Materi Ciri Umum dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Materi Ciri Umum dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Materi Ciri Umum dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup – Sejak dulu kala, manusia telah sangat erat berinteraksi dengan hewan. Manusia memanfaatkan hewan dalam banyak sekali bidang kehidupan. Mulai bidang transportasi, militer, pertanian, hiburan, hingga untuk memenuhi kebutuhan naluriah yang paling mendasar: makan. Maka, kita pun mengenal kuda kereta, gajah perang, sapi penarik bajak, lumba-lumba sirkus, hingga ayam potong. Namun, semua yang disebut tadi barulah bagian sangat kecil dari dunia hewan. Masih ada ribuan spesies lagi, yang mungkin untuk melihat semuanya, umur manusia sungguh terlalu singkat. Maka, pelajari saja di bab ini, di bahasan mengenai Kingdom Animalia (Dunia Hewan).

Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup – Pada bab ini kalian akan mempelajari berbagai jenis makhluk hidup anggota Kingdom Animalia. Kalian akan mengenal ciri-ciri morfologi berbagai filum di dalam Kingdom Animalia dan mempelajari dasar klasifikasinya. Kalian juga akan melakukan berbagai pengamatan, percobaan, dan studi literatur, serta koleksi berbagai jenis hewan. Kemudian kalian juga bisa mempelajari berbagai peranan hewan-hewan tersebut dalam kehidupan. Setelah mempelajari materi pada bab ini, kalian diharapkan mampu mendeskripsikan ciri-ciri umum, klasifi kasi serta contoh spesies dari Kingdom Animalia. Selain itu kalian diharapkan mampu menjelaskan peranan Kingdom Animalia dalam kehidupan

A. Ciri Umum dan Klasifikasi Hewan Manusia memiliki sifat-sifat biologis yang dekat dengan hewan sehingga dalam klasifi kasi makhluk hidup manusia termasuk satu kelompokdengan hewan. Karena kedekatan ini, kita cenderung mudah membedakan antara hewan dengan tumbuhan. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga mengembangbiakkan berbagai jenis hewan untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga ada hewan-hewan yang bernilai ekonomis tinggi.

Hewan memiliki berbagai macam ciri yang khas antara satu jenis dengan jenis lainnya. Ciri-ciri umum hewan juga sangat berkaitan dengan klasifikasi hewan-hewan tersebut ke dalam berbagai takson. Dengan mengetahui ciri-ciri umumnya, kita bisa menentukan dengan mudah apakah suatu organisme yang kita temui temasuk hewan atau termasuk organisme lain. Sekarang kalian cermati uraian berikut.

Klasifikasi Makhluk Hidup

1. Ciri Umum Hewan merupakan organisme atau makhluk hidup yang dapat kita jumpai pada berbagai tempat. Ada berbagai jenis hewan yang hidupdi darat, di dalam air, di daerah tropis maupun subtropis, dan bahkan di daerah gurun yang sangat kering maupun daerah kutub yang sangat dingin. Hewan juga memiliki cara hidup bermacam-macam, ada yang hidup sebagai individu yang mandiri dan ada pula yang hidup menumpang pada organisme lain sebagai parasit, ada soliter dan ada yang berkelompok.

Ada hewan yang memakan tumbuhan, memangsa hewan-hewan lain, dan ada yang memakan keduanya. Umumnya hewan dapat bergerak aktif sehingga bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Beberapa kelompok hewan juga melakukan migrasi pada waktu-waktu tertentu. Hewan bergerak untuk mencari makanan dan bertahan hidup. Hewan-hewan tersebut berbeda antar kelompok satu dengan yang lainnya, ada yang kecil ada yang besar, ada yang bisa berlari, ada yang bisa terbang, dan ada pula yang bergerak sangat lambat. Hewan juga memiliki tubuh yang beraneka ragam warna dan bentuknya.

Namun demikian, hewan-hewan tersebut memiliki ciri-ciri umum yang sama sehingga mereka dikelompokkan ke dalam satu kelompok yang disebut Kingdom Animalia atau Dunia Hewan. Ciri-ciri hewan adalah

1) organisme eukariotik dan multiselular.

2) bersifat heterotrof, yaitu mendapatkan energi dengan memakan organisme lain (tumbuhan atau hewan lain). Inilah sifat umum yang membedakan tumbuhan dan hewan.

3) Sel hewan tidak memiliki dinding sel.

4) Tidak memiliki klorofi l sehingga tidak mampu berfotosintesis.

5) Bereproduksi dengan cara yang khas, yaitu secara kawin (seksual). Hanya beberapa jenis yang dapat bereproduksi secara aseksual.

6) Sebagian besar hewan memiliki otak dan sistem syaraf.

7) Hewan merupakan organisme yang aktif bergerak (motile).

Klasifikasi Makhluk Hidup

2. Klasifikasi Hewan. Kingdom Animalia atau Dunia hewan oleh para ahli zoologi dikelompokkan menjadi hewan invertebrata dan vertebrata. Pengelompokan ini didasarkan pada ada dan tidaknya tulang belakang (vertebrae). Hewan juga bisa dikelompokkan berdasarkan habitatnya, ada yang hidup di darat atau terestrial dan ada yang hidup di air (laut, payau, tawar) atau akuatik. Namun demikian, kelompok-kelompok tersebut bukan merupakan klasifi kasi ilmiah.

Klasifikasi dan pemberian nama ilmiah hewan, secara international diatur dalam International Code of Zoological Nommenclature atau Kode Internasional Tatanama Hewan. Di bawah kategori kingdom, Dunia Hewan dibagi ke dalam beberapa fi lum. Dalam pembahasan berikut, untuk mempermudah pembelajaran kalian, kita akan membedakan Kingdom Animalia ke dalam dua kelompok besar, yaitu Invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) dan Vertebrata (hewan bertulang belakang).

Klasifikasi Makhluk Hidup – Invertebrata Invertebarta merupakan nama yang digunakan untuk menyebut kelompok hewan yang tidak bertulang belakang. Kata ini berasal dari bahasa Latin in (tanpa) dan vertebrae (tulang belakang). Invertebrata merupakan kelompok hewan yang jumlahnya sangat besar, terdiri dari berbagai fi lum, yaitu Porifera, Cnidaria (Coelenterata), Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata. Pada uraian berikut kalian bisa mempelajari ciri masing-masing fi lum dan contoh jenis-jenis hewan yang menjadi anggota filum tersebut.

1. Filum Porifera Kata porifera berasal dari bahasa Latin porus (lubang kecil) dan ferre (membawa). Jadi Porifera berarti hewan yang mempunyai tubuh berpori, dikenal juga sebagai hewan sponge atau spons. Porifera ini hidup menetap (sessil) pada dasar perairan. Sebagian besar hewan ini hidup di laut dan sebagian kecil yang hidup di air tawar. Bentuk tubuhnya beraneka ragam, menyerupai tumbuhan, warnanya juga sangat bervariasi dan dapat berubah-ubah.

Porifera memiliki beberapa karakteristik. Tubuhnya bersel banyak, simetri radial, atau asimetris. Sel-sel tersebut menyusun tubuh Porifera dalam dalam 2 lapis (dipoblastik), membentuk jaringan yang belum sempurna dan di antaranya terdapat gelatin yang disebut mesenkim. Tubuhnya mempunyai banyak pori, saluran-saluran, dan rongga sebagai tempat air mengalir. Sebagian atau seluruh permukaan dalam tubuhnya tersusun dari sel-sel yang berleher yang berfl agelum, disebut koanosit. Porifera melakukan pencernaan makanan di dalam sel atau secara intrasel. Umumnya Porifera mempunyai rangka dalam. Hewan ini berkembangbiak secara kawin dan tak kawin. Secara kawin dilakukan dengan sel telur dan sel spermatozoid. Larvanya berbulu getar dan dapat berenang. Sedangkan secara tidak kawin dengan bertunas.

Berdasarkan tingkat kompleksitasnya, sistem saluran air pada Porifera dibedakan menjadi tiga, yaitu tipe askon, tipe sikon, dan tipe leukon (rhagon).

a. Tipe askon merupakan tipe saluran air paling sederhana. Saluran air dimulai dari ostia yang dihubungkan langsung oleh saluran ke spongocoel. Dari spongocoel air keluar melalui oskulum.

b. Tipe sikon merupakan tipe saluran air yang terdiri atas dua saluran yaitu inkruen dan radial. Air masuk melalui ostia menuju ke saluran inkruen. Melalui porosit, air dari saluran in kruen menuju ke saluran radial, terus ke spongocoel dan akhirnya keluar melalui oskulum.

c .tipe leucon (rhagon), merupakan tipe saluran air yang paling kompleks. Air dari ostium masuk melalui saluran menuju ke rongga-rongga yang dibatasi oleh koanosit. Dari rongga ini air melalui saluran-saluran lagi menuju ke spongocoel dan akhirnya keluar melalui oskulum. Porifera banyak menghasilkan spikula yang dihasilkan oleh scleroblast (bagian dari gelatin mesenkim).

Hasil sekresi yang berupa silika (zat kersik) atau karbonat (zat kapur) ini memiliki bentuk yang bermacam-macam. Ada yang berbentuk monakson, tetrakson, poliakson, heksakson, atau benang-benang spongin. Spikula merupakanstruktur tubuh yang berperan penting untuk membedakan jenis-jenis Porifera. Bentuk dan kandungan spikula ini digunakan sebagai dasar klasifi kasi Porifera. Berdasarkan sifat spikulanya, Filum Porifera dibagi menjadi 3 kelas, yaitu Kelas Calcarea, Hexatinellida, dan Demospongia.

a. Kelas Calcarea Anggota kelas ini mempunyai rangka yang tersusun dari zat kapur (kalsium karbonat) dengan tipe monoakson, triakson, atau tetrakson. Koanositnya besar dan biasa hidup di lautan dangkal. Tipe saluran airnya bermacam-macam. Hidup soliter atau berkoloni. Contoh jenis yang menjadi anggota kelas ini adalah Leucosolenia sp., Scypha sp., Cerantia sp., dan Sycon gelatinosum.

b. Kelas Hexatinellida Pada anggota Kelas Hexatinellida, spikula tubuh yang tersusun dari zat kersik dengan 6 cabang. Kelas ini sering disebut sponge gelas atau porifera kaca (Hyalospongiae), karena bentuknya yang seperti tabung atau gelas piala. Tubuh berbentuk silinder atau corong, tidak memiliki permukaan epitel. Contoh anggota kelas ini adalah Hyalonema sp., Pheronema sp., dan Euplectella suberea. Perhatikan Gambar 8.3.

c. Kelas Demospongia Kelas ini memiliki tubuh yang terdiri atas serabut atau benangbenang spongin tanpa skeleton. Kadang-kadang dengan spikula dari bahan zat kersik. Tipe aliran airnya adalah leukon. Demospongia merupakan kelas dari Porifera yang memiliki jumlah anggota terbesar. Sebagian besar anggota Desmospongia berwarna cerah, karena mengandung banyak pigmen granula dibagian sel amoebositnya. Contoh kelas ini antara lain Suberit sp., Cliona sp., Microciona sp., Spongilla lacustris, Chondrilla sp., dan Callyspongia sp.

 

Pengertian Ciri Umum Tumbuhan Kingdom Plantae

Pengertian Ciri Umum Tumbuhan Kingdom Plantae

Pengertian Ciri Umum Tumbuhan Kingdom Plantae

Ciri Umum Tumbuhan – Tumbuhan atau tanaman dapat kalian jumpai dengan mudah di sekitar rumah atau di lingkungan sekolah. Beraneka macam tanaman hias juga sering disusun dalam sebuah taman yang menghiasi halaman rumah atau perkantoran. Coba perhatikan taman di lingkungan tempat tinggal kalian, ada berapa jeniskah tanaman yang ditanam di sana? Bisakah kalian membedakan atau mengelompokkan berbagai jenis tanaman tersebut? Tentu, kalian akan bisa melakukannya dengan mudah bila memiliki pengetahuan yang cukup mengenai Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan). Kalian bisa mendapatkannya dengan membaca uraian berikut.

Ciri Umum Tumbuhan
Ciri Umum Tumbuhan

Ciri Umum Tumbuhan – Pada uraian berikut, kalian akan mempelajari Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan), meliputi ciri umum plantae dan klasifi kasinya ke dalam kelompok tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji. Selain itu, kalian juga akan mempelajari cara perkembangbiakan dan siklus hidup, serta peranan plantae dalam kehidupan. Setelah mempelajari bab ini, kalian akan mampu mendeskripsikan ciri-ciri divisi di dalam Dunia Tumbuhan, membedakan tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji, serta memberikan contoh spesiesnya. Selain itu, kalian juga diharapkan dapat menjelaskan cara perkembangbiakan tumbuhan dan berbagai manfaat tumbuhan bagi kehidupan manusia.

Ciri Umum Kingdom Plantae

Ciri Umum Tumbuhan – Kingdom Plantae disebut juga Dunia Tumbuhan karena beranggotakan berbagai jenis tumbuhan. Sebagai anggota sebuah kingdom, berbagai jenis tumbuhan memiliki ciri-ciri umum yang sama. Semua organisme yang disebut tumbuhan bersifat eukariotik multiseluler dan sel-selnya terspesialiasasi membentuk jaringan dan organ. Sel-sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Tumbuhan juga memiliki klorofi l, yaitu klorofi k a dan klorofi l b, sehingga mampu melakukan fotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya. Karena dapat memenuhi kebutuhan makanannya secara mandiri, maka tumbuhan disebut organisme autotrof. Tumbuhan menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk tepung atau pati.

Ciri Umum Tumbuhan – Alga hijau, alga cokelat, dan beberapa jenis alga lainnya memiliki sifat yang mirip dengan tumbuhan. Tapi apakah mereka termasuk anggota Kingdom Plantae? Jawabannya adalah bukan. Beberapa jenis alga memang memiliki klorofi l dan mampu melakukan fotosintesis. Namun, mereka tidak termasuk anggota Kingdom Plantae karena beberapa alasan, misalnya karena tubuh alga masih berupa talus (belum bisa dibedakan antara akar, batanng, dan daun). Karena sifat tersebut, maka alga tidak termasuk ke dalam Kingdom Plantae, akan tetapi termasuk Kingdom Protista. Walaupun demikian, alga dan tumbuhan memiliki kekerabatan yang dekat. Tumbuhan dan alga hijau memiliki klorofi l b sebagai suatu pigmen aksesoris fotosintetik. Disebut aksesoris tambahan karena klorofi l tersebut tidak dimiliki oleh organisme fotosintetik lainnya. Semua eukariotik fotosintetik menggunakan klorofi l a sebagai pigmen yang terlibat secara langsung dalam konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Hampir semua jenis tumbuhan adalah tumbuhan darat (teresterial). Namun, ada juga tumbuhan yang hidup di air (akuatik).

Ciri Umum Tumbuhan – Beberapa contoh tumbuhan akuatik adalah enceng gondok, teratai, dan kangkung air. Perbedaan karakter habitat darat dan air akan mendorong tibulnya perbedaan adaptasi struktural, kimiawi, dan reproduksi. Di habitat darat, sumber daya yang diperlukan organisme fotosintetik tersedia di dua tempat yang sangat berbeda. Cahaya dan karbon dioksida sebagian besar tersedia di atas permukaan tanah, sementara air dan nutrien mineral sebagian besar berada di dalam tanah. Dengan demikian, tubuh tumbuhan yang kompleks menunjukkan derajat spesialisasi struktural yang beraneka ragam pada organ-organ yang berada di bawah tanah, yaitu akar, dan yang di atas permukaan tanah yaitu tunas yang akan menjadi daun. Pada sebagian besar tumbuhan, pertukaran karbon dioksida dan oksigen antara atmosfer dan bagian dalam yang berfotosintetis terjadi melalui stomata (mulut daun), yaitu pori mikroskopik yang melalui permukaan daun.

Ciri Umum Tumbuhan – Keajaiban Benih Benih atau yang umum kita sebut sebagai biji adalah suatu bagian dari tumbuhan yang sangat istimewa. Sebutir benih dapat menentukan bagaimana bentuk perkembangannya nanti menjadi sebuah tumbuhan, meliputi semua bagianbagiannya yang detil seperti bagaimana perawakannya, seberapa tingginya, bagaimana bentuk dan lebar daunnya, bagaimana bentuk dan warna bunganya, bagaimana rasa buahnya, dan lain sebagainya. Benih adalah suatu maha karya ciptaan Tuhan yang mengilhamkan tumbuhan untuk berkembang biak dan memberikan manfaat bagi manusia dan kehidupan di bumi. Harun Yahya Series, 2003

Ciri Umum Tumbuhan – Reproduksi tumbuhan berlangsung secara generatif dan vegetatif. Tumbuhan mempunyai daur atau siklus hidup yang disebut pergiliran generasi atau metagenesis, meliputi generasi haploid (gametofi t) dan generasi diploid (sporofi t). Perhatikan Gambar 7.2. Kedua generasi tersebut saling bergiliran dan masing-masing saling menghasilkan. Gametofi t membentuk gamet dengan cara pembelahan mitosis dan sporofi t membentuk spora melalui pembelahan meiosis. Spora didefi nisikan sebagai suatu sel reproduktif yang berkembang secara langsung menjadi suatu organisme tanpa harus menyatu dengan sel-sel lainnya. Sedangkan gamet adalah sebaliknya, tidak dapat berkembang secara langsung menjadi organisme tetapi harus melalui penggabungan terlebih dahulu. Sel sperma (gamet jantan) membuahi sel telur (gamet betina) membentuk zigot dan zigot akan berkembang menjadi organisme, yaitu suatu sporofi t baru. Dalam siklus hidup semua tumbuhan sprorofi t dan gametofi t adalah heteromorfi k, artinya sporofi t dan gametofi t berbeda dalam hal morfologi atau bentuknya. Pada lumut dan kerabat dekatnya, gametofi t (generasi haploid) adalah tumbuhan yang lebih besar dan rumit dan merupakan suatu tahapan yang umumnya dapat kita lihat secara langsung misalnya hamparan lumut daun. Akan tetapi, pada kelompok tumbuhan selain lumut (paku-pakuan, konifer seperti Pinus, dan tumbuhan berbunga) sporofi t (generasi diploid) adalah tahapan dominan, yang dapat kita amati sebagai semak, rumput, herba, maupun pohon. Berdasarkan bentuk sporofi tnya (ada tidaknya biji), tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi kelompok tumbuhan tidak berbiji dan kelompok tumbuhan berbiji. Tumbuhan tidak berbiji terdiri dari lumut dan paku-pakuan. Kedua tumbuhan tersebut berkembang biak secara generatif dengan benih yang disebut spora sehingga disebut kelompok tumbuhan tingkat rendah. Sedangkan tumbuhan yang berkembang biak dengan dengan benih yang berupa biji disebut tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup. Tumbuhan berbiji terbuka memiliki struktur yang disebut strobilus dan tumbuhan berbiji tertutup memiliki struktur yang disebut bunga. Keduanya berperan dalam pembentukan biji sebagai alat perkembangbiakan.

Mengamati Perbedaan berbagai Kelompok Tumbuhan

A. Dasar teori Tumbuhan merupakan organisme eukariotik multiseluler dengan sel-sel yang terspesialiasasi membentuk jaringan dan organ. Sel-sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Tumbuhan juga memiliki klorofil, sehingga mampu melakukan fotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya. Karena dapat memenuhi kebutuhan makanannya secara mandiri, maka tumbuhan disebut organisme autotrof. Tumbuhan menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk tepung (pati). Berdasarkan struktur tubuhnya tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji. Ketiga kelompok tumbuhan tersebut memiliki sifat-sifat yang berbeda satu sama lain. Tumbuhan lumut memiliki struktur yang sangat sederhana, tubuhnya ada yang masih berupa talus (lembaran) tersusun oleh sel-sel yang sederhana dan ada yang sudah merupakan peralihan ke bentuk kormus (tumbuhan berpembuluh). Sedangkan tumbuhan paku merupakan kelompok yang lebih maju karena sudah dapat dibedakan menjadi akar, batang, dan daun (tumbuhan berkormus). Kelompok yang paling maju adalah tumbuhan berbiji, memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks dan berkembang biak dengan biji. B. Tujuan Mengetahui perbedaan struktur tubuh tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhan tingkat tinggi. C. Alat dan bahan 1. Berbagai jenis tumbuhan: a. tumbuhan lumut yang terdapat di tembok-tembok yang lembab b. suplir atau tumbuhan paku lainnya c. rumput teki dan bayam Semua jenis tumbuhan tersebut dicabut utuh beserta akar-akarnya, usahakan yang sudah membentuk bunga, spora, atau biji 2. lup atau kaca pembesar 3. Alat tulis (pensil, kertas, penggaris) D. Langkah percobaan 1. Buatlah kelompok kerja untuk melakukan percobaan ini. 2. Amati dengan seksama struktur tiap jenis tumbuhan tersebut, mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan spora atau buahnya. Perhatikan perbedaannya. 4. Tulislah perbedaan jenis-jenis tumbuhan tersebut dalam bentuk tabel. Contoh tabelnya adalah sebagai berikut. Perbedaan Tumbuhan Tingkat Rendah dan Tumbuhan Tingkat Tinggi No Bagian yang diamati Tumbuhan tingkat rendah Tumbuhan tingkat tinggi lumut paku rumput bayam 1 Akar 2 Batang 3 Daun 4 Spora 5 Bunga 6 Biji E. Pembahasan 1. Berdasarkan pengamatan kalian, bagaimana struktur tubuh berbagai tumbuhan tersebut? Jelaskan ciri khas masing-masing kelompoknya. 2. Bandingkan hasil pengamatan kelompok kalian dengan kelompok lain. 3. Presentasikan hasil pengamatan kelompok kalian di depan kelas untuk mendapat tanggapan dan masukan dari kelompok lain serta guru kalian. 4. Buatlah laporan dan kumpulkan pada guru kalian.

Pengertian Tentang  Ciri-Ciri Umum Jamur

Pengertian Tentang Ciri-Ciri Umum Jamur

Pengertian Tentang  Ciri-Ciri Umum Jamur

Ciri-Ciri Umum Jamur – Semua jenis jamur termasuk ke dalam kingdom Fungi, dengan ciri khasnya tidak berklorofil. Jamur tersusun oleh sel-sel eukariotik (memiliki membran inti). Jika dibandingkan dengan protista, struktur tubuh jamur lebih kompleks. Pernahkah kamu melihat jamur merang, jamur tiram, dan jamur kancing? Banyak orang yang suka jamur tersebut karena enak dimakan. Menurut penelitian, beberapa jenis jamur juga berkhasiat bagi kesehatan, misalnya, jamur kuping dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh, atau jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Akan tetapi, tidak semua jenis jamur menguntungkan bagi manusia. Beberapa jenis jamur bahkan dapat menimbulkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Ciri-Ciri Umum Jamur – Hampir semua barang yang terbuat dari bahan organik dapat diserang dan dirusak oleh jamur, seperti makanan, pakaian, kertas, kulit, dan kayu. Ada juga jenis jamur saprofit yang mempunyai kemampuan menguraikan bahan-bahan organik sisa tumbuhan dan hewan yang sudah mati menjadi zat-zat hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan hijau. Jamur ini bersama dengan bakteri berperan sebagai pengurai (dekomposer) dalam ekosistem. Fungi bersama-bersama dengan bakteri bertanggung jawab atas penguraian sampah organik. Dapatkah kamu bayangkan keadaan bumi kita tanpa kehadiran organisme pengurai? Dalam bab ini akan dibahas mengenai ciri-ciri umum, klasifikasi, jenis jamur dengan gaya hidup unik, dan peranan jamur bagi kehidupan.

Ciri-Ciri Umum Jamur

Ciri-Ciri Umum Jamur
Ciri-Ciri Umum Jamur

Ciri-Ciri Umum Jamur

Jamur adalah organisme unik yang umumnya berbeda dari organisme eukariotik lain. Perbedaan itu dapat kita lihat pada struktur tubuh dan cara hidupnya. Untuk mengetahui ciri-ciri jamur, kita akan mempelajari tentang struktur tubuh jamur, cara memperoleh makanan, dan cara berkembang biak (reproduksi) jamur.

1. Struktur Tubuh Jamur Tubuh jamur terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Di dalam hifa terdapat sitoplasma dengan organel yang biasa ditemukan pada eukariotik. Hifa membentuk suatu anyaman yang disebut miselium (jamak, miselia), yang merupakan jaringan “makanan” dari suatu jamur. Sebagian besar jamur merupakan organisme bersel banyak (multiseluler), kecuali khamir (ragi) adalah organisme bersel tunggal (uniseluler). Hifa dibagi menjadi sel-sel oleh sekat atau septum (jamak, septa).

Ciri-Ciri Umum Jamur – Sebagian besar jamur membentuk dinding selnya terutama dari kitin (chitin), suatu karbohidrat yang mengandung nitrogen. Jamur parasitik umumnya memiliki sejumlah hifa yang termodifikasi sebagai hausteria, ujung hifa penyerap makanan yang menembus jaringan inang . Miselium jamur tumbuh sangat cepat, menyebar ke tempat sekitarnya. Pernahkah kamu melihat cendawan? Gambar 5.2. Mengilustrasikan hubungan hifa tipis yang membentuk miselium dengan bentuk cendawan.

2. Cara Memperoleh Makanan Jamur merupakan organisme heterotrof yang mendapatkan makanan melalui penyerapan (absorpsi). Jamur akan menyerap organik kecil dari lingkungan sekitarnya, kemudian dicerna di luar tubuhnya dengan cara mengeluarkan berbagai enzim. Enzim-enzim itu akan menguraikan molekulmolekul kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana, yang dapat diserap dan digunakan oleh jamur. Cara memperoleh makanan dengan penyerapan ini menjadikan jamur sebagai pengurai (saproba), parasit, dan simbiosis mutualis. Jamur saprobik menyerap zat-zat makanan dari bahan organik yang sudah mati, seperti pohon tumbang, bangkai hewan atau buangan organisme hidup.

Ciri-Ciri Umum Jamur – Dapatkah kamu sebutkan contohnya? Jamur parasitik menyerap makanan dari sel-sel inang yang masih hidup, misalnya jenis jamur tertentu yang menginfeksi paru-paru manusia, bersifat patogenik. Jamur mutualistik juga menyerap makanan dari inangnya, tetapi jamur tersebut memberi keuntungan kepada pasangannya. Contohnya: lumut kerak (lichen), perpaduan antara jamur dan alga. Jamur hidup di lingkungan yang sangat beraneka ragam, bersimbiosis dengan banyak organisme. Kebanyakan kelompok jamur ini hidup di darat, ada juga beberapa jenis jamur yang hidup di laut dan air tawar. Pernahkah kamu melihat ikan yang ditumbuhi jamur? Apa hubungan ikan dengan jamur tersebut?

Ciri-Ciri Umum Jamur

3. Perkembangbiakan Jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan secara aseksual atau seksual. Hifa yang khusus sebagai penghasil spora menghasilkan spora haploid (kromosom tidak berpasangan). Jika kondisi lingkungan memungkinkan, jamur menghasilkan banyak spora secara aseksual. Spora terbawa angin atau air, mendarat di tempat yang lembap, kemudian berkecambah. Miselium membentuk suatu badan penghasil spora yang bersifat haploid.  memperlihatkan siklus hidup jamur secara umum. Reproduksi seksual terjadi ketika ada perubahan lingkungan. Ada dua tahapan reproduksi seksual, yaitu plasmogami dan kariogami. Plasmogami adalah penyatuan sitoplasma dua miselia yang berdekatan. Plasmogami akan menghasilkan suatu tahap dikariotik (n+n) karena nukleus haploid dari masing-masing induk membentuk pasangan, tetapi tidak menyatu. Kariogami adalah penyatuan dua inti haploid, menghasilkan inti diploid (kromosom berpasang-pasangan). Sel diploid mengalami pembelahan meiosis langsung. Siklus hidup pada sebagian besar jamur meliputi tiga fase, yaitu haploid (n), dikariotik (n + n), dan diploid (2n). Perkembangbiakan secara seksual merupakan salah satu ciri yang dijadikan dasar klasifikasi jamur.

Klasifikasi Jamur

Dalam pengelompokan jamur digunakan istilah divisi, karena sebelumnya jamur termasuk kelompok tumbuhan. Para ahli mikologi (ahli biologi yang mempelajari jamur) memperkirakan bahwa ada sekitar 1,5 juta spesies jamur di seluruh dunia, dan lebih dari 100.000 spesies yang telah dikenal. Menurut skema taksonomik yang sekarang digunakan, jamur diklasifikasikan ke dalam 4 divisi yaitu Khitridiomikotina, Zigomikotina, Askomikotina, dan Basidiomikotina.

1. Khitridiomikotina (oomycotina)

Khitrid adalah jamur yang paling primitif dan merupakan organisme penghubung antara jamur dan protista. Sebagian besar khitrid hidup di air (organisme akuatik). Beberapa di antaranya adalah saproba, yang lain hidup sebagai parasit pada protista, tumbuhan, dan invertebrata akuatik,  Para ahli sistematika menggolongkan khitrid ke dalam kingdom fungi karena memiliki ciri-ciri utama mirip jamur, yaitu cara memperoleh makanan secara penyerapan, dinding sel terbuat dari kitin, dan memiliki beberapa enzim yang dimiliki jamur. Khitrid membentuk spora berflagel tunggal yang disebut zoospora. Flagela merupakan salah satu ciri kingdom protista, khitrid adalah satu-satunya anggota kingdom fungi yang memiliki flagela. Ada beberapa jamur dalam divisi ini merupakan jamur patogen. Salah satu contoh adalah Phytopthora infestans yang parasit pada tanaman kentang. Haustoria jamur menyerang sel-sel mesofil dan mengisap makanan dari sel-sel tersebut. Miselium membentuk sporangiospora dengan sporangiumnya, keluar dari stomat.

2. Zigomikotina

Nama divisi ini berasal dari zigosporangia, struktur yang terbentuk selama reproduksi seksual. Kelompok jamur ini umumnya hidup sebagai saprofit (saproba) dan menyerap makanan dari organisme yang telah mati. Hanya sebagian kecil yang hidup secara parasit pada beberapa jenis makhluk hidup. Hifa zigomikotina tidak bersekat, mengandung inti haploid dan dinding selnya tersusun dari kitin. Contoh, jamur tempe (Rhizopus oligosporus) yang berperan dalam pembuatan tempe.

Mengamati Tempe

Amati bagian putih dan hitam dari tempe (bukan kacang kedelainya) dengan menggunakan mikroskop! Gambar hasil pengamatanmu dan tuliskan nama bagian-bagiannya! (Sediakan tempe yang berwarna putih dan tempe yang berwarna kehitaman) Pertanyaan 1. Adakah benang-benang halus yang disebut hifa? Apakah hifanya bersekat? 2. Apakah cabang-cabang hifa membentuk suatu jalinan? Disebut apakah jalinan hifa semacam itu? 3. Jika kamu dapat melihat benang dengan ujungnya serupa bola yang berdiri tegak di atas hifa, itulah badan penghasil spora. Disebut apakah bola tempat pembentukan spora? 4. Warna putih pada tempe lama-lama akan berubah menjadi keabuan. Apa sebabnya? 5. Jika spora jatuh di tempat yang cocok, apa yang akan tumbuh dari spora tersebut?

Struktur jamur tempe masih sederhana, hifanya tidak bersekat. Hifa menyebar ke seluruh permukaan medium (kedelai), menembus dan menyerap makanan. Dalam fase aseksual, sporangium-sporangium bulat berkembang pada ujung hifa yang tegak. Di dalam masing-masing sporangium, ratusan spora haploid berkembang dan tersebar melalui udara. Jenis Rhizopus lain yang merupakan hama bagi rumah tangga adalah kapang roti hitam (Rhizopus stolonifer). Hifanya menyebar di seluruh makanan olahan. Reproduksinya sama seperti jamur tempe. Pada Gambar 5.5 dapat kamu lihat siklus hidup Rhizopus.

Pembiakan seksual terjadi jika dua ujung hifa yang “berbeda” bersentuhan. Untuk memudahkan dalam membedakan kedua hifa itu, ditulis dengan membubuhkan tanda (+) dan tanda (-), yaitu hifa (+) dan hifa (-). Kedua ujung hifa itu menggembung membentuk progametangium yang akan menjadi gametangium. Kedua gametangium melebur menjadi satu badan yang disebut zigospora. Setiap inti haploid dari gametangium (+) melebur dengan inti haploid dari gametangium (-) menjadi inti diploid. Dinding zigospora menebal sehingga tahan terhadap keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan dalam waktu lama. Jika keadaan lingkungan sudah memungkinkan, dari zigospora akan tumbuh sporangium dan inti-inti diploid di dalamnya membelah secara meiosis menjadi inti haploid. Sporangium yang sudah masak akan pecah, spora haploid keluar dan tumbuh menjadi hifa baru, untuk melanjutkan daur hidupnya. Jamur ini mengalami keturunan diploid yang singkat.

Dapatkah kamu menyebutkan fase mana yang merupakan keturunan diploid? Beberapa jenis jamur dari kelompok zygomikotina hidup di dalam tanah, bersimbiosis dengan akar tumbuhan tinggi. Hidup bersama antara akar dan filamen jamur semacam ini disebut mikoriza, yang umumnya terjadi sejak akar masih muda. Simbiosis ini menguntungkan kedua belah pihak. Jamur memperoleh makanan berupa zat organik dari akar tanaman, sedangkan penyerapan air dan mineral dari dalam tanah meningkat karena dibantu oleh jamur. Selain itu, hifa jamur menghasilkan hormon yang merangsang pertumbuhan tanaman. Bagaimana jamur dapat membantu penyerapan air dan mineral dari dalam tanah?  Dapatkah kamu menjelaskan mengapa jamur ini dapat membantu akar tanaman menyerap air dan garam mineral dari dalam tanah? Zygomikotina merupakan kelompok jamur yang struktur tubuhnya masih sederhana dengan hifa tanpa sekat. Ukuran tubuhnya pun relatif lebih kecil dibanding dengan jamur dari kelompok Askomikotina yang akan kita pelajari pada uraian selanjutnya.