Pengertian Ciri Umum Tumbuhan Kingdom Plantae

Pengertian Ciri Umum Tumbuhan Kingdom Plantae

Pengertian Ciri Umum Tumbuhan Kingdom Plantae

Ciri Umum Tumbuhan – Tumbuhan atau tanaman dapat kalian jumpai dengan mudah di sekitar rumah atau di lingkungan sekolah. Beraneka macam tanaman hias juga sering disusun dalam sebuah taman yang menghiasi halaman rumah atau perkantoran. Coba perhatikan taman di lingkungan tempat tinggal kalian, ada berapa jeniskah tanaman yang ditanam di sana? Bisakah kalian membedakan atau mengelompokkan berbagai jenis tanaman tersebut? Tentu, kalian akan bisa melakukannya dengan mudah bila memiliki pengetahuan yang cukup mengenai Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan). Kalian bisa mendapatkannya dengan membaca uraian berikut.

Ciri Umum Tumbuhan
Ciri Umum Tumbuhan

Ciri Umum Tumbuhan – Pada uraian berikut, kalian akan mempelajari Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan), meliputi ciri umum plantae dan klasifi kasinya ke dalam kelompok tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji. Selain itu, kalian juga akan mempelajari cara perkembangbiakan dan siklus hidup, serta peranan plantae dalam kehidupan. Setelah mempelajari bab ini, kalian akan mampu mendeskripsikan ciri-ciri divisi di dalam Dunia Tumbuhan, membedakan tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji, serta memberikan contoh spesiesnya. Selain itu, kalian juga diharapkan dapat menjelaskan cara perkembangbiakan tumbuhan dan berbagai manfaat tumbuhan bagi kehidupan manusia.

Ciri Umum Kingdom Plantae

Ciri Umum Tumbuhan – Kingdom Plantae disebut juga Dunia Tumbuhan karena beranggotakan berbagai jenis tumbuhan. Sebagai anggota sebuah kingdom, berbagai jenis tumbuhan memiliki ciri-ciri umum yang sama. Semua organisme yang disebut tumbuhan bersifat eukariotik multiseluler dan sel-selnya terspesialiasasi membentuk jaringan dan organ. Sel-sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Tumbuhan juga memiliki klorofi l, yaitu klorofi k a dan klorofi l b, sehingga mampu melakukan fotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya. Karena dapat memenuhi kebutuhan makanannya secara mandiri, maka tumbuhan disebut organisme autotrof. Tumbuhan menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk tepung atau pati.

Ciri Umum Tumbuhan – Alga hijau, alga cokelat, dan beberapa jenis alga lainnya memiliki sifat yang mirip dengan tumbuhan. Tapi apakah mereka termasuk anggota Kingdom Plantae? Jawabannya adalah bukan. Beberapa jenis alga memang memiliki klorofi l dan mampu melakukan fotosintesis. Namun, mereka tidak termasuk anggota Kingdom Plantae karena beberapa alasan, misalnya karena tubuh alga masih berupa talus (belum bisa dibedakan antara akar, batanng, dan daun). Karena sifat tersebut, maka alga tidak termasuk ke dalam Kingdom Plantae, akan tetapi termasuk Kingdom Protista. Walaupun demikian, alga dan tumbuhan memiliki kekerabatan yang dekat. Tumbuhan dan alga hijau memiliki klorofi l b sebagai suatu pigmen aksesoris fotosintetik. Disebut aksesoris tambahan karena klorofi l tersebut tidak dimiliki oleh organisme fotosintetik lainnya. Semua eukariotik fotosintetik menggunakan klorofi l a sebagai pigmen yang terlibat secara langsung dalam konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Hampir semua jenis tumbuhan adalah tumbuhan darat (teresterial). Namun, ada juga tumbuhan yang hidup di air (akuatik).

Ciri Umum Tumbuhan – Beberapa contoh tumbuhan akuatik adalah enceng gondok, teratai, dan kangkung air. Perbedaan karakter habitat darat dan air akan mendorong tibulnya perbedaan adaptasi struktural, kimiawi, dan reproduksi. Di habitat darat, sumber daya yang diperlukan organisme fotosintetik tersedia di dua tempat yang sangat berbeda. Cahaya dan karbon dioksida sebagian besar tersedia di atas permukaan tanah, sementara air dan nutrien mineral sebagian besar berada di dalam tanah. Dengan demikian, tubuh tumbuhan yang kompleks menunjukkan derajat spesialisasi struktural yang beraneka ragam pada organ-organ yang berada di bawah tanah, yaitu akar, dan yang di atas permukaan tanah yaitu tunas yang akan menjadi daun. Pada sebagian besar tumbuhan, pertukaran karbon dioksida dan oksigen antara atmosfer dan bagian dalam yang berfotosintetis terjadi melalui stomata (mulut daun), yaitu pori mikroskopik yang melalui permukaan daun.

Ciri Umum Tumbuhan – Keajaiban Benih Benih atau yang umum kita sebut sebagai biji adalah suatu bagian dari tumbuhan yang sangat istimewa. Sebutir benih dapat menentukan bagaimana bentuk perkembangannya nanti menjadi sebuah tumbuhan, meliputi semua bagianbagiannya yang detil seperti bagaimana perawakannya, seberapa tingginya, bagaimana bentuk dan lebar daunnya, bagaimana bentuk dan warna bunganya, bagaimana rasa buahnya, dan lain sebagainya. Benih adalah suatu maha karya ciptaan Tuhan yang mengilhamkan tumbuhan untuk berkembang biak dan memberikan manfaat bagi manusia dan kehidupan di bumi. Harun Yahya Series, 2003

Ciri Umum Tumbuhan – Reproduksi tumbuhan berlangsung secara generatif dan vegetatif. Tumbuhan mempunyai daur atau siklus hidup yang disebut pergiliran generasi atau metagenesis, meliputi generasi haploid (gametofi t) dan generasi diploid (sporofi t). Perhatikan Gambar 7.2. Kedua generasi tersebut saling bergiliran dan masing-masing saling menghasilkan. Gametofi t membentuk gamet dengan cara pembelahan mitosis dan sporofi t membentuk spora melalui pembelahan meiosis. Spora didefi nisikan sebagai suatu sel reproduktif yang berkembang secara langsung menjadi suatu organisme tanpa harus menyatu dengan sel-sel lainnya. Sedangkan gamet adalah sebaliknya, tidak dapat berkembang secara langsung menjadi organisme tetapi harus melalui penggabungan terlebih dahulu. Sel sperma (gamet jantan) membuahi sel telur (gamet betina) membentuk zigot dan zigot akan berkembang menjadi organisme, yaitu suatu sporofi t baru. Dalam siklus hidup semua tumbuhan sprorofi t dan gametofi t adalah heteromorfi k, artinya sporofi t dan gametofi t berbeda dalam hal morfologi atau bentuknya. Pada lumut dan kerabat dekatnya, gametofi t (generasi haploid) adalah tumbuhan yang lebih besar dan rumit dan merupakan suatu tahapan yang umumnya dapat kita lihat secara langsung misalnya hamparan lumut daun. Akan tetapi, pada kelompok tumbuhan selain lumut (paku-pakuan, konifer seperti Pinus, dan tumbuhan berbunga) sporofi t (generasi diploid) adalah tahapan dominan, yang dapat kita amati sebagai semak, rumput, herba, maupun pohon. Berdasarkan bentuk sporofi tnya (ada tidaknya biji), tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi kelompok tumbuhan tidak berbiji dan kelompok tumbuhan berbiji. Tumbuhan tidak berbiji terdiri dari lumut dan paku-pakuan. Kedua tumbuhan tersebut berkembang biak secara generatif dengan benih yang disebut spora sehingga disebut kelompok tumbuhan tingkat rendah. Sedangkan tumbuhan yang berkembang biak dengan dengan benih yang berupa biji disebut tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup. Tumbuhan berbiji terbuka memiliki struktur yang disebut strobilus dan tumbuhan berbiji tertutup memiliki struktur yang disebut bunga. Keduanya berperan dalam pembentukan biji sebagai alat perkembangbiakan.

Mengamati Perbedaan berbagai Kelompok Tumbuhan

A. Dasar teori Tumbuhan merupakan organisme eukariotik multiseluler dengan sel-sel yang terspesialiasasi membentuk jaringan dan organ. Sel-sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Tumbuhan juga memiliki klorofil, sehingga mampu melakukan fotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya. Karena dapat memenuhi kebutuhan makanannya secara mandiri, maka tumbuhan disebut organisme autotrof. Tumbuhan menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk tepung (pati). Berdasarkan struktur tubuhnya tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji. Ketiga kelompok tumbuhan tersebut memiliki sifat-sifat yang berbeda satu sama lain. Tumbuhan lumut memiliki struktur yang sangat sederhana, tubuhnya ada yang masih berupa talus (lembaran) tersusun oleh sel-sel yang sederhana dan ada yang sudah merupakan peralihan ke bentuk kormus (tumbuhan berpembuluh). Sedangkan tumbuhan paku merupakan kelompok yang lebih maju karena sudah dapat dibedakan menjadi akar, batang, dan daun (tumbuhan berkormus). Kelompok yang paling maju adalah tumbuhan berbiji, memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks dan berkembang biak dengan biji. B. Tujuan Mengetahui perbedaan struktur tubuh tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhan tingkat tinggi. C. Alat dan bahan 1. Berbagai jenis tumbuhan: a. tumbuhan lumut yang terdapat di tembok-tembok yang lembab b. suplir atau tumbuhan paku lainnya c. rumput teki dan bayam Semua jenis tumbuhan tersebut dicabut utuh beserta akar-akarnya, usahakan yang sudah membentuk bunga, spora, atau biji 2. lup atau kaca pembesar 3. Alat tulis (pensil, kertas, penggaris) D. Langkah percobaan 1. Buatlah kelompok kerja untuk melakukan percobaan ini. 2. Amati dengan seksama struktur tiap jenis tumbuhan tersebut, mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan spora atau buahnya. Perhatikan perbedaannya. 4. Tulislah perbedaan jenis-jenis tumbuhan tersebut dalam bentuk tabel. Contoh tabelnya adalah sebagai berikut. Perbedaan Tumbuhan Tingkat Rendah dan Tumbuhan Tingkat Tinggi No Bagian yang diamati Tumbuhan tingkat rendah Tumbuhan tingkat tinggi lumut paku rumput bayam 1 Akar 2 Batang 3 Daun 4 Spora 5 Bunga 6 Biji E. Pembahasan 1. Berdasarkan pengamatan kalian, bagaimana struktur tubuh berbagai tumbuhan tersebut? Jelaskan ciri khas masing-masing kelompoknya. 2. Bandingkan hasil pengamatan kelompok kalian dengan kelompok lain. 3. Presentasikan hasil pengamatan kelompok kalian di depan kelas untuk mendapat tanggapan dan masukan dari kelompok lain serta guru kalian. 4. Buatlah laporan dan kumpulkan pada guru kalian.

Pengertian Tumbuhan Berbiji Terbuka Tertutup

Pengertian Tumbuhan Berbiji Terbuka Tertutup

Pengertian Tumbuhan Berbiji Terbuka Tertutup

Tumbuhan Berbiji Terbuka

1. Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Tumbuhan Berbiji Terbuka – Tumbuhan ini tersebar luas di hutan-hutan dan pegunungan, berupa pohon berkayu yang tingginya dapat mencapai lebih dari 30 meter. Pernahkah kamu melihat pohon pinus? Pohon yang selalu hijau sepanjang masa, kini banyak ditanam di halaman rumah. Disebut tumbuhan berbiji terbuka karena bijinya tidak dilindungi daun buah (tidak memiliki ruangan pembungkus). Bunga sesungguhnya tidak ada, alat perkembangbiakan berupa badan yang disebut strobilus (runjung). Strobilus jantan merupakan kumpulan kantung-kantung sari yang berisi serbuk sari yang mengandung sel sperma. Strobilus betina mengandung bakal biji yang berisi sel telur. Bakal biji terbuka, langsung didatangi oleh serbuk sari yang terbawa angin. Batang utama lurus ke atas, berkayu, berkas pembuluh tersusun dalam satu lingkaran dan memiliki kambium. Umumnya batang memiliki saluran resin. Bentuk daun bermacam-macam, kaku, dan mengandung berkas pengangkut. Sistem akar tunggang, cabang-cabangnya menyebar di dalam tanah.

Tumbuhan Berbiji Terbuka

Tumbuhan Berbiji Terbuka
Tumbuhan Berbiji Terbuka

Tumbuhan Berbiji Terbuka – Ada empat divisi gymnospermae yang dapat kita jumpai sampai saat ini, tiga di antaranya adalah divisi yang relatif kecil: Cycadophyta, Ginkgophyta, dan Gnetophyta. Divisi yang paling besar adalah Coniferophyta.

a. Cycadophyta Tumbuhan ini merupakan tumbuhan biji yang primitif, hidup di daerah tropis dan subtropis. Di Indonesia kita kenal pakis haji (Cycas rumphii) merupakan tanaman hias, akarnya bersimbiosis dengan ganggang biru (Anabaena) yang dapat mengikat nitrogen (Anabaena cycadae). Daunnya tersusun dalam roset batang, menyirip atau berbagi menyirip. Strobilus jantan dan betina terdapat di ujung batang pada pohon yang berbeda (berumah dua).

Tumbuhan Berbiji Terbuka

b. Ginkgophyta Hanya satu jenis ginkgo yang masih hidup sampai saat ini, yaitu Ginkgo biloba yang berasal dari Cina. Pohonnya tinggi, daunnya bertangkai panjang dan berbentuk kipas dengan tulang daun yang bercabang-cabang, dan meranggas dalam musim gugur. Bijinya mempunyai kulit luar yang berdaging dan kulit dalam yang keras. Daunnya dapat dijadikan obat asma dan mengatur tekanan darah. Buahnya dapat dijadikan bahan ramuan untuk makanan tambahan (suplemen) yang berfungsi menjernihkan daya ingat.

c. Gnetophyta Di Indonesia dikenal tumbuhan melinjo (Gnetum gnemon) yang merupakan anggota dari kelompok ini. Daunnya tunggal, duduknya berhadapan. Batangnya berkayu tanpa saluran resin. Bunga majemuk berbentuk bulir, keluar dari ketiak daun. Buah dan daun muda melinjo dapat disayur, bijinya dibuat emping; dan serabut kulitnya untuk pembuatan jala.

Tumbuhan Berbiji Terbuka

d. Coniferophyta Tumbuhan yang tergolong divisi ini dapat berupa semak, perdu atau pohon dengan tajuk berbentuk kerucut (conus), maka disebut Coniferophyta. Divisi ini merupakan kelompok terbesar, yang beranggotakan pohon tertua dan tertinggi di muka bumi. Penyebarannya luas terutama di daerah beriklim sedang dan dingin. Coniferophyta menjadi sangat penting karena merupakan sumber bahan kertas, kayu lunak, bahan bangunan, bahan plastik, pernis, terpentin, damar, dan tinta cetak. Untuk mempelajari daur hidup Coniferophyta. Strobilus jantan menghasilkan serbuk sari yang mengandung sel sperma. Dengan bantuan angin, serbuk sari sampai ke bakal biji yang menempel pada sisik strobilus betina. Selanjutnya terbentuk buluh serbuk yang membawa sel sperma untuk bertemu dengan sel telur yang ada di dalam bakal biji. Setelah terjadi fertilisasi, terbentuklah biji yang bersayap tipis. Biji diterbangkan angin ke mana-mana, jika jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi kecambah, dan berkembang menjadi tumbuhan baru.

Pinus banyak ditanam di Indonesia, misalnya Pinus merkusii di Sumatra (terutama di Aceh) banyak ditanam di daerah-daerah pegunungan oleh dinas kehutanan untuk menghasilkan terpentin.  memperlihatkan sebagian pohon pinus dan strobilus dengan bagian-bagiannya. Tumbuhan ini hampir selalu berumah satu, strobilus jantan terletak di ujung ranting dan strobilus betina lebih ke pangkal cabang. Strobilus betina terdiri atas banyak sisik yang tersusun dalam spiral. Bakal biji terletak di antara sisiksisik tersebut, setelah fertilisasi tumbuh menjadi biji bersayap tipis. Ranting pendek mirip pasak berdaun dua, berbentuk jarum. Selain pinus, damar (Agathis alba) banyak dijumpai di hutan Sumatra dan Kalimantan, getahnya dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai bahan campuran cat.

Mengamati Tumbuhan Biji Terbuka

1. Amati tumbuhan biji terbuka yang ada di sekitarmu, terutama mengenai daun dan strobilusnya. Buatlah penampang membujur strobilus betina pada pinus untuk melihat letak bijinya. 2. Bandingkan strobilus betina pada pakis haji dengan strobilus betina pada pinus. 3. Buat laporan hasil pengamatanmu, lengkap dengan gambargambar.

Berdasarkan uraian mengenai gymnospermae dalam bab ini, buatlah rangkuman tentang peranan gymnospermae dalam kehidupan, lengkapi dengan tabel yang berisi contoh-contoh tumbuhan biji terbuka serta peranannya.

2. Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)

Angiospermae berarti biji diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun buah, yaitu bakal buah. Semua angiospermae ditempatkan dalam sebuah divisi tunggal Antophyta (tumbuhan bunga). Tumbuhan bunga merupakan tumbuhan yang paling dikenal, lebih dari 95% tumbuhan biji yang ada di bumi adalah tumbuhan bunga. Ukuran tubuhnya bervariasi mulai dari jenis tumbuhan Eucalyptus yang tingginya dapat mencapai 100 m sampai pada rumput-rumput kecil. Banyak manfaat tumbuhan ini, seperti biji-bijian sebagai makanan, sayuran, bahan pakaian, makanan ternak, dan bahan obat-obatan. Bunga merupakan organ utama bagi tumbuhan ini, melalui warna, bau, dan bentuknya, bunga dapat memikat serangga, burung, dan mamalia yang berguna sebagai perantara dalam penyerbukan. Bentuk dan susunan bunga bermacam-macam, tetapi memiliki bagian-bagian dasar yang sama, yaitu perhiasan bunga (tajuk bunga) dibedakan antara mahkota dan kelopak, alat perkembangbiakan yang terdiri dari putik dan benang sari. Putik terdiri atas kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah yang berisi bakal biji. Benang sari terdiri atas tangkai sari dan kepala sari yang terdiri atas dua kotak sari berisi serbuk sari. Untuk lebih jelasnya bagian-bagian bunga.

Perbedaan struktur bunga bergantung pada cara penyerbukan. Jika cara penyerbukannya dibantu oleh serangga, mahkota dan kelopak besar dengan warna yang cerah, kadang memiliki saluran madu. Jika penyerbukannya dibantu angin, mahkota dan kelopak kecil, bahkan tidak ada, putiknya bertangkai panjang menjulur keluar, atau berbentuk bulu.

Pertanyaan 1. Apa fungsi hiasan bunga yang berwarna cerah/menarik? 2. Bunga apa yang serbuk sarinya ringan dan banyak? Jelaskan. 3. Bagaimana tangkai sari dan kepala sari pada bunga yang dibantu serangga? 4. Apa gunanya kepala putik yang berbentuk bulu? 5. Berdasarkan hasil pengamatanmu, tanaman bunga apa saja yang termasuk bunga yang penyerbukannya dibantu oleh angin atau serangga?

Berbeda dengan gymnospermae yang memiliki bakal biji terbuka, bakal biji tumbuhan bunga letaknya tersembunyi, serbuk sari baru dapat sampai ke bakal biji setelah melalui kepala putik. Kepala putik menghasilkan zat yang dapat melekatkan serbuk sari. Peristiwa melekatnya serbuk sari pada kepala putik disebut penyerbukan. Setelah penyerbukan, apa yang terjadi selanjutnya? Pelajari gambar daur hidup tumbuhan bunga.

Serbuk sari yang melekat pada kepala putik tumbuh menjadi buluh serbuk yang mengantar inti sperma untuk bertemu dengan inti sel telur dalam bakal biji, kedua inti itu melebur dan menghasilkan zigot. Peristiwa meleburnya sel kelamin jantan dan sel kelamin betina disebut pembuahan (fertilisasi). Fertilisasi pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal karena hanya terjadi satu kali pembuahan, yaitu peleburan inti sperma dengan inti sel telur yang menghasilkan zigot, sedangkan pada tumbuhan bunga terjadi pembuahan ganda, pertama peleburan inti sel sperma dengan inti sel telur menghasilkan zigot; kedua peleburan inti sperma dengan inti kandung lembaga menghasilkan putih lembaga (endosperma) yang merupakan cadangan makanan bagi embrio. Zigot berkembang menjadi embrio, kemudian berkembang menjadi kecambah, selanjutnya tumbuh menjadi tumbuhan baru. Gambar 7.23 berikut mengilustrasikan perkembangan embrio tanaman bunga.

Berdasarkan jumlah daun lembaga (kotiledon) yang dimilikinya, tumbuhan bunga dibagi menjadi dua kelas, yaitu tumbuhan biji berkeping satu (monokotil) dan tumbuhan biji berkeping dua (dikotil).

Sayur-sayuran dan buah-buahan yang kita makan kebanyakan berasal dari tumbuhan dikotil. Batangnya berkayu keras, dipakai sebagai bahan bangunan. Hampir semua tumbuhan pelindung merupakan tumbuhan dikotil. Tumbuhan ini meliputi terna (tumbuhan basah), semak, perdu, dan pohon. Dikotil adalah tumbuhan yang paling tinggi keanekaragamannya.

Di antara tumbuhan monokotil banyak yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti biji-bijian: padi, jagung, dan gandum merupakan sumber energi bagi manusia. Rumput-rumputan sebagai makanan ternak, secara tidak langsung merupakan sumber makanan bagi manusia. Gambar berikut memperlihatkan beberapa contoh monokotil. Sebutkan contoh-contoh lainnya.