Pengertian Klasifikasi dan Ciri Tumbuhan Paku Pterydophyta

Pengertian Klasifikasi dan Ciri Tumbuhan Paku Pterydophyta

Klasifikasi dan Ciri Tumbuhan Paku

Ciri Tumbuhan Paku
Ciri Tumbuhan Paku

Ciri Tumbuhan Paku – Bersama lumut, tumbuhan paku merupakan tumbuhan tingkat rendah. Apakah kalian pernah melihat tumbuhan pakis di lingkungan sekitar kalian? Tentu kalian pasti pernah melihatnya. Terkadang, banyak penjual tanaman hias yang menjualnya. Pakis merupakan salah jenis tumbuhan paku. Meskipun ciri dan struktur tubuh tumbuhan paku amat berbeda dengan lumut, yaitu sudah mempunyai cormus, tetapi tumbuhan paku belum menghasilkan biji. Tubuhnya memang sudah dapat dibedakan menjadi akar, batang, dan daun sejati dan juga sudah memiliki pembuluh pengangkut (termasuk tumbuhan vaskuler), tumbuhan paku masih membentuk spora sebagai alat perkembangbiakan yang utama. Karenanya tumbuhsn paku disebut kormofi ta berspora atau tumbuhan vaskuler tak berbiji. Tumbuhan paku juga mempunyai gametangium yang letaknya tersembunyi, sehingga termasuk kelompok Vasculer Cryptomagae.

Golongan Vascular Cryptogamae menurut sistem klasifikasi lama termasuk dalam Divisi Pterydophyta. Divisi ini merupakan Cormophyta bersama dengan tumbuhan berbiji dan tubuhnya yang berupa kormus sudah merupakan sporofit. Ini berbeda dengan tumbuhan lumut yang tubuhnya masih berupa talus (atau peralihan dari talus ke kormus) dan merupakan gametofit. Sebagai tumbuhan tingkat rendah, tumbuhan paku sudah lebih maju daripada tumbuhan lumut karena sudah mempunyai sistem pembuluh yang terdiri dari xilem dan floem, sporofit hidup bebas dan berumur panjang, sudah ada akar sejati, dan sebagian sudah merupakan tumbuhan heterospor.

Sebaliknya, sebagai golongan kormofita, tumbuhan paku lebih rendah perkembangannya daripada tumbuhan berbiji (Spermatophyta) karena untuk melakukan pembuahan sel kelamin jantan dapat mencapai sel kelamin betina tanpa harus melalui siphon (buluh serbuk sari). Karenanya, tumbuhan paku dan lumut termasuk golongan Embryophyta Asiponogama. Selain itu, tumbuhan paku tidak membentuk biji dan gametofit betina tidak menempel pada sporofit serta dalam perkembangan embrio sporofit tidak ada masa istirahat.

1. Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Apabila kita membicarakan ciri tubuh tumbuhan paku, tentu akan dipelajari ukuran, bentuk, struktur dan fungsi tubuhnya. Ukuran tubuh tumbuhan paku amat bervariasi, tingginya antara 2 cm hingga 5 m. Bentuknya pun amat beragam. Ada yang berbentuk lembaran, perdu, pohon, dan ada yang seperti tanduk rusa. Struktur tubuhnya jelas mempunyai kormus. Artinya, kita sudah bisa membedakan antara akar, batang, dan daunnya. Namun demikian, tumbuhan ini tidak menghasilkan biji. Karena itu, alat perkembangbiakan tumbuhan paku yang utama yakni melalui spora.

Akar tumbuhan paku bersifat endogen dan tumbuh ke samping ari batang. Batangnya bercabang-cabang menggarpu (dikotom) atau jika membentuk cabang-cabang ke samping, cabang-cabang baru tersebut tidak pernah keluar dari ketiak daun. Pada batang terdapat banyak daun yang dapat tumbuh terus sampai lama.Umumnya daun masih lebih primitit daripada daun tumbuhan tingkat tinggi sehingga disebut mikrofil.

Di dalam akar, batang, dan daun telah terdapat jaringan pengangkut yang tersusun atas bagian floem dan xilem yang belum terdapat pada tumbuhan lumut. Berkas-berkas pengangkut ini umumnya tersusun konsentris amfikribal (xilem di tengah dikelilingi oleh floem) dan di dalam batang sering terdapat lebih dari satu berkas pengangkut. Adanya berkas pengangkut menambah kekuatan untuk mendukung tunas-tunas, sehingga reproduksi tumbuhan paku menjadi tumbuhan darat dengan cabang-cabang, bahkan telah membentuk pohon seperti yang dikenal dengan paku tiang, contohnya adalah Cyathea sp.

Daun tumbuhan paku terdiri atas dua macam. Daun yang berukuran kecil dan bersisik yang disebut mikrofi . Sementara, daun yang berukuran besar, dinamakan makrofil. Inilah karakteristik dari tumbuhan paku. Daun merupakan tempat pembentukan sporangium dan spora. Sporangium tersebut kadang-kadang juga terbentuk dalam ketiak daun, dan hanya pada beberapa paku dengan tingkat perkembangan yang rendah sporangium langsung terbentuk pada ujung tunas. Kumpulan sporangium pada daun disebut sorus, dan daun tersebut disebut sporofil. Daun selain sporofil adalah daun yang berfungsi untuk fotosintesis dan disebut daun tropofil. Sporofil seringkali terkumpul menjadi organ khusus yang terletak di ujung batang atau cabang, disebut strobilus.

ciri tanaman paku

2. Siklus Hidup Tumbuhan Paku

Seperti pada tumbuhan lumut, pada habitat tumbuhan paku juga terjadi siklus hidup atau pergiliran dua keturunan, yaitu keturunan gametofit dan sporofit. Gametofit pada tumbuhan paku dinamakan protalium atau protalus.

Protalium ini hanya berumur beberapa minggu. Bentuk protalium ini seperti jantung, warnanya hijau, dan melekat pada tempat tumbuhnya dengan rizoid. Pada protalium ini terdapat anteridium dan arkegonium yang masing-masing merupakan penghasil sel jantan dan sel betina yang dalam perkembangan selanjutnya akan bertemu dan melebur menghasilkan zigot. Zigot kemudian tumbuh menjadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku inilah yang merupakan keturunan yang diploid, yaitu sporofit. Jadi di dalam siklus hidup tumbuhan paku sporofit adalah generasi yang dominan. Selanjutnya, pada keturunan sporofit, tumbuhan paku akan menghasilkan spora. Dan kemudian spora tersebut akan tumbuh menjadi protlium, demikian seterusnya siklus hidup berlanjut.

Sebagian besar paku adalah homospora, yang berarti menghasilkan satu jenis spora yang sama besar. Pada jenis paku lain ditemukan tipe heterospor, yaitu jenis paku yang mengasilkan dua macam spora yang ukurannya tidak sama. Terdapat pula tumbuhan paku yang menghasilkan spora yang bentuk luarnya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya. Tumbuhan ini dinamakan paku peralihan antara homospor dan heterospor.

3. Klasifikasi Tumbuhan Paku

Di dalam Dunia Tumbuhan, tumbuhan paku dikelompokkan ke dalam 4 disvisi yaitu Divisi Psilophyta atau paku purba, Divisi Lycophyta (Lepidophyta) atau paku kawat, Divisi Arthrophyta atau paku ekor kuda, dan Divisi Filicophyta atau paku sejati. Tiga divisi pertama adalah tumbuhan paku dengan daun berupa mikrofil sedangkan divisi yang ke empat adalah paku dengan daun berupa makrofil.

a. Paku Purba (Psilopyta)

Divisi Psilophyta disebut juga paku purba. Sesuai dengan namanya, tumbuhan paku ini sudah banyak yang punah. Jenis tumbuhan ini, yang masih ada hanya sedikit saja. Diperkirakan hanya tinggal 10 – 13 species yang berasal dari 2 genus. Paku purba merupakan paku telanjang yang tidak berdaun. Kalau pun ada, paku purba hanya mempunyai daun-daun kecil (mikrofil) yang belum terdeferensi. Oleh karenanya, fotosintesis berada di batang yang mengandung klorofil.

Paku purba juga ada yang belum punya akar. Dengan demikian, paku purba ini tidak mempunyai jaringan pengangkut. Tentunya, paku ini akan memiliki rizoid untuk mengangkut air dan mineral. Tumbuhan paku ini juga mempunyai sifat homospora, dan banyak hidup di daerah tropis dan subtropis. Contoh paku kuda adalah Rhynia sp. yang merupakan paku purba berdaun dan Psilotum nudum yang merupakan paku purba tidak berdaun.

b. Paku Kawat (Lycophyta)

Divisi Lycophyta atau Lepidophyta meliputi golongan yang sudah punah maupun yang sekarang masih ada. Anggota divisi ini biasa dinamakan paku kawat karena mempunyai batang dan akar yang bercabang menggarpu. Struktur tubuhnya cukup lengkap, yang mempunyai akar, batang dan daun sejati. Daunnya kecil-kecil (mikrofil), tidak bertangkai dan bertulang daun satu. Sporangium terdapat pada ketiak daun, biasanya sporofil terkumpul di ujung batang atau cabang dan membentuk bangunan seperti kerucut, disebut strobilus. Bentuk ini menyerupai konus pada pohon pinus, sehingga banyak orang yang menyebut paku kawat itu sama saja pinus tanah.

Berdasarkan ada tidaknya ligula (lidah-lidah pada daun), divisi ini dibagi menjadi dua kelas yaitu Kelas Eligulopsida dan Kelas Ligulopsida. Kelas Eligulopsida merupakan paku kawat yang tidak memiliki ligula, contohnya Lycopodium sp. Sedangkan Ligulopsida merupakan paku kawat yang memiliki ligula, contohnya paku rane (Selaginella sp.).

c. Paku Ekor Kuda (Divisi Arthrophyta)

Divisi Arthrophyta memiliki tubuh yang cabangnya berkarang dan jelas kelihatan berbuku-buku dan beruas-ruas. Lapisan luar (epidermisnya), mengandung silika sehingga terlihat berpasir. Orang banyak menggunakan batang ekor kuda untuk menggosok pot ataupun kuali, sebelum ditemukan alat penggosok dari baja. Oleh karenanya, tumbuhan ini disebut juga dengan tumbuhan penggosok.

Daun-daun kecil seperti selaput dan tersusun berkarang. Sporofil selalu berbeda dengan daun biasa, biasanya berbentuk perisai dengan sejumlah sporangium pada sisi bawahnya. Sporofil tersebut merupakan badan berbentuk gada atau kerucut pada ujung batang atau cabang yang juga disebut sebagai strobilus. Akarnya sangat kecil dan halus, terdapat pada buku-buku dari rhizoma atau pada pangkal batang. Beberapa jenisnya ada yang memiliki semacam umbi untuk menghadapi masa yang buruk.

Paku ekor kuda merupakan tumbuhan dengan genus tunggal, yaitu Equisetum. Genus ini hanya memuat kira-kira 25 spesies, sebagian hidup di darat dan sebagian hidup di rawa-rawa. Contohnya adalah paku ekor kuda (Equisetum debile).

d. Paku sejati (Filicophyta)

Tumbuhan paku sejati merupakan tumbuhan paku yang bisa selalu kita temukan. Mengapa? Sebab, kita bisa menemukannya di sawah, di pekarangan rumah yang teduh, atau mungkin pada pot tanaman hias yang ada di depan rumah kita.

Paku sejati juga termasuk tumbuhan yang memiliki struktur tubuh lengkap. Paku sejati sudah mempunyai akar, batang, dan daun yang sejati. Batangnya ada yang tertanam di dalam tanah membenruk rihzoma. Daunnya berupa makrofil dan bentuknya bermacam-macam, bertangkai, dan tulangnya bercabang-cabang. Saat masih muda, daunnya akan tergulung pada ujungnya. Sementara, sisi bawahnya banyak terdapat sporangium.

Contoh tanaman paku sejati adalah paku tanduk rusa (Plathycerium coronarium), paku sarang burung (Asplenium nidus), paku suplir (Adiantum sp.), paku sawah (Azolla pinnata), dan semanggi (Marsillea crenata).

 

Peranan Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia Kelangsungan

Peranan Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia Kelangsungan

Peranan Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia Kelangsungan

Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia

Peranan Tumbuhan bagi Kelangsungan Hidup di Bumi

Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia – Pada uraian terdahulu telah kita pelajari berbagai manfaat tumbuhan bagi kehidupan manusia, seperti sebagai sumber makanan, bahan obat, bahan bangunan, bahan sandang, bahkan sebagai stabilisator konsentrasi CO2 di atmosfer. Dapatkah kamu sebutkan contoh masing-masing? Tumbuhan merupakan organisme yang sangat dominan pengaruhnya bagi kelangsungan ekosistem dunia. Pada zaman sekarang, ketika ilmu pengetahuan sudah sangat maju, dan manusia sudah mempunyai konsep tatanan bermasyarakat, peranan tumbuhan tetap tidak tergantikan. Ilmu pengetahuan tentang tumbuhan begitu pesat berkembang sehingga banyak bagian tubuh tumbuhan yang dimanfaatkan oleh para ilmuwan untuk kebaikan dan kepentingan masyarakat.

Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia

Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia
Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia

Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia – Pada zaman sekarang, orang tidak dapat lagi memandang peranan apa pun secara sendiri-sendiri. Masyarakat di seluruh dunia harus memandang sains-teknologi sebagai bagian dari masyarakat. Setiap perkembangan yang terjadi pada sains selalu dikaitkan dengan teknologi yang mendukungnya, kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Begitu pula tentang perkembangan ilmu tumbuhan selalu terkait dengan kemajuan teknologi dan berpengaruh pada masyarakat. Kini para ahli anatomi tumbuh-tumbuhan mengetahui bahwa tumbuhan memiliki sifat totipotensi, yaitu suatu kemampuan setiap sel untuk tumbuh menjadi sebuah individu baru. Pengetahuan tentang totipotensi ini dimanfaatkan para ahli untuk melakukan perbanyakan tumbuhan dengan teknik kultur jaringan.

Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia – Bagian tumbuhan (daun, batang, bunga) ditumbuhkan dalam “kultur agar” di laboratorium. Setelah tumbuhan menjadi individuindividu baru yang jumlahnya ribuan, tumbuhan siap ditanam di lahan yang sebenarnya. Teknik kultur jaringan merupakan cara perbanyakan tumbuhan dalam waktu singkat dengan hasil yang banyak. Teknik ini dapat dijadikan solusi untuk mengatasi masalah kekurangan pangan masyarakat. Permasalahannya adalah teknik kultur jaringan membutuhkan biaya tinggi sehingga produk menjadi mahal, kemungkinan besar sulit dijangkau oleh masyarakat. Selain kultur jaringan, dikembangkan juga tanaman transgenik, yaitu tanaman hasil rekayasa genetika, yang akan kamu pelajari pada bab bioteknologi.

Rangkuman 

Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia

1. Tumbuhan vaskuler memiliki jaringan pembuluh angkut yang terdiri atas xilem dan floem. 2. Tumbuhan lumut termasuk ke dalam tumbuhan nonvaskuler. 3. Dalam siklus hidupnya tumbuhan lumut mengalami pergiliran turunan haploid dan diploid. 4. Pada lumut daun, gametofit merupakan generasi dominan. 5. Tumbuhan vaskuler tak berbiji meliputi 3 divisi, yaitu paku kawat, paku ekor kuda, dan paku sejati. 6. Tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora disebut homospora, satu-satunya paku yang heterospora adalah paku air. 7. Tumbuhan biji terbuka meliputi 4 divisi, yaitu Cycadophyta, Ginkgophyta, Gnetophyta, dan Coniferophyta. 8. Strobilus merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan gymnospermae. 9. Tumbuhan bunga dibedakan antara monokotil dan dikotil. 10. Gymnosperma mengalami pembuahan tunggal, sedangkan pada angiosperma terjadi pembuahan ganda.

A. Pilih jawaban yang paling tepat.

1. Pertanyaan berikut merupakan ciri Plantae, kecuali . . . . A. terdiri atas banyak sel B. memiliki klorofil C. memiliki miselium D. sel-selnya bersifat eukariotik E. hidup secara autotrof 2. Kelompok tumbuhan mana yang merupakan tumbuhan berpembuluh? A. Tumbuhan paku, tumbuhan biji, lumut. B. Tumbuhan biji terbuka, tumbuhan biji tertutup, tumbuhan paku. C. Tumbuhan paku, lumut, alga. D. Tumbuhan biji, lumut daun, lumut hati. E. Tumbuhan biji, lumut, alga. 3. Berikut ini adalah ciri-ciri tumbuhan paku dan lumut. 1. Berkembang biak dengan spora. 2. Akar berbentuk rizoid. 3. Mempunyai tunas daun yang menggulung. 4. Berakar serabut. 5. Mengalami metagenesis. 6. Mempunyai berkas pembuluh. Nomor berapakah yang merupakan persamaan ciri tumbuhan paku dan lumut? A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 1 dan 5 D. 4 dan 6 E. 5 dan 6 4. Melinjo (Gnetum gnemon) termasuk ke dalam tumbuhan . . . . A. biji berkeping satu (monokotil) B. biji berkeping dua (dikotil) C. biji terbuka (gymnospermae) D. biji tertutup (angiospermae) E. paku-pakuan (pteridophyta) 5. Mengapa tumbuhan yang termasuk suku coniferophyta sangat penting bagi kehidupan manusia? A. Merupakan sumber makanan dan bahan kertas. B. Dapat menghasilkan minyak kayu putih dan resin. C. Batangnya dapat dijadikan bahan bangunan dan bahan kertas. D. Buahnya dapat dimakan dan batangnya menghasilkan resin. E. Dapat menghasilkan terpentin dan minyak atsiri. 6. Gymnospermae dan angiospermae sama-sama memiliki hal-hal berikut ini, kecuali . . . . A. biji B. serbuk sari C. jaringan pembuluh D. ovarium E. bakal biji 7. Mana di antara pernyataan berikut yang membedakan tumbuhan lumut dan tumbuhan paku? A. Pada tumbuhan lumut spora akan tumbuh menjadi protalium, sedangkan pada tumbuhan paku spora akan tumbuh menjadi protonema. B. Tumbuhan lumut sudah dapat dibedakan bagian akar, batang, dan daun, sedangkan tumbuhan paku belum jelas. C. Pada tumbuhan lumut yang umurnya lebih panjang adalah gametofitnya, sedangkan tumbuhan paku sporofitnya. D. Tumbuhan lumut menghasilkan spora, sedangkan tumbuhan paku menghasilkan biji. E. Ikatan pembuluh pada tumbuhan lumut sudah jelas, sedangkan pada tumbuhan paku tidak ada. 8. Di dalam daur hidup paku, tumbuhan paku dewasa merupakan . . . . A. protalium D. sporofil B. gametangium E. tropofil C. sporofit 9. Tumbuhan paku yang bersimbiosis dengan kelompok alga biru untuk mengikat nitrogen dari udara bebas adalah . . . . A. semanggi (Marsilea crenata) D. paku air (Azolla pinnata) B. Suplir (Adiantum cuneatum) E. paku ekor kuda (Equisetum debile) C. paku tiang (Alsophyla glauca) 10. Gametofit jantan suatu angiosperma adalah . . . . A. anther B. kantung embrio C. mikrospora D. butiran serbuk sari yang berkecambah E. bakal biji 11. Buah pada umumnya adalah . . . . A. ovarium yang sudah matang B. kepala putik yang menebal C. bakal biji yang membesar D. akar yang mengalami modifikasi E. gametofit betina yang sudah matang 12. Perhatikan ciri-ciri tumbuhan berikut ini. 1. Hidup di tempat lembap. 4. Mempunyai ikatan pembuluh. 2. Mempunyai akar sejati. 5. Mempunyai klorofil. 3. Menghasilkan spora. Ciri yang dimiliki oleh lumut adalah . . . . A. 1, 2, dan 3 D. 2, 3, dan 5 B. 1, 3, dan 5 E. 3, 4, dan 5 C. 2, 3, dan 4 13. Pernyataan mana yang sesuai untuk paku homospora? A. Arkegonium dan anteridium terdapat pada satu individu. B. Hanya mempunyai arkegonium. C. Hanya mempunyai anteridium. D. Anteridium dan arkegonium terdapat pada individu yang berbeda. E. Pembiakan seksualnya dengan konjugasi. 14. Dalam daur hidupnya tumbuhan lumut merupakan . . . . A. gametofit D. protalium B. sporofit E. sporangium C. protonema 15. Lumut bermanfaat bagi bersemainya jenis tumbuhan lain karena lumut memiliki kemampuan . . . . A. membentuk pupuk D. mengikat nitrogen B. menyuburkan tanah E. sebagai produsen C. menyimpan air 16. Di mana tempat melekatnya serbuk sari agar terjadi fertilisasi? A. 1 D. 4 B. 2 E. 5 C. 3 17. Setelah penyerbukan sperma dibawa ke tempat ovum berada melalui . . . . A. serbuk sari D. tangkai sari B. buluh serbuk E. tangkai bunga C. tangkai putik 18. Di mana letak gamet betina? A. 5 D. 8 B. 6 E. 9 C. 7 19. Pernyataan mana yang merupakan sifat-sifat dikotil? A. Berkeping biji dua, tulang daun sejajar, batang berkambium. B. Berkeping biji satu, tulang daun menjari, ikatan pembuluh menyebar. C. Berkeping biji dua, tulang daun sejajar, ikatan pembuluh menyebar. D. Berakar serabut, berkeping biji dua, batang berkambium. E. Berakar tunggang, berkeping biji dua, batang berkambium. 20. Berdasarkan gambar di bawah ini, manakah yang merupakan bakal biji pada pinus?

 

Tentang Tumbuhan Paku Berpembuluh dan Berbiji

Tentang Tumbuhan Paku Berpembuluh dan Berbiji

Tentang  Tumbuhan Paku Berpembuluh dan Berbiji

Tumbuhan Paku Berpembuluh

1. Paku Kawat Banyak spesies paku kawat yang merupakan epifit pada pohon di daerah tropis, spesies lainnya tumbuh dekat tanah di dasar hutan, di daerah iklim sedang, meliputi daerah timur laut Amerika Serikat. Pada Gambar 7.8 tampak sporofit yang merupakan generasi diploid (2n). Tumbuhan kecil ini memiliki rizoma (batang dalam tanah) yang tumbuh horizontal, dan akan menjadi akar dan batang vertikal dan mengandung daun sejati yang memiliki jaringan pembuluh. Sporangia terletak pada daun khusus untuk reproduksi yang disebut sporofil. Pada beberapa spesies, sporofil berkumpul pada ujung cabang membentuk struktur berbentuk gada, disebut strobili. Spora yang keluar dari sporangia akan tumbuh menjadi gametofit haploid yang tidak mudah terlihat, dapat hidup dalam tanah selama 10 tahun. Gametofit kecil itu tidak berfotosintesis, makanan diperoleh dari fungi simbiotik. Pada spesies homospora setiap gametofit membentuk arkegonia dengan sel telur dan anteridia dengan sperma berflagela. Paku kawat heterospora membentuk gametofit jantan dan betina yang terpisah. Nama umum untuk paku kawat adalah lumut gada sesuai dengan bentuk strobilus yang menyerupai gada.

Tumbuhan Paku Berpembuluh

Tumbuhan Paku Berpembuluh
Tumbuhan Paku Berpembuluh

Tumbuhan Paku Berpembuluh

2. Paku Ekor Kuda Divisi tumbuhan ini yang masih bertahan sampai saat ini hanya 15 spesies dari genus tunggal yang disebut ekor kuda (Equisetum debile), ditemukan di bumi belahan utara. Pada Gambar 7.9 tampak sporofit, pada ujung beberapa batang terdapat struktur mirip kerucut, yang mengandung sporangia. Pembelahan meiosis terjadi dalam sporangia, dan spora haploid dilepas, kemudian berkembang menjadi gametofit biseksual yang memiliki panjang beberapa milimeter. Apakah ekor kuda termasuk homospora atau heterospora?

Equisetum memiliki rizoma di bawah tanah tempat batang vertikal akan muncul. Batang lurus berlubang memiliki ruas-ruas, dan pada ruas tersebut akan tumbuh daun atau batang kecil. Epidermis mengandung silika, yang menyebabkan tumbuhan tersebut mempunyai tekstur berpasir. Dahulu orang menggunakan batang ekor kuda sebagai alat penggosok.

Tumbuhan Paku Berpembuluh

3. Paku Sejati Dari semua tumbuhan vaskuler tak berbiji, paku sejati adalah tumbuhan yang paling beraneka ragam. Paku merupakan tumbuhan lapisan bawah di hutan-hutan tropis dan subtropis, mulai dari dataran rendah sampai ke lerenglereng gunung, bahkan ada yang hidup di air. Tumbuhan paku telah memiliki jaringan pembuluh yang terbentang dari akar, batang, sampai ke daun. Untuk mempelajari struktur tumbuhan paku, lakukan kegiatan berikut.

Mengamati Bagian-Bagian Tumbuhan Paku

Tumbuhan Paku Berpembuluh – Sejati Amati tumbuhan paku lengkap dengan bagian-bagiannya. Gunakan lup untuk mengamati kumpulan sporangium (sorus). Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Pertanyaan 1. Di manakah akar tumbuhan paku tumbuh? Mengapa disebut akar serabut? 2. Apakah yang dimaksud dengan rizoma (rimpang)? Sebutkan contoh tumbuhan paku yang memiliki batang yang tegak. 3. Adakah daun yang tidak menghasilkan spora? Apa fungsi daun tersebut? 4. Dengan apa tumbuhan paku berkembang biak? 5. Di daun bagian mana terletak sorus (kumpulan sporangium)? 6. Potonglah secara melintang sebuah sorus, amati dengan lup atau mikroskop. Kemudian, gambarlah penampangnya.

Tumbuhan Paku Berpembuluh – Akar tumbuh dari pangkal batang membentuk akar serabut, pada ujung akar terdapat tudung akar (kaliptra). Batang umumnya tumbuh di dalam tanah disebut rizoma (rimpang). Beberapa tumbuhan paku memiliki batang yang muncul di atas tanah, misalnya paku tiang (Alsophyla). Sebagian besar paku memiliki daun majemuk, bertulang daun yang bercabang-cabang, bertangkai panjang, memiliki mesofil dan stomata. Daun paku tumbuh seiring membukanya gulungan ujungnya yang melingkar seperti kepala biola. Beberapa daun paku merupakan sporofil yang mengandung sporangia pada permukaan bawahnya. Sporangia pada banyak paku tersusun dalam kelompok yang disebut sorus (jamak: sori) yang dilengkapi dengan alat yang menyerupai pegas, dapat melemparkan spora beberapa meter jauhnya.

Kotak spora menghasilkan sel-sel induk spora yang kemudian membelah secara meiosis membentuk spora yang merupakan awal dari fase gametofit. Seperti tumbuhan lumut, paku pun mengalami pergantian turunan dalam siklus hidupnya. Pada awal pembahasan tumbuhan vaskuler tak berbiji telah dibahas tentang siklus hidup paku, lihat Gambar 7.6 serta penjelasannya. Berdasarkan gambar tersebut, apakah paku yang digambarkan itu homospora atau heterospora? Buatlah skema pergiliran turunan dalam siklus hidup paku homospora. Salah satu contoh paku heterospora adalah selaginella, hidup di air. Paku ini mempunyai dua macam spora, yaitu mikrospora yang kecil berkelamin jantan dan makrospora yang besar berkelamin betina. Sporangium terletak di ujung cabang, dilindungi oleh daun-daun spora, disebut strobilus (jamak strobili).

ertanyaan 1. Apa yang menghasilkan spora pada tanaman suplir? 2. Spora akan tumbuh menjadi apa? Bagaimana bentuknya? 3. Apa yang terdapat pada permukaan bawah protalium? 4. Apa yang dihasilkan oleh anteridium dan arkegonium? 5. Berdasarkan jawaban pertanyaan no. 3 dan 4, protalium dalam daur hidup paku merupakan fase apa? 6. Berdasarkan tempat tumbuhnya kecambah, di mana terjadinya fertilisasi?

Diperkirakan tumbuhan paku adalah salah satu tanaman tertua. Tanaman ini pernah merajai bumi terutama pada periode karbon sehingga zaman itu disebut Zaman Paku. Pada waktu itu tumbuhan paku umumnya berupa pohon-pohonan berukuran raksasa dan membentuk hutan. Runtuhan tumbuhan paku tertimbun dalam air berawa di hutan-hutan sampai beberapa meter tebalnya, kemudian mengendap membentuk sedimen. Sekarang sisanya dapat kita gali sebagai batu bara. Banyak manfaat tumbuhan paku dalam kehidupan manusia, antara lain sebagai tanaman hias, untuk karangan bunga, bahan obat, pupuk hijau (Azolla pinnata bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara), bahan bangunan, dan alat penggosok.

Tumbuhan Berbiji

Pada saat ini tumbuhan berbiji mendominasi permukaan bumi kita. Tumbuhan berbiji meliputi kelompok gymnospermae (berbiji terbuka) dan angiospermae (berbiji tertutup). Sekarang dikenal sekitar 720 spesies gymnospermae dan 250.000 spesies angiospermae. Dapatkah kamu menyebutkan beberapa contoh tumbuhan berbiji? Kelompok tumbuhan ini tubuhnya dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Pembuluh angkut berupa pembuluh-pembuluh halus, memanjang mulai dari akar, melalui batang menuju daun. Ciri khas tumbuhan biji adalah memiliki biji sebagai alat perkembangbiakan. Kebalikan dari spora yang merupakan sel tunggal, biji adalah struktur multiseluler dan jauh lebih kompleks.

(a) Sayatan bakal biji suatu sporofit memperlihatkan nusellus, megasporangium berdaging, yang dikelilingi oleh suatu lapisan jaringan pelindung yang disebut integumen. (b) Suatu megaspora berkembang menjadi gametofit betina multiseluler. Mikrofil adalah lubang tempat masuknya butir serbuk sari (polen), yang telah membuat tabung polen untuk mengalirkan sperma.

(c) Fertilisasi akan mengawali perubahan bakal biji menjadi biji, yang terdiri atas suatu embrio sporofit, cadangan makanan, dan lapisan pelindung biji yang diperoleh dari integumen. Spora disimpan dalam sporangium dan gametofit berkembang di dalam pembungkus spora, sementara masih dilindungi dan diberi makan oleh sporofit induk. Coba kamu bandingkan proses pembentukan spora pada tumbuhan vaskuler tak berbiji dengan proses pembentukan biji pada tumbuhan berbiji.

Info Biologi

Evolusi Tumbuhan Berbiji Biji squash (sejenis labu) yang terawetkan seperti terlihat pada gambar di samping, ditemukan pada tahun 1997 dalam sebuah gua di Oaxaca, Meksiko. Ternyata gua tersebut telah dihuni oleh manusia sekitar 8.000 – 10.000 tahun yang lalu. Biji beserta bentuk buah labu di gua tersebut cukup berbeda dari varietas liar spesies yang sama. Hal ini menunjukkan telah terjadi evolusi tumbuhan berbiji.