Kebutuhan Manusia Dan Kelangkaan Sumber Daya

Kebutuhan Manusia Dan Kelangkaan Sumber Daya

Kebutuhan Manusia Dan Kelangkaan Sumber DayaKebutuhan Manusia Dan Kelangkaan Sumber Daya – Penebangan dan pembakaran hutan secara liar semakin merajalela, mengikis cadangan kekayaan hutan yang kita miliki. Entah untuk diambil kayunya atau untuk membuka lahan pertanian baru. Semua itu pada dasarnya untuk memenuhi kebutuhan manusia yang beragam. Tidak heran, jika kita banyak menuai bencana seperti banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Udara bersih dan ketersediaan air menjadi barang yang langka. Tanpa kita sadari, keinginan kita untuk memenuhi kebutuhan justru menciptakan kelangkaan-kelangkaan baru. Lalu, bagaimana cara kita mengelola sumber daya yang ada saat ini
dengan tetap menjaga pemenuhan kebutuhan di masa depan?

A. Kebutuhan Manusia

Selama hidupnya manusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi. Makanan, pakaian, rumah, sepeda, sepeda motor, mobil bahkan rumah merupakan contoh kebutuhan manusia. Selain itu, masih banyak kebutuhan manusia yang lain, baik yang berupa barang maupun jasa. Beragamnya barang dan jasa itu merupakan bukti bahwa kebutuhan manusia sangat bervariasi. Bahkan mungkin Anda akan kesulitan menyebutkan satu per satu. Di sisi lain, sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia bersifat langka (scarce). Di sinilah ilmu ekonomi memegang peranannya, yaitu menentukan pilihan penggunaan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan.

Kebutuhan manusia merupakan faktor utama yang menggerakkan perekonomian masyarakat. Coba Anda pikirkan sejenak! Untuk memenuhi kebutuhan akan rumah, kita memerlukan tenaga insinyur, tukang bangunan, dan bahan bangunan. Setelah bangunannya selesai, kita membutuhkan berbagai pelengkapan rumah maupun alat rumah tangga. Adanya kebutuhan akan mendorong manusia melakukan kegiatan produksi dan distribusi. Dengan demikian, selama ada kebutuhan, selama itu pula ada kegiatan ekonomi untuk memenuhinya.

Mengapa kebutuhan manusia harus dipenuhi? Dengan memper- oleh makanan kita akan kenyang. Dengan memakai pakaian kita terhindar dari udara panas dan dingin serta terlihat sopan. Berkat alat transportasi, mobilitas kita lebih mudah. Semua contoh tersebut membuktikan bahwa karena kebutuhannya terpenuhi, hidup manusia bisa terus berlangsung. Bisa berarti dengan terpenuhinya kebutuhan manusia maka manusia menjadi sejahtera.

Dari uraian di atas, maka bisa disimpulkan bahwa kebutuhan merupakan segala sesuatu yang diperlukan manusia dalam rangka menyejahterakan hidupnya. Kebutuhan mencerminkan adanya perasaan ketidakpuasan atau kekurangan dalam diri manusia yang ingin dipuaskan. Orang membutuhkan sesuatu karena tanpa sesuatu itu ia merasa ada yang kurang dalam dirinya.

1. Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas

Sebagai manusia, Anda memiliki kebutuhan. Apabila satu kebutuhan telah terpenuhi, kebutuhan lain akan muncul. Mengapa demikian? Sifat kebutuhan manusia adalah tidak terbatas. Pada dasarnya, manusia tidak pernah puas. Konsep ini sudah dijelaskan oleh para pemikir mazhab klasik seperti Adam Smith. Menurutnya, setiap kegiatan ekonomi masyarakat didorong oleh prinsip-prinsip mendahulukan kepentingan (kebutuhan) diri sendiri. Kebutuhan manusia sendiri terus meningkat dan berubah karena berbagai macam faktor, yaitu:

a. Usia

Anda tentu masih ingat apa kebutuhan Anda ketika masih bayi. Ketika baru lahir kebutuhan kita yang utama adalah susu dan popok bayi. Menginjak usia empat bulan kita sudah membutuhkan makanan lumat seperti bubur. Beberapa bulan kemudian kita sudah makan makanan yang lebih bervariasi. Setelah masuk usia sekolah, Anda membutuhkan pendidikan formal. Mulai dari SD, SMP, dan SMA. Selama masa sekolah, kebutuhan Anda juga bertambah seperti alat-alat tulis, buku pelajaran, transportasi, dan sebagainya. Demikian pula ketika Anda menikah dan berkeluarga, kebutuhan Anda terus bertambah. Hal ini menunjukkan jenis atau jumlah kebutuhan selalu meningkat seiring perkembang- an usia.

b. Pendidikan

Kebutuhan manusia juga berkembang seiring dengan tingkat pendidikannya. Ketika Anda duduk di bangku SD, kebutuhan Anda tentu tidak sebanyak ketika Anda duduk di bangku SMP. Misalnya untuk alat-alat sekolah, ketika di SD buku yang Anda perlukan tidak sebanyak ketika di SMP. Ketika di SMA seperti sekarang, kebutuhan buku Anda lebih banyak lagi. Itu baru dalam hal peralatan sekolah. Apakah kebutuhan uang saku Anda juga meningkat?

c. Teknologi

Perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan. Sekarang Anda sudah biasa melihat orang berbicara lewat telepon sambil jalan-jalan. Ini adalah akibat dari perkembangan teknologi komunikasi yang menghasilkan handphone (telepon genggam). Dengan memiliki handphone, orang menjadi lebih mudah berkomunikasi, lebih gaya, dan tidak dianggap gagap teknologi. Orang pun merasa bahwa handphone adalah kebutuhan yang tidak kalah penting dari makanan atau pakaian, maka tidak jarang Anda melihat orang yang selalu berganti-ganti handphone demi mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Coba Anda temukan lagi peningkatan kebutuhan akibat perkembangan teknologi yang ada di lingkungan sekitar Anda!

d. Pendapatan

Coba perhatikan orang-orang di sekitar tempat tinggal Anda. Tentu Anda dapat membedakan mana yang berpendapatan tinggi dan mana yang berpendapatan rendah. Apakah kebutuhan mereka berbeda? Coba lihat, mengapa tetangga Anda ada yang menggunakan mobil ketika bepergian, sementara ada pula yang hanya mengayuh sepeda. Ini membuktikan bahwa tinggi rendahnya pendapatan berpengaruh terhadap kebutuhan. Mungkin tetangga Anda yang hanya mengayuh sepeda itu kelak akan berganti motor ketika pendapatannya meningkat.

e. Jumlah Penduduk

Kebutuhan akan semakin besar seiring dengan pertambahan penduduk. Hal ini tentu mudah Anda pahami. Perhatikanlah keluarga Anda. Setiap anggota keluarga pasti memiliki kebutuhan sendiri. Misalnya, Anda membutuhkan makanan untuk tiga kali sehari, tiga pasang baju seragam, dua pasang sepatu, dan seterusnya. Semakin banyak jumlah anggota keluarga, semakin besar dan beragam pula kebutuhannya. Demikian juga dalam lingkup yang lebih luas seperti negara. Ini bisa Anda lihat dari besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

f. Iklan atau Promosi Produk

Dalam kehidupan modern, kebutuhan manusia juga banyak dipenga- ruhi oleh perkembangan produk-produk baru dan promosi produk melalui berbagai media massa. Sebagai contoh, sering kita membeli suatu produk hanya karena iklan produk tersebut sering muncul di televisi. Iklan memang dirancang untuk memengaruhi persepsi konsumen bahwa produk tersebut sesuai dengan kebutuhan calon konsumen.

TUGAS KELOMPOK

Selain bersifat tidak terbatas, kebutuhan antarorang per orang dan antarmasyarakat satu dengan lainnya berbeda-beda. Bahkan, antara Anda dan teman sebangku Anda dapat berbeda-beda. Coba diskusikan dengan teman kelompok Anda, faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan kebutuhan tersebut. Tulislah hasilnya dalam tabel seperti contoh berikut ini. Tukarkan hasilnya dengan kelompok lain dan buatlah kesimpulannya.

Baca selanjutnya : 2. Macam-Macam Kebutuhan

Tes Kesegaran Jasmani Indonesia Usia 16-19 thn

Tes Kesegaran Jasmani Indonesia Usia 16-19 thn

Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk usia 16-19 tahun

Tes Kesegaran Jasmani Indonesia
Tes Kesegaran Jasmani Indonesia

Tes Kesegaran Jasmani Indonesia – merupakan instrumen/alat tes untuk mengukur kesegaran jasmani yang telah disesuaikan dengan kondisi anak Indonesia. TKJI dibagi dalam 4 kelompok usia, yaitu : 6-9 tahun, 10-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-19 tahun. TKJI kelompok usia 16-19 tahun digunakan untuk mengukur kesegaran jasmani para siswa SMA/ SMK/MA. Hal ini dikarenakan para siswa tersebut masuk dalam rentang usia tersebut.

Rangkaian Tes kesegaran jasmani Indonesia untuk usia 16- 19 tahun

a. Untuk putra, terdiri dari :

1) lari 60 meter,

2) gantung angkat tubuh (pull up) selama 60 detik.

3) baring duduk (sit up) selama 60 detik,

4) loncat tegak (vertical jump)

5) lari 1200 meter.

b. Untuk putri, terdiri dari :

1) lari 60 meter.

2) gantung siku tekuk (tahan pull up) selama 60 detik.

3) baring duduk (sit up) selama 60 detik.

4) loncat tegak (vertical jump).

5) lari 1000 meter

Kegunaan Tes

Tes kesegaran jasmani Indonesia digunakan untuk mengukur dan menentukan tingkat kesegaran jasmani remaja (sesuai kelompok usia masing-masing).

Alat dan Fasilitas

a. Lintasan lari / lapangan yang datar dan tidak licin.

b. Stopwatch.

c. Bendera start.

d. Tiang pancang.

e. Nomor dada.

f. Palang tunggal untuk gantung siku.

g. Papan berskala untuk papan loncat.

h. Serbuk kapur.

i. Penghapus.

j. Formulir tes.

k. Peluit.

l. Alat tulis

m. Alat-alat lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Ketentuan Tes 

TKJI merupakan satu rangkaian tes, oleh karena itu semua butir tes harus dilaksanakan secara berurutan, terus-menerus dan tidak terputus dengan memperhatikan kecepatan perpindahan butir tes ke butir tes berikutnya dalam 3 menit. Perlu dipahami bahwa butir tes dalam TKJI bersifat baku dan tidak boleh dibolak-balik, dengan urutan pelaksanaan tes sebagai berikut :

a. Pertama : Lari 60 meter.

b. Kedua : gantung angkat tubuh untuk putra (pull up) dan gantung siku tekuk untuk putri (tahan pull up).

c. Ketiga : Baring duduk (sit up)

d. Keempat : Loncat tegak (vertical jump)

e. Kelima : Lari 1200 meter (putra) dan Lari 1000 meter (putri)

Petunjuk Umum 

a. Peserta

1) Dalam kondisi sehat dan siap untuk melaksanakan tes.

2) Diharapkan sudah makan maksimal 2 jam sebelum tes.

3) Memakai sepatu dan pakaian olahraga.

4) Melakukan pemanasan (warming up).

5) Memahami tata cara pelaksanaan tes

6) Jika tidak dapat melaksanakan salah satu / lebih dari tes maka tidak mendapatkan nilai / gagal.

b. Petugas

1) Mengarahkan peserta untuk melakukan pemanasan (warming up).

2) Memberikan nomor dada yang jelas dan mudah dilihat petugas.

3) Memberikan pengarahan kepada peserta tentang petunjuk pelaksanaaan tes dan mengijinkan mereka untuk mencoba gerakan-gerakan tersebut.

4) Memperhatikan kecepatan perpindahan pelaksanaan butir tes ke butir tes berikutnya dengan tempo sesingkat mungkin dan tidak menunda waktu.

5) Tidak memberikan nilai pada peserta yang tidak dapat melakukan satu butir tes atau lebih.

6) Mencatat hasil tes dapat menggunakan formulir tes perorangan atau per butir tes.

Hasil setiap butir tes yang telah dicapai oleh peserta dapat disebut sebagai hasil kasar. Mengapa disebut hasil kasar ? Hal ini disebabkan satuan ukuran yang digunakan untuk masing-masing butir tes berbeda, yang meliputi satuan waktu, ulangan gerak, dan ukuran tinggi. Untuk mendapatkan hasil akhir, maka perlu diganti dalam satuan yang sama yaitu NILAI. Setelah hasil kasar setiap tes diubah menjadi satuan nilai, maka dilanjutkan dengan menjumlahkan nilai-nilai dari kelima butir TKJI. Hasil penjumlahan tersebut digunakan untuk dasar penentuan klasifikasi kesegaran jasmani remaja.

Ringkasan

Kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan, yaitu :

(1) Daya tahan jantung, paru-paru, dan peredaran darah,

(2) Kekuatan dan daya tahan otot,

(3) kelenturan sendi dan otot,

(4) komposisi tubuh.

Kebugaran yang berkaitan dengan keterampilan, yaitu: kecepatan dan kelincahan.

Semua komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan dan keterampilan dapat ditingkatkan dengan berbagai bentuk latihan yang sesuai dan aturan yang benar. Kita juga dapat mengetahui kemampuan untuk setiap komponen dengan melakukan berbagai tes untuk mengukur komponen-komponen tersebut.