Ciri utama tumbuhan monokotil adalah akar berbentuk serabut, batang beruas-ruas, tidak berkambium, pertulangan daun sejajar atau melengkung, bagian-bagian bunga berjumlah tiga atau kelipatannya, memiliki satu kotiledon/keping lembaga. Beberapa contoh famili dalam kelas monokotil adalah sebagai berikut. a) Liliaceae, contohnya Lilium longiflorum (lilia gereja), Gloria superba (kembang telang). b) Amaryllidaceae, contohnya Agave sisalana (sisal), Agave cantala (kantala). c) Poaceae, contohnya Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Andropogon sorghum (cantel), Panicum milliaceum (jewawut). d) Zingiberaceae, contohnya Zingiber officinale (jahe), Curcuma domestica (kunyit), Alpinia galanga (laos), Kaempferia galanga (kencur). e) Musaceae, contohnya Musa paradisiaca (pisang), Musa textiles (pisang manila). f) Orchidaceae, contohnya Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan), Dendrobium phalaenopsis. g) Arecaceae, contohnya Cocos nucifera (kelapa), Arenga pinata (aren), Areca catechu (pinang), Elaeis guinensis (kelapa sawit). h) Araceae, contohnya Colocasia esculenta (talas), Xanthosoma violaceum (bentul), Alocasia macroriza (sente).

Jenis Tumbuhan Berbiji

2) Kelas Dicotyledonae/Dikotil Ciri utama tumbuhan dikotil adalah akar berbentuk tunggang, batang bercabang danberuas-ruas, berkambium, letak berkas pengangkut teratur, tipe berkas pengangkut kolateral terbuka, pertulangan daun menyirip atau menjari, bagian-bagian bunga berjumlah 4, 5 atau kelipatannya, memiliki 2 keping lembaga/kotiledon. Beberapa contoh tumbuhan famili dalam kelas dikotil adalah: a) Euphorbiaceae, contohnya Manihot utilissima (singkong), Hevea brasiliensis (para, karet). b) Moraceae, contohnya Ficus benjamina (beringin), Artocarpus integra (nangka), Artocarpus communis (keluwih). c) Papilionaceae, contohnya Vigna sinensis (kacang panjang), Phaseolus radiatus (kacang hijau), Arachis hypogea (kacang tanah), Crotalaria sp (orok-orok). d) Caesalpiniaceae, contohnya Caesalpinia pulcherrima (kembang merak), Tamarindus indica (asam). e) Mimosaceae, contohnya Mimosa pudica (putri malu), Leucaena glauca (petai cina), Parkia speciosa (petai). f) Malvaceae, contohnya Hibiscus tiliaceus (waru), Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu), Gossipium sp (kapas). g) Bombacaceae, contohnya Durio zibethinus (durian), Cieba pentandra (randu). h) Rutaceae, contohnya Citrus nobilis (jeruk keprok), Citrus aurantifolia (jeruk nipis), Citrus maxima (jeruk gulung). i) Myrtaceae, contohnya Eugenia aromatica (cengkeh), Melaleuca leucadendron (kayu putih), Psidium guajava (jambu biji). j) Verbenaceae, contohnya Tectona grandis (jati), Lantana camara (lantana). k) Labiatae/Lamiaceae, contohnya Coleus tuberosus (kentang hitam). l) Convolvulaceae, contohnya Ipomoea batatas (ubi jalar), Ipomoea reptans (kangkung). m) Apocynaceae, contohnya Plumeria acuminate (kamboja), Allamanda cathartica (alamanda). n) Rubiaceae, contohnya Morinda citrifolia (mengkudu, pace), Coffea Arabica (kopi), Cinchona suecirubra (kina).

Jenis Tumbuhan Berbiji

Kecakapan Akademik Pasangkan kata di sebelah kiri dengan kata di sebelah kanan yang memiliki keterkaitan konsep. 1. Hepaticae a. berakar serabut 2. kosmopolit b. perkecambahan spora lumut 3. Marsilea crenata c. gametofit tumbuhan paku 4. Oryza sativa d. obat hepatitis 5. protalium e. hasil meiosis 6. gerak higroskopik f. dimanfaatkan sebagai sayuran 7. protonema g. hasil pembuahan 8. kambium h. tersebar luas di berbagai habitat 9. zigot i. pecahnya kotak spora lumut 10. spora haploid j. gerak sperma mendekati ovum pada lumut k. pertumbuhan sekunder batang l. paku homospor

Rangkuman

Jenis Tumbuhan Berbiji – Tumbuhan memiliki ciri multiseluler, autotrof, memiliki dinding sel dari hemiselulosa sehingga bentuk sel relatif tetap. Dilihat dari kelengkapan organnya tumbuhan dibedakan menjadi Thallophyta/ tumbuhan talus, yaitu tumbuhan yang belum memiliki akar, batang, dan daun yang sebenarnya, serta Kormophyta/tumbuhan kormus, yaitu tumbuhan yang telah memiliki akar, batang, dan daun yang sebenarnya. Kormophyta dibedakan menjadi Kormophyta berspora, misalnya tumbuhan paku/Pteridophyta dan Kormophyta berbiji. Spermatophyta/tumbuhan berbiji merupakan Kormophyta berbiji. Sedangkan Bryophyta/lumut dipandang sebagai peralihan dari Tallophyta ke Kormophyta. Bryophyta belum memiliki akar sejati, talus pipih berwarna hijau. Adapun lumut daun telah memiliki batang dan daun sederhana. Bryophyta terdiri dari kelas Hepaticae dan Musci. Pteridophyta telah memiliki akar, batang, dan daun yang sebenarnya, meski masih menghasilkan spora. Lumut dan tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan/metagenesis antara gametofit dan sporofit. Spermatophyta mencakup 2 subdivisio, Gymnospermae dan Angiospermae. Gymnospermae terdiri 4 kelas, yakni Cycadinae, Coniferae, Ginkyoinae, dan Gnetinae. Sedangkan Angiospermae terdiri 2 kelas, yakni Monocotyledonae dan Dicotyledonae. Kedua kelas ini dibedakan atas dasar tipe perakaran, percabangan dan ruas-ruas batang, ada tidaknya kambium, pertulangan daun, jumlah bagian-bagian bunga, letak dan tipe berkas pengangkut.

Coba kerjakan di buku kerja kalian. A. Pilihlah salah satu jawaban soal berikut dengan tepat. 1. Tumbuhan bersifat autotrof karena …. a. dapat menghasilkan spora b. dapat menghasilkan biji c. dapat menghasilkan makanan sendiri d. memiliki akar, batang, daun sejati e. belum memiliki akar, batang, daun sejati 2. Berikut ini yang bukan merupakan ciriciri lumut adalah …. a. memiliki rizoid b. batangnya berpembuluh c. menghasilkan spora d. mengalami metagenesis e. habitat di tempat lembab 3. Yang merupakan ciri gametofit lumut …. a. menghasilkan spora b. bersifat parasit c. menempel pada substrat d. memiliki pembuluh e. menempel pada sporofit 4. Pada metagenesis lumut, bagian yang merupakan hasil perkembangan spora adalah …. a. protonema b. protalium c. tumbuhan lumut d. sporogonium e. arkegonium dan anteridium 5. Perhatikan gambar lumut di samping. Dilihat dari cara hidupnya maka lumut ini bersifat …. a. saprofit d. halofit b. parasit e. epifit c. epifil 6. Berdasarkan ciri-cirinya lumut pada gambar di atas tergolong …. a. hepaticae b. musci c. lichen d. lumut hati e. lumut kerak 7. Tumbuhan paku memiliki ciri-ciri di bawah ini, kecuali …. a. batang berpembuluh b. sporofit berumur pendek c. daun dapat menghasilkan spora d. mengalami metagenesis e. generasi gametofit berupa protalium 8. Menurut jenis sporanya tumbuhan paku berikut yang tergolong paku heterospor adalah …. a. Adiantum cuneatum b. Marsilea crenata c. Lycopodium clavatum d. Equisetum debile e. Lycopodium cernuum 9. Ciri-ciri sporofit tumbuhan paku adalah …. a. mempunyai kromosom haploid b. tidak mampu melakukan fotosintesis c. menghasilkan spora d. umurnya panjang e. bersifat mikroskopis 10. Ditemukan tumbuhan dengan ciri-ciri sebagai berikut: akar tunggang, batang bercabang, tidak berbunga sejati, berdaun sejati, menghasilkan strobilus jantan dan strobilus betina. Tumbuhan tersebut sesuai jika dikelompokkan dalam …. a. Monokotil b. Dikotil c. Angiospermae d. Gymnospermae e. Pteridophyta 11. Ciri berikut yang ditemukan pada dikotil tapi tidak terdapat pada monokotil adalah …. a. batang berpembuluh b. batang berkambium c. berakar serabut d. pertulangan daun sejajar e. berkas pengangkut teratur 12. Tanaman berbunga berbentuk terompet, bakal buah menumpang merupakan sebagian ciri famili …. a. Graminae b. Cyperaceae c. Papilionaceae d. Solanaceae e. Euphorbiaceae 13. Banyak manfaat yang didapat dari kekayaan tumbuhan, di antaranya sebagai bahan baku jamu. Tumbuhan yang dimaksud terutama dari famili… a. Solanaceae b. Euphorbiaceae c. Piperaceae d. Malvaceae e. Zingiberaceae 14. Lichenes/lumut kerak merupakan bentuk kehidupan bersama antara …. a. alga dan jamur b. alga dan lumut c. lumut dan jamur d. lumut dan alga e. lumut dan tumbuhan berbiji 15. Salah satu manfaat liken adalah …. a. tanaman hias b. tanaman obat c. perindang d. sumber bahan makanan e. indikator polusi udara

Kormophyta dan Pengertian Macam Tumbuhan Berbiji

Kormophyta dan Pengertian Macam Tumbuhan Berbiji

Kormophyta dan Pengertian Macam Tumbuhan Berbiji

Macam Tumbuhan Berbiji
Macam Tumbuhan Berbiji

Macam Tumbuhan Berbiji

4) Kelas Filicinae Kelas Filicinae merupakan kelompok tumbuhan paku dalam pengertian sehari-hari. Menyukai habitat yang teduh dan lembab (higrofit). Berdaun besar (makrofil) dan bertangkai dengan tulang-tulang daun. Daun yang masih muda menggulung pada ujungnya. Banyak ditanam sebagai tanaman hias, misalnya paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), suplir (Adiantum cuneatum), atau sebagai tanaman obat, seperti Dryopteris filixmas. Dilihat dari lingkungan hidupnya, tumbuhan paku dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yakni paku tanah, paku air, dan paku epifit. Kelas Filicinae meliputi tiga subkelas, yaitu Eusporangiatae, Leptosporangiatae, dan Hydropterides. a) Subkelas Eusporangiatae Kebanyakan berupa terna, protalium di bawah tanah tidak berwarna, atau di atas tanah berwarna hijau. Protalium selalu ditumbuhi cendawan endofitik. Sporangium berdinding tebal dan kuat dengan spora-spora yang sama besar.

Macam Tumbuhan Berbiji – Subkelas Eusporangiatae terdiri dua ordo, yaitu Ophioglossales dan Marattiales. x Ordo Ophioglossales Meliputi tumbuhan paku berbatang pendek dalam tanah. Daun asimilasi dan daun sporofil jelas kelihatan, berbentuk malai atau bulir keluar dari tangkai, dari pangkal, dari tengah, atau dari tepi daun steril. Sporangium sama besar (homospor), bulat, tanpa annulus, berdinding kuat. Dalam mendapatkan makanan Ophioglossales bersimbiosis dengan mikoriza. Dari familia Ophioglossaceae contohnya Ophioglossum vulgatum, Botrycium lunaria, terdapat di Eropa Ophioglossum reticulum, terdapat di Indonesia. x Ordo Maratttiales Tumbuhan paku kelompok ini berdaun amat besar, menyirip ganda sampai beberapa kali. Sporangium berdinding tebal, tanpa annulus, terdapat di sisi bawah daun, umumnya homospor. Sporangium berlekatan membentuk sinangium. Ordo ini hanya memiliki satu famili, yaitu Marattiaceae. Contoh spesies: Christensenia aesculifolia, daun menjari, beranak daun 3, sinangium berbentuk cincin pada sisi bawah daun. Marattia fraxinea, daun dengan panjang sampai 2 meter, menyirip ganda, pada pangkal tangkai terdapat duri yang merupakan modifikasi daun penumpu. Angiopteris evecta (paku kedondong), paku besar, daun panjangnya mencapai 2-5 meter, menyirip ganda 2-4, anak daun menyerupai daun kedondong.

Macam Tumbuhan Berbiji

b) Subkelas Leptosporangiatae Tumbuhan paku subkelas ini beranggotakan sekitar 90% dari total genus dalam kelas Filicinae, yang tersebar di seluruh muka bumi. Paling banyak terdapat di daerah tropis, mulai jenis paku terkecil (berukuran beberapa cm) sampai paku pohon. Yang berupa paku pohon, biasanya batang tanpa kambium, kekuatan batang berasal dari rangkaian berkas pengangkut yang tersusun konsentris. Kebanyakan berupa terna dengan rimpang tumbuh mendatar atau sedikit tegak, jarang bercabang. Daun muda selalu menggulung karena pertumbuhan sel-sel pada sisi bawah daun yang lebih cepat. Petumbuhan apikal hampir tidak terbatas, anatomi daun telah menyerupai Spermatophyta dengan diferensiasi, adanya diferensiasi membentuk jaringan tiang dan jaringan bunga karang. Tulang daun bercabang-cabang dengan berbagai macam pola sebagai salah satu dasar klasifikasi. Kadangkadang sebagian daun tertutup oleh semacam sisik yang dinamakan palea. Umumnya sporofil mempunyai bentuk yang sama dengan trofofil, sporangium terdapat di sisi bawah daun. Sporangium terkumpul menjadi sorus yang bentuknya bermacam-macam.

Macam Tumbuhan Berbiji – Sporangium muncul dari penonjolan jaringan daun yang dinamakan plasenta atau reseptakulum. Sebelum masak, sorus tertutup oleh selaput yang dinamakan indusium. Sistem pertulangan daun, susunan sporangium, bentuk dan letak sorus, ada tidaknya indusium merupakan ciri pengenal yang penting dan dipakai sebagai dasar klasifikasi. Semua paku Leposporangiatae bersifat homospor. Protalium berukuran beberapa sentimeter saja dengan umur terbatas. Subkelas Leptosporangiatae terdiri dari beberapa famili, di antaranya: x Osmundaceae, contohnya yaitu Osmunda javanica, terdapat di Indonesia. x Schizaeaceae, contohnya yaitu Schizaea digitata, Schizaea dichotoma, terdapat di Indonesia. Contoh lain Lygodium circinnatum, batang membelit, daun amat panjang, tersusun menyirip. x Gleicheniaceae, contoh spesiesnya yaitu Gleichenia linearis, Gleichenia leaevigata (paku andam, paku resam) x Matoniaceae, contohnya Matonia pectinata, tumbuh di Kalimantan. x Hymenophyllaceae, contohnya yaitu Hymenophyllum australe, hidup di tanah atau epifit. x Cyatheaceae, contohnya Cyathea javanica, Alsophila glauca (paku tiang), hidup di hutanhutan atau di pinggir kali.

x Polypodiaceae, contoh spesies: – Davallia trichomanoides – Nephrolepis exaltata – Aspidium filix-mas, memiliki rimpang yang dapat dipakai untuk obat (Aspidium) – Asplenium nidus (paku sarang burung) – Pteris ensiformis, merupakan paku tanah – Adiantum cuneatum (suplir), sebagai tanaman hias – Drymoglossum heterophyllum – Drymoglossum piloselloides (paku picis), epifit pada pepohonan – Playtcerium bifurcatum (paku tanduk rusa), sebagai tanaman hias – Acrosticum aureum (paku laut)

Macam Tumbuhan Berbiji

c) Subkelas Hydropterides Subkelas ini beranggotakan tumbuhan paku yang hidup di air. Umumnya heterospor, menghasilkan makrospora dan mikrospora. Badan yang mengandung sporangium dinamakan sporokarpium. Hydropterides meliputi dua ordo, yaitu ordo Salviniaceae dan Marsileaceae. x Ordo Salviniaceae, contoh spesies: – Salvinia natans, paku air yang mengapung, terdapat di Asia dan Eropa – Azolla pinnata, tumbuhan kecil, lunak, bercabang-cabang, terapung di air. Daun yang terapung berfungsi untuk asimilasi, di dalamnya terdapat ruangan-ruangan berisi koloni Anabaena azollae, sejenis alga biru yang dapat mengikat nitrogen udara. x Suku Marsileaceae, contoh spesies: – Marsilea crenata (semanggi), hidup di air, berakar dalam tanah, batang merayap, daun bertangkai panjang dengan empat helai anak daun, dimanfaatkan sebagai sayuran.

Menurut habitatnya tumbuhan paku dikelompokkan menjadi paku tanah, paku air, dan paku pohon.

Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)

Macam Tumbuhan Berbiji – Dibandingkan dengan lumut dan tumbuhan paku, tumbuhan berbiji (Spermatophyta) merupakan tumbuhan yang paling maju. Ciri utama Spermatophyta adalah menghasilkan biji sebagai alat reproduksi generatif. Ciri inilah yang tidak ditemukan pada lumut maupun tumbuhan paku. Kelengkapan organnya sekilas Spermatophyta setingkat dengan Pteridophyta karena keduanya sudah memiliki akar, batang, daun yang sebenarnya. Spermatophyta disebut juga Anthophyta, yang artinya tumbuhan berbunga. Dalam klasifikasi divisio Spermatophyta dikelompokkan menjadi dus subdivisio, yakni subdivisio Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup). Keduanya berbeda dalam hal letak bakal biji terhadap megasporofil.

Pada Gymnospermae bakal biji terletak pada bagian luar megasporofil, sedangkan pada Angiospermae bakal biji berada di dalam struktur yang tertutup, di dalam daun buah yang disebut karpela.

a. Gymnospermae Tumbuhan yang tergolong dalam Gymnospermae biasanya berupa pohon, menunjukkan adanya pertumbuhan menebal sekunder karena adanya kambium. Pada bagian xylem tidak terdapat pembuluh kayu, hanya trakeid, dan bagian floem tidak mengandung sel pengiring. Batang tumbuhan Gymnosperame juga tanpa floeterma, kecuali pada Gnetum gnemon. Bentuk daunnya juga bermacammacam, seperti jarum dan pipih lebar. Gymnospermae berakar tunggang. Bunga yang sebenarnya belum ada, namun memiliki struktur penghasil sel kelamin berupa mikrosporofil dan makrosporofil yang terkumpul dalam strobilus (runjung). Selanjutnya Gymnospermae dapat diklasifikasikan menjadi empat kelas seperti uraian berikut.

1) Kelas Cycadinae Tumbuhan dalam kelas ini bentuknya mirip pohon palem, berbatang pendek, kaku, tidak bercabang. Daun-daun tersusun dalam spiral rapat sekeliling batang, daun yang masih muda menggulung. Alat perkembangbiakan terdapat dalam runjung yang berkembang dari kuncup lateral batang. Runjung jantan biasanya lebih kurus dan panjang daripada runjung betina. Runjung jantan merupakan kumpulan dari banyak mikrosporofil, dan runjung betina merupakan kumpulan dari banyak megasporofil. Contoh: Cycas rumphii (pakis haji) Gymnospermae tidak memiliki jaringan yang menyelubungi biji yang berasal dari bakal buah.

2) Kelas Coniferinae/Coniferae Tumbuhan yang tergolong dalam kelas ini habitusnya berupa semak, perdu, atau pohon dengan tajuk berbentuk kerucut/konus. Kebanyakan memiliki daun berbentuk jarum. Pada bagian pucuk tangkai terdapat badan penghasil sel kelamin yang dinamakan strobilus. Ada yang berumah satu (strobilus jantan dan strobilus betina dalam satu pohon), ada yang berumah dua (strobilus jantan dan strobilus betina dihasilkan oleh pohon yang berbeda). Strobilus jantan merupakan S Gambar 7.14 Pakis haji (Cycas rumphii) Sumber: Biologi Umum, 1981 120 Biologi SMA Jilid 1 kumpulan mikrosporofil penghasil mikrospora. Sedangkan strobilus betina merupakan kumpulan megasporofil penghasil megaspora. Contoh: Araucaria cunninghamii, Agathis alba (damar), Pinus merkusii, Pinus silvestris (tusam).

3) Kelas Ginkoinae Tumbuhan dalam kelas ini berupa pohon dengan tunas yang panjang dan pendek, daun bertangkai panjang berbentuk kipas dengan tulang daun bercabang menggarpu. Ginkoinae merupakan tumbuhan meranggas yang menggugurkan daunnya pada musim gugur. Ginkoinae berumah dua, rangkaian sporofil terdapat pada tunas pendek dalam ketiak daun. Strobilus jantan terpisah-pisah dalam ketiak sisik-sisik pada tunas pendek. Contohnya: Ginko biloba, berasal dari daratan Tiongkok dan menyebar ke manamana melalui Jepang.

4) Kelas Gnetinae Habitus berupa pohon, berkayu, dan bercabangcabang yang tumbuh transversal. Daunnya tunggal dan letaknya berhadapan. Bunganya majemuk, berkelamin tunggal, terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar, memiliki tenda bunga. Bunga betina memiliki bakal biji yang tegak (atrop). Contoh: Gnetum gnemon (melinjo)

Kelompok Tumbuhan Berbiji dan Ciri ciri Tumbuhan Berbiji

Kelompok Tumbuhan Berbiji dan Ciri ciri Tumbuhan Berbiji

Kelompok Tumbuhan Berbiji dan Ciri ciri Tumbuhan Berbiji

Ciri ciri Tumbuhan Berbiji – Beberapa ordo anggota Monochlamidae adalah Urticales, Piperales, Polygonales, dan Caryophyllales. Contoh anggota Ordo Urticales adalah nangka (Artocarpus integra) dan beringin (Ficus benjamina). Keduanya merupakan anggota suku Moraceae. Ordo Piperales, contohnya adalah suku Piperaceae, misalnya lada (Piper nigrum) dan sirih (Piper betle). Ordo Polygonales hanya mempunyai 1 suku, yaitu Poligonaceae dengan contoh jenisnya adalah air mata pengantin (Antigonon leptopus).

Ciri ciri Tumbuhan Berbiji – Sedangkan contoh anggota Ordo Caryophyllales (Centrospermae) adalah berbagai jenis bayam (Amaranthaceae) dan Mirabilis jalapa atau bunga pukul empat (Nyctaginaceae). Perhatikan Gambar 7.32. Subkelas Dialypetala (Dialypetalae), merupakan golongan tumbuhan yang mempunyai bagian-bagian perhiasan bunga (mahkota dan kelopak) terpisah satu sama lain. Pada umumnya menunjukkan perhiasan bunga yang lengkap. Subkelas ini terdiri atas beberapa ordo, antara lain Ordo Rosales, Ordo Malvales, Ordo Ranales, Ordo Parietales, Ordo Myrtales, dan Ordo Rutales. Contoh anggota Ordo Rosales adalah bunga merak atau Caesalpinia pulcherrima (famili Caesalpiniaceae) dan orok-orok (Crotalaria sp.) dan kacang tanah atau Arachis hypogaea (famili Papilionaceae). Contoh anggota Ordo Malvales adalah bunga sepatu atau Hibiscus rosa-sinensis (famili Malvaceae), dan contoh Ordo Ranales (Polycarpicae) adalah sirsak (Annona muricata) dan srikaya atau Annona squamosa (famili Annonaceae).

Ciri ciri Tumbuhan Berbiji – Contoh lainnya adalah yang merupakan anggota Suku Magnoliaceae, seperti cempaka putih (Michelia alba) dan cempaka kuning (Michelia champaca). Markisa (Passifl ora foetida) adalah contoh anggota Ordo Parietales, yaitu dari Suku Passifl oraceae. Sedangkan contoh Ordo Myrtales adalah jambu biji (Psidium guajava), dan contoh anggota Ordo Rutales adalah jeruk atau Citrus sp. (famili Rutaceae). Perhatikan Gambar 7.33 dan 7.34. Subkelas Simpetala (Sympetalae), merupakan golongan tumbuhan berbunga lengkap dan mempunyai bagian-bagian perhiasan bunga (mahkota dan kelopak) saling berlekatan satu sama lain. Subkelas ini terdiri atas beberapa ordo, misalnya Ordo Apocynales, Ordo Asterales, Ordo Cucurbitales, Ordo Ebenales, Ordo Rubiales, dan Ordo Solanes. Allamanda cathartica (Apocynaceae), Catharanthus roseus dan melati atau Jasminum sambac (famili Oleaceae) adalah contoh anggota Ordo Apocynales.

Ciri ciri Tumbuhan Berbiji – Contoh anggota Ordo Asterales adalah bunga matahari (Helianthus annus) dan kenikir atau Cosmos caudatus (famili Asteraceae). Semangka (Citrullus vulgaris) adalah contoh anggota Ordo Cucurbitales dan sawo bludru (Chrysophyllum cainito) adalah contoh anggota Ordo Ebenales. Contoh anggota Ordo Rubiales adalah Ixora paludosa atau bunga soka (Rubiaceae). Sedangkan contoh anggota Ordo Solanes adalah kentang (Solanum tuberrosum), terong (Solanum melongena), tomat (Solanum lycopersicum), kecubung (Datura metel), dan cabe (Capsicum sp.), yang berasal dari Suku Solanaceae. Contoh lainnya adalah jati atau Tectona grandis (famili Verbenaceae) dan leng-lengan atau Leucas lavandulifolia (famili Labiateae). Perhatikan Gambar 7.35-7.38.

Ciri ciri Tumbuhan Berbiji
Ciri ciri Tumbuhan Berbiji

Ciri ciri Tumbuhan Berbiji

3. Reproduksi Spermatophyta

Berbeda dengan tumbuhan paku dan lumut, tumbuhan berbiji berkembang biak dengan bijinya. Biji terbentuk setelah terjadi pembuahan atau reproduksi secara generatif, melalui sel-sel kelaminnya.

a. Gymnospermae Reproduksi aseksual pada Gymnospermae lebih jarang terjadi dibandingkan reproduksi secara seksual. Berikut ini, kalian akan mempelajari contoh perkembangbiakan seksual pada pinus (Pinus merkusii).

Ciri ciri Tumbuhan Berbiji – Pinus memiliki daur hidup yang khas. Pembuahan sel telurnya terjadi di dalam jaringan sporofi t induknya. Seperti Gymnospermae pada umumnya, pinus mempunyai tajuk berbentuk kerucut (strobilus). Strobilus tersebut merupakan tempat sporangium (mikrosporangium dan makrosporangium) yang menghasilkan mikrospora dan makrospora. Pada reproduksi seksual, mikrospora (gamet jantan) membelah menghasilkan serbuk sari (bersel 4) yang akan dilepaskan ke udara. Sementara itu, sel telur yang berasal dari pembelahan megaspora juga terbentuk pada strobilus betina. Setelah serbuk sari menempel pada strobilus betina maka terjadi perkecambahan serbuk sari. Serbuk sari membentuk buluh atau tabung serbuk sari yang tipis, dengan membawa inti sperma menuju sel telur (dapat memakan waktu 1 tahun).

Ciri ciri Tumbuhan Berbiji –  Selanjutnya, inti sperma bersatu dan melebur dengan sel telur membentuk zigot. Zigot berkembang menjadi embrio dengan mengambil makanan dari endosperm. Pada saat itu, biji membentuk struktur tambahan berupa sayap tipis. Satu tahun kemudian, kerucut betina melepaskan bijinya satu persatu. Biji-biji yang bersayap tersebut menyebar ke tempat-tempat lain (terbang) dengan bantuan angin. Jika biji sampai pada tempat yang sesuai maka terjadi perkecambahan biji, sehingga akan terbentuk tumbuhan yang baru. Galeri Pembentukan Biji tanpa Pembuahan Bunga Tumbuhan Dandelion mempunyai cara yang berbeda dengan tumbuhan yang lain, karena dapat membentuk biji tanpa adanya pembuahan pada bunga. Produksi biji secara aseksual ini disebut apomiksis. Gambar 7.39 Daur hidup pinus (Gymnospermae) Endosperm Embrio Selaput biji Strobilus jantan Sayap Biji Umur dua tahun Jaringan sporofi t induk Piringan gametofi t (Generasi gametofi t betina) Sel telur Strobilus betina pada saat polinasi Umur satu tahun Tabung polen Butir polen (Generasi gametofi t) Kingdom Plantae dan Peranannya dalam Kehidupan 171 .

b. Angiospermae Tumbuhan Angisopermae dapat berkembang biak secara seksual maupun secara aseksual. Karena banyak dimanfaatkan oleh manusia, maka jenis-jenis tumbuhan tersebut banyak dikembangkan secara aseksual oleh manusia. Secara alami, beberapa tumbuhan sebenarnya dapat melakukan reproduksi aseksual dengan berbagai cara seperti dengan tunas maupun secara merunduk. Oleh manusia, reproduksi secara aseksual tersebut dilakukan dengan menggunakan organ vegetatif, seperti akar dan batang sehingga disebut reproduksi aseksual buatan. Organ-organ vegetatif tumbuhan (akar, batang, dan daun) dapat ditumbuhkan menjadi tumbuhan baru dengan beberapa cara. Stek merupakan salah satu cara perkembangbiakan yang banyak dilakukan oleh manusia. Teknik ini dilakukan dengan mengambil atau memotong bagian tubuh tumbuhan seperti akar, batang, dan daun. Contohnya adalah pada tanaman ketela pohon, yaitu dengan stek batang. Jika batang tersebut dipotong menjadi beberapa bagian kemudian ditanam, maka masing-masing bagian tersebut akan tumbuh menjadi tanaman ketela pohon yang baru. Selain dikembangbiakkan dengan stek, tumbuhan Angiospermae juga dicangkok. Cangkok dilakukan dengan menghilangkan bagian tertentu kulit batang dan getah tumbuhannya, kemudian ditutup dengan lumut atau serat kelapa. Setelah bagian yang dicangkok tersebut mampu membentuk akar, bagian cangkokan tersebut dapat dipotong dan ditanam. Stek dan cangkok merupakan cara perkembangbiakan vegetatif tradisional. Secara modern, perbanyakan tumbuhan juga dilakukan melalui teknik rekayasa genetika, misalnya melalui kultur jaringan dan fusi protoplas.

Stek daun merupakan salah satu teknik perbanyakan vegetatif yang digunakan dalam budidaya tanaman hias. Bagian daun yang digunakan dapat berupa helaian maupun ujungujungnya. Contoh stek helai daun adalah pada tanaman Begonia sp. yang memiliki selsel regeneratif pada tulang daunnya. Sedangkan contoh stek pucuk daun adalah pada tanaman sambang darah (Excolcaria bicolor) dan tanaman cocorbebek (Calanchoe pinnata). Lubis, 1991, hlm. 21-22

Nah, tentu sekarang kalian sudah semakin paham tentang reproduksi vegetatif. Selain secara vegetatif, tumbuhan Angiospermae secara alami berkembang biak secara seksual. Reproduksi secara seksual pada spermatophyta adalah dengan membentuk biji, yang dihasilkan dari organ reproduksi yaitu bunga. Perhatikan Gambar 7.40. Reproduksi seksual pada Spermatophyta dimulai dengan penyerbukan atau polinasi. Polinasi merupakan proses menempelnya serbuk sari (stamen) pada kepala putik (stigma). Proses tersebut dapat terjadi dengan bantuan angin, air, atau hewan-hewan penyerbuk (polinator). Contoh hewan polinator adalah lebah, kupu-kupu, burung kolibri, kelelawar, dan lain-lain. Perhatikan Gambar 7.41. Karena proses perkawinannya yang jelas, yaitu didahului dengan polinasi, maka Spermatophyta disebut juga Phanerogame (Bahasa Yunani, phaneros = ‘tampak jelas’, gamein = ‘kawin’).

Sebelum terjadi penyerbukan (polinasi), kepala sari yang telah masak akan membuka. Selanjutnya, serbuk sari yang terdapat pada kepala sari tersebut akan keluar atau jatuh dan menempel pada kepala putik. Bagian yang berperan dalam fertilisasi adalah putik (stigma) dan benang sari (stamen). Putik terdiri dari 3 bagian, yaitu kepala putik, tangkai putik, dan ovulum. Sementara itu, benang sari terdiri dari kepala sari dan tangkai sari. Di dalam ovulum, terdapat megasporofi t yang membelah menjadi empat megaspora. Satu megaspora yang hidup membelah tiga kali berturut-turut. Hasilnya berupa sebuah sel besar, disebut kandung lembaga muda yang mengandung delapan inti. Di ujung ovulum terdapat sebuah lubang (mikropil), sebagai tempat masuknya saluran serbuk sari ke dalam kandung lembaga. Selanjutnya, tiga dari delapan inti tadi menempatkan diri di dekat mikropil. Dua dari tiga inti disebut sel sinergid. Sementara itu, inti yang ketiga disebut sel telur. Tiga buah inti lainnya (antipoda) bergerak ke arah kutub yang berlawanan dengan mikropil (kutub kalaza). Sisanya, dua inti yang disebut inti kutub, bersatu di tengah kandung lembaga dan terjadilah sebuah inti diploid (2n). Inti ini disebut inti kandung lembaga sekunder. Inti kandung lembaga yang telah masak, disebut megagametofi t dan siap untuk dibuahi. Serbuk sari yang jatuh pada kepala putik yang sesuai, akan berkecambah atau memunculkan suatu saluran kecil (buluh serbuk sari). Buluh serbuk sari semakin tumbuh memanjang di dalam tangkai putik (stilus). Selama perjalanan buluh menuju ovulum, inti serbuk sari membelah menjadi inti vegetatif dan inti generatif. Inti vegetatif berfungsi sebagai penunjuk arah inti generatif dan akan melebur sebelum sampai ke bakal biji (ovulum). Inti generatif membelah menjadi dua inti sperma yang akan menembus ovarium (bakal buah) dan sampai ke ovulum (bakal biji). Di dalam ovulum, inti serbuk sari (inti sperma) bertemu dengan inti sel telur, sehingga terjadi peleburan antara kedua inti tersebut. Proses peleburan kedua inti ini, disebut pembuahan atau fertilisasi. Inti sperma yang satu akan membuahi inti sel telur membentuk zigot, sedangkan inti sperma lainnya membuahi inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma. Peristiwa pembuahan ini disebut pembuahan ganda. Perhatikan Gambar 7.42. Pada perkembangan selanjutnya, bakal biji akan tumbuh menjadi biji dan bakal buah akan menjadi buah yang membungkus biji (pada beberapa spesies tumbuhan). Jika biji ditumbuhkan di tempat yang sesuai, biji akan berkecambah dan akan membentuk tumbuhan yang baru.