Komposisi Penduduk Berdasarkan Wilayah

Komposisi Penduduk Berdasarkan Wilayah

Komposisi Penduduk Berdasarkan Wilayah

Komposisi Penduduk  – Secara geografis, penduduk dapat dibagi berdasarkan lokasi tempat tinggalnya di desa atau kota. Lokasi tempat tinggal penduduk tersebut dapat menjadi ciri dari perkembangan ekonomi suatu negara. Biasanya, sebagian besar penduduk negara-negara maju tinggal di perkotaan, sebaliknya dengan negara-negara miskin dan berkembang.

Meningkatnya jumlah penduduk perkotaan terjadi karena pertambahan alami (selisih antara kelahiran dan kematian) serta berpindahnya penduduk desa ke kota dengan alasan utama untuk memperoleh pekerjaan di kota. Kota memberikan peluang lapangan kerja yang lebih banyak dan lebih menjanjikan dari sisi pendapatannya dibandingkan dengan desa sehingga makin banyak orang berpindah ke kota.

Komposisi Penduduk Berdasarkan Wilayah
Komposisi Penduduk Berdasarkan Wilayah

Oleh karena itu, motif ekonomi cenderung dominan dalam peristiwa perpindahan penduduk dari desa ke kota. Bahkan, sejumlah negara memiliki penduduk yang semuanya tinggal di kota. Negara-negara berikut memiliki persentase penduduk kota mencapai 100% yaitu China Hongkong, China Macao, Singapura, Puerto Rico, Nauru, Malta, Bahrain, dan Qatar. Masyarakat kota tentu berbeda ciri-cirinya jika dibandingkan dengan masyarakat desa. Secara umum, perbandingan ciriciri masyarakat desa dan kota dikemukakan oleh Soerjono Soekanto (2002).

Perbandingan atau komposisi penduduk desa-kota di Indonesia menunjukkan hampir berimbang dari sisi jumlah. Berdasarkan data Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk pedesaan mencapai 119.321.070 jiwa (50,21%) dan penduduk perkotaan mencapai 118.320.256 jiwa (49,79%). Ini berarti banyak penduduk tertarik tinggal di kota atau karena banyak desa sudah berubah menjadi kota (perubahan status desa secara administratif).

Mobilitas Penduduk Antar Wilayah di Indonesia

Perbedaan karakteristik antar ruang mendorong manusia untuk melakukan mobilitas penduduk dari wilayah yang satu ke wilayah lainnya. Mobilitas tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak tersedia atau terpenuhi di daerah asalnya. Mobilitas antar wilayah ini juga memungkinkan penduduk untuk melakukan hubungan sosial, ekonomi dan budaya dengan penduduk di daerah lainnya, sehingga sangat mendukung pembangunan dan persatuan serta kesatuan suatu negara. Karena itu, pemerintah Indonesia berupaya menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung mobilitas penduduk antar wilayahnya. Selain itu, dikembangkan pula lembaga sosial untuk mengatur kehidupan masyarakatnya.

1. Pengertian dan Bentuk Mobilitas Penduduk

Perbedaan karakteristik ruang dan sumber daya yang dimiliki pada berbagai wilayah di Indonesia mendorong penduduk untuk melakukan mobilitas penduduk. Pergerakan tersebut mencakup pula pergerakan sumber daya berupa barang atau komoditas antar ruang. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya. Mereka melakukan mobilitas untuk memperoleh sesuatu yang tidak tersedia di daerah asalnya.

Alasan tersebut sangat beragam tetapi umumnya karena alasan ekonomi. Mobilitas penduduk ada yang bersifat sementara dan ada pula yang bersifat permanen. Mobilitas penduduk yang sifatnya sementara dapat dibedakan menjadi komutasi dan sirkulasi.

Mobilitas penduduk yang sifatnya menetap atau permanen disebut migrasi.

a. Komutasi

Komutasi adalah perpindahan penduduk yang sifatnya sementara pada hari yang sama. Bentuk mobilitas penduduk ini dikenal juga dengan istilah nglaju atau ulang-alik. Orang yang melakukan komutasi disebut komuter.

Biasanya pada pagi hari banyak penduduk yang tinggal di daerah pinggiran kota melakukan mobilitas ke pusat kota untuk bekerja. Pada sore atau malam hari, penduduk tersebut pulang kembali ke rumahnya di pinggiran kota. Pemandangan seperti ini dapat kamu temui di hampir semua kota, baik di Indonesia maupun negara lainnya. Sebagai contoh banyak penduduk dari daerah sekitar Jakarta tinggal di wilayah sekitar Jakarta seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok . Pada pagi hari penduduk dari wilayah sekitar Jakarta berangkat kerja ke Jakarta dan sore atau malam harinya mereka kembali.

b. Sirkulasi

Selain komutasi, mobilitas penduduk sementara ada juga yang melakukannya dengan menginap di tempat tujuan selama satu atau beberapa hari. Istilah untuk jenis mobilitas seperti ini adalah sirkulasi. Sebagian penduduk tidak pulang pada hari yang sama tetapi harus menginap di tempat tujuan. Hal ini dilakukan umumnya karena jauhnya jarak untuk pulang ke daerah asalnya dan atau untuk menghemat biaya perjalanan dan sejumlah alasan lainnya. Banyak penduduk desa yang bekerja di kota tidak kembali pada hari yang sama tetapi beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.

c. Migrasi Penduduk

Migrasi Penduduk dapat dibedakan menjadi migrasi internal dan internasional. Migrasi internal adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya dalam satu negara. Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk antar negara. Migrasi internal yang terjadi di Indonesia dapat dibedakan menjadi urbanisasi dan transmigrasi.

 

Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam

Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam

Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam

Letak Wilayah  – Letak suatu tempat di permukaan bumi tidak hanya sekadar posisi suatu objek di permukaan bumi, tetapi juga karakteristik yang ada pada tempat tersebut. Setiap tempat akan menunjukkan perbedaan dengan tempat lainnya di permukaan bumi. Bagaimanakah dengan letak wilayah Indonesia? Apakah letak wilayah Indonesia mempengaruhi keadaan alamnya? Gambaran umum tentang pengaruh letak Indonesia terhadap keadaan alamnya akan diuraikan berikut ini.

Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam
Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam

1. Letak Astronomis Letak astronomis adalah letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Garis lintang adalah garis khayal yang melintang melingkari bumi. Garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Secara astronomis, Indonesia terletak antara 95O BT – 141O BT dan 6O LU – 11O LS. Dengan letak astronomis tersebut, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis. Wilayah tropis dibatasi oleh lintang 23,5O LU dan 23,5O LS. Perhatikanlah batas wilayah tropis dan letak astronomis Indonesia pada peta berikut ini. Benarkah Indonesia terletak di wilayah tropis?

Wawasan

Letak astronomis Indonesia relatif aman dari bencana alam angin siklon atau badai. Angin siklon terjadi di daerah lintang 10O > 20O LU/ LS . Karena itu, kamu wajib bersyukur tinggal di negara yang tidak terkena pengaruh yang berarti dari angin siklon yang dapat menimbulkan kerugian harta benda maupun jiwa.

Kamu patut bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa karena tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Sinar matahari selalu ada sepanjang tahun dan suhu udara tidak ekstrim (tidak jauh berbeda antarmusim) sehingga masih cukup nyaman untuk melakukan berbagai kegiatan di dalam dan di luar rumah. Lama siang dan malam juga hampir sama, yaitu 12 jam siang dan 12 jam malam.

Bandingkan dengan negara-negara yang terletak di lintang sedang misalnya, Amerika Serikat. Pada musim panas, lama siang jauh lebih lama dibandingkan dengan malam. Sebaliknya, pada musim dingin, lama siangnya lebih pendek. Keadaan suhu di daerah tropis berbeda dengan suhu di negara-negara yang terletak pada lintang sedang dengan empat musim, yaitu musim dingin, semi, panas, dan gugur. Pada musim dingin, udara sangat dingin sampai mencapai puluhan derajat di bawah nol celsius, sehingga diperlukan penghangat ruangan. Jalanan tertutup salju, sehingga kendaraan tidak bebas berlalu lalang.

Pada saat itu, banyak penduduk melakukan kegiatannya di dalam ruangan, baik di rumah maupun di kantor. Sebagian dari mereka pergi berwisata ke daerah yang lebih hangat, yaitu di daerah tropis. Pada saat musim panas, keadaan sebaliknya dapat terjadi. Pada saat itu, udara sangat panas, bahkan suhu udara dapat melampaui 40O celsius. Akibatnya, diperlukan pendingin ruangan agar tetap nyaman. Tentu saja kegiatan di luar ruangan sangat tidak nyaman karena suhu udara terlalu tinggi. Jika kamu merasa udara panas, apa yang biasa kamu lakukan? apakah kamu punya ide kreatif? sampaikan pada teman-teman di kelasmu.

2. Letak Geografis

Letak geografis adalah letak suatu negara di permukaan bumi. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Benua yang mengapit Indonesia adalah Benua Asia yang terletak di sebelah utara Indonesia dan Benua Australia yang terletak di sebelah selatan Indonesia. Samudra yang mengapit Indonesia adalah Samudra Pasifik di sebelah timur Indonesia dan Samudra Hindia di sebelah barat Indonesia. Wilayah Indonesia juga berbatasan dengan sejumlah wilayah.

Batasbatas wilayah Indonesia dengan wilayah lainnya adalah seperti berikut. • Di sebelah utara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Palau, Filipina dan Laut Cina Selatan. • Di sebelah selatan, Indonesia berbatasan dengan Timor Leste, Australia, dan Samudra Hindia. • Di sebelah barat, Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia. • Di sebelah timur, Indonesia berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Apa manfaat letak geografis bagi Indonesia? Letak geografis Indonesia sangat strategis karena menjadi jalur lalu lintas perdagangan dunia antara negara-negara dari Asia Timur dengan negara-negara di Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan India. Kapal-kapal dagang yang mengangkut berbagai komoditas dari China, Jepang, dan negara-negara lainnya melewati Indonesia menuju negara-negara tujuan di Eropa. Indonesia juga dilewati jalur perdagangan dari Asia ke arah Australia dan Selandia Baru. Letak geografis memberi pengaruh bagi Indonesia, baik secara sosial, ekonomi, maupun budaya.

Karena menjadi jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia, bangsa Indonesia telah lama menjalin interaksi sosial dengan bangsa lain. Interaksi sosial melalui perdagangan tersebut kemudian menjadi jalan bagi masuknya berbagai agama ke Indonesia, seperti Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan lain-lain. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam menjual berbagai komoditas atau hasil bumi seperti kayu cendana, pala, lada, cengkih, dan hasil perkebunan lainnya.

Sementara negara-negara lain seperti India dan Cina menjual berbagai produk barang seperti kain dan tenunan halus, porselen, dan lain-lain ke Indonesia. Manfaat letak geografis Indonesia juga memberi dampak yang merugikan. Budaya dari negara lain yang tidak selalu sesuai dengan budaya Indonesia kemudian masuk dan memengaruhi kehidupan budaya bangsa Indonesia, misalnya pergaulan bebas, kesantunan, dan lain-lain. Selain itu, Indonesia juga rentan terhadap masuknya barang-barang terlarang, misalnya narkoba, dan barang-barang selundupan lainnya.

 

Pengembangan Wilayah di Negara Berkembang

Pengembangan Wilayah di Negara Berkembang

Pengembangan Wilayah di Negara Berkembang

Pengembangan Wilayah di Negara Berkembang
Pengembangan Wilayah di Negara Berkembang

Pengembangan Wilayah – Menurut Jayadinata (1999), pada 1970 penduduk perkotaan dunia yang tinggal di berbagai kota di negara-negara berkembang itu sejumlah 49% dan pada 1985 menjadi 58%. Hal ini akan meningkat pada 2025 menjadi 79%. Hal ini munjukkan bahwa perkembangan kota atau wilayah di negara berkembang tumbuh sangat cepat. Hal ini bila tidak disertai manajemen yang benar dan terencana akan mengakibatkan hal-hal negatif, seperti tumbuh dan berkembangnya perumahan kumuh, kemiskinan, dan peningkatan tingkat kejahatan.

Permasalahan utama dalam pengembangan wilayah di negara berkembang ialah penyediaan perumahan, prasarana, dan jasa. Permasalahan tersebut antara lain harga tanah dan rumah yang relatif mahal, sukar menjangkau lembaga keuangan, penduduk miskin di kota kurang berpartisipasi dalam berbagai proyek perencanaan dan pelaksanaan perumahan, biaya yang tidak cukup dari pemerintah dalam program investasi, standar dan kode pembangunan kurang lentur, serta harga bahan bangunan yang mahal.

Permasalahan tersebut di atas perlu di kelola dengan manajemen kota yang baik. Manajemen tersebut meliputi penyediaan secara rutin dan pemeliharaan prasarana pekerjaan umum dan jasa, serta perencanaan dan pelaksanaan berbagai proyek pembangunan. Adapun Cheema menerangkan lima masalah penting dalam manajemen kota, yaitu pembiayaan kota, perumahan kota, jasa dan prasarana infrastruktur, sistem informasi perkotaan, sektor informal, serta kapasitas kelembagaan kota.

Usaha Pengembangan Wilayah di Indonesia

Hal yang harus diperhatikan dalam usaha pengembangan suatu wilayah, adalah harus selalu memperhitungkan mobilitas penduduknya. Misalnya gerakan penduduk dari rumah ke tempat bekerja, ke sekolah, ke pasar dan ke pusat-pusat pelayanan. Oleh karena itu, komponen pertama yang diperhitungkan, yaitu sarana pengangkutan dan jaringan jalan.

Dengan kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan, maka usaha pengembangan wilayahnya harus diprioritaskan dalam pembangunan sarana dan prasarana transportasi antarpulau, baik melalui sarana angkutan darat, air, maupun udara.

Dalam upaya pengembangan wilayah antarpulau, penyediaan pelayaran dan penerbangan merupakan prioritas yang terus dirintis. Pelayaran yang ada di Indonesia, antara lain pelayaran tanker, pelayaran samudra, pelayaran nusantara (pelayaran kapal kecil antarpulau, dan pelayaran fery antarpulau yang dekat). Sarana angkutan udara dalam pengembangan wilayah di Indonesia perannya semakin penting. Operasi penerbangan di Indonesia dapat digolongkan menjadi lima yaitu penerbangan teratur dan tetap pada rute tertentu, penerbangan yang tidak berkala, penerbangan pelengkap, penerbangan kerja seperti survey udara, dan keperluan umum seperti untuk pelatihan penerbangan dan olahraga.

Sektor lain yang harus dilakukan dalam upaya pengembangan wilayah adalah perencanaan penggunaan lahan yang berada di wilayah setempat. Penggunaan lahan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan wilayah, antara lain penyediaan jalur cagar atau jalur preservasi (zone of preservation), jalur lindung atau jalur konservasi (zone of conservation), dan jalur binaan atau jalur pembangunan (zone of development).

Faktor-faktor penting lainnya yang harus diperhatikan dalam pengembangan wilayah di Indonesia antara lain sebagai berikut. 1. Harus memperhatikan situasi globalisasi dan kebudayaan setempat.

Diantaranya sebagai berikut. a. Masalah-masalah sosial. Dalam pelaksanaannya, perencanaan ini akan memperhatikan perkembangan daerahdaerah buriloka (hinterland) yang menunjang kota dalam perencanaan kota dan wilayah. misalnya Kota Jakarta dengan Jabotabek. b. Masalah-masalah industri. Dalam pengembangan kawasan industri harus memperhatikan semua aspek termasuk fisik dan non fisiknya. c. Sektor pertanian dan rekreasi yang harus dikembangkan di desa-desa dengan sistem yang terpadu. 2. Merumuskan perencanaan wilayah secara berjenjang dan menyeluruh. Selain secara meyeluruh, Indonesia juga mengembangan wilayah berdasarkan pendekatan-pendekatan khusus, antara lain sebagai berikut :

a. Pengembangan wilayah berdasarkan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) tertentu. Di dalam DAS tersebut dilakukan pemanfaatan sungai, tanah, dan sumber daya alam lainnya secara terintegrasi. Dengan demikian, dapat dikembangkan pertanian, peternakan, perencanaannya dalam penanggulangan banjir dan erosi tanah.

b. Pengembangan wilayah pedesaan yang ditujukan untuk meningkatkan kehidupan sosial ekonomi penduduk pedesaan. Wujudnya dapat berupa pengembangan Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

c. Pengembangan wilayah menurut sistem perkotaan.

d. Pengembangan wilayah berdasarkan kutub-kutub pertumbuhan ( Growth pole).

e. Pengembangan wilayah berdasarkan konsep agropolitan, yaitu menyebarkan berbagai industri kecil di wilayah pedesaan dan pengembangan lahan rekreasi sehingga tumbuh beberapa kota yang berada di daerah pertanian ( agropolis).