Membangun Diri Seturut Teladan  Yesus

Membangun Diri Seturut Teladan Yesus

Membangun Diri Seturut Teladan Yesus

Pada umumnya tokoh idola adalah orang-orang
Pada umumnya tokoh idola adalah orang-orang

Remaja pada umumnya memiliki tokoh yang diidolakan dalam hidup. Pada umumnya tokoh idola adalah orang-orang yang terkenal, rupawan, dan berprestasi. Dengan memiliki tokoh idola, kita dapat menjadikan tokoh idola sebagai acuan dalam kehidupan. Tokoh idola dapat menjadi semacam inspirasi, motivasi dan pendorong semangat dalam setiap segi kehidupan. Bagaimana dengan Yesus? Apakah kita saat ini mengidolakan Yesus? Remaja SMP merupakan remaja yang masih mencari tokoh idola. Dengan pelajaran kita semakin mengenal Yesus secara lebih luas dan lebih mendalam, sehingga memungkinkan kita untuk menjadikan Yesus sebagai tokoh idola.

Doa

Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur kepadaMu, karena telah mengasihi kami dan memberi kesempatan kepada kami untuk mengenal Engkau dan Yesus Putera-Mu. Mohon terang dan bimbingan-Mu Bapa, agar pada hari ini kami dapat semakin mengenal Yesus Putera-Mu. Dengan semakin mengenal Putera-Mu, Kami dapat menjadikan-Nya sebagai idola kami dalam hidup sehari-hari. Demi Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin

1. Tokoh idola dalm masyarakat Lakukan dialog dengan teman dan atau guru untuk menemukan jawaban dari beberapa pertanyaan di bawah ini !

a. Siapakah tokoh idolamu? Mengapa memilihnya sebagai tokoh idola? ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

b. Apa yang kalian kagumi dari tokoh idolamu itu?

……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

c. Apa yang kalian lakukan untuk meneladani tokoh idolamu?

……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

Menemukan pribadi Yesus sebagai tokoh idola Lakukan beberapa kegiatan berikut ini!

a. Baca Alkitab. b. Temukan sikap/ sifat/ atau tindakan Yesus yang menurutmu luar biasa dan mengagumkan. c. Tulis berbagai sikap/ sifat/ atau tindakan Yesus yang luar biasa dan mengagumkan tersebut dalam lembar kertas laporan. d. Diskusikan hasil temuan itu dengan teman-temanmu. Bentuk kelompok, dan lakukan kegiatan sebagai berikut!

1. Baca dengan perlahan-lahan “Syahadat Kehidupan” berikut ini! ”Aku percaya akan Allah Sang Pencinta kehidupan, Allah yang senantiasa mencintai diriku tanpa syarat apapun, Allah yang selalu menginginkan diriku hidup dengan penuh kelimpahan Aku percaya akan Allah yang selalau mengampuni diriku serta membukakan masa depan bagiku, masa depan yang penuh kehidupan dan harapan. Aku percaya akan Allah yang selalu menyertai perjalanan hidupku, bersedia membantuku, menyembuhkan luka-luka dalam hidupku, menguatkan aku, menderita bersamaku, serta menjadi sahabatku yang terbaik. Aku percaya akan Allah yang hanya mengenal cinta dan kasih setia (compassion); Allah pencinta kehidupan dan selalu mengundang aku untuk memilih kehidupan tersebut. Dalam iman seperti ini, aku menemukan kebahagiaan dan rasa damai yang mendalam di dalam kehidupanku sekarang ini, maupun harapan akan kehidupan yang akan datang”

2. Buat suasana hening dalam kelompok dan secara pribadi renungkan kata demi kata “Syahadat Kehidupan” tersebut. 3. Tuliskan niatmu dalam membangun sikap-sikap yang akan diwujudkan untuk meneladan Yesus. 4. Sampaikan niat itu kepada temanmu dalam kelompok!

Tugas 1. Bagi kelas menjadi tiga kelompok dan setiap kelompok diminta untuk mendramakan salah satu perikop Kitab Suci: a. Mat 18:21-35; b. Luk 15:11-32; c. Mat 20:1-16. 2. Setelah kelompok mendramakan cerita dalam Kitab Suci, salah satu anggota kelompok menyampaikan makna atau pesan Kitab Suci yang didramakan oleh kelompok.

1. Refleksi dan Aksi

Sebagai orang yang mengimani Yesus, bukan hal yang salah jika kita mengidolakan Dia dalam hidup kita. Dia yang telah kita kenal melalui sabda dan perbuatan-Nya, dapat menjadi idola bagi kita semua. Sikap Yesus yang seperti apakah yang ingin kalian teladani? Apa saja usahamu untuk mewujudkan itu dalam hidup sehari-hari? Setelah mengikuti proses di atas, tuliskan hasil refleksi tersebut dalam buku catatanmu!

Doa Marilah kita mengakhiri kegiatan belajar kita dengan mengungkapkan doa bersama-sama! Yesus yang Mahabaik, Engkau adalah teladan kami dalam seluruh kehidupan ini. Kami bangga dan bersyukur, karena boleh percaya dan mengimani Engkau. Ajarlah kami ya Yesus, agar kami dapat meneladan-Mu. Ajarlah kami ya Yesus, agar kami mempu menjadi seperti-Mu, yang senantiasa mengasihi, senantiasa memperhatikan dan juga senantiasa mengampuni. Perkenankanlah kami menjadikan-Mu sosok idola bagi kami. Kami membuka diri, agar Engkau berkenan menjadi idola kami, yang memotivasi kami, yang mewarnai hidup kami, yang menginspirasi hidup kami serta mendorong kami untuk senantiasa hidup seturut kehendak-Mu. Engkau kami puji dan kami sembah ya Tuhan, kini dan sepanjang masa. Amin.

Glosarium

Ad Gentes Dokumen Konsili Vatikan II berisi Dekrit tentang Karya Misioner Gereja Berbelarasa turut merasakan nasib orang lain (solider/peduli) Citra rupa; gambar atau gambaran Doa sarana berkomunikasi dengan Allah Eskatologis berkaitan dengan akhir zaman seperti hari kiamat dan kebangkitan Gaudium et Spes Dokumen Konsili Vatikan II berisi Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa Ini Gereja persekutuan umat beriman yang percaya kepada Yesus Kristus Hak asasi hak-hak yang sifatnya mendasar Idola orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan Katekismus manual doktrin dalam bentuk tanya jawab untuk dihafalkan Kerajaan Allah suasana damai ketika Allah merajai atau menguasai hati kita Keunikan kekhususan atau keistimewaan Komplementer saling membutuhkan dan saling tergantung satu sama lain Masyarakat sekumpulan orang yang hidup bersama pada suatu tempat atau wilayah dengan ikatan aturan tertentu Mengampuni memaafkan dan tidak memperhitungkan lagi kesalahan orang lain Miskin dihadapan Allah pengakuan bahwa dirinya lemah atau tidak berdaya dan bersikap berserah diri sepenuhnya kepada Allah Murah hati suka (mudah) memberi; tidak pelit; penyayang dan pengasih; suka menolong; baik hati Glosarium 154 Kelas VII SMP Edisi Revisi Refleksi sebuah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar berupa penilaian tertulis maupun lisan (umumnya tulisan) oleh anak didik (siswa) kepada guru/dosen, berisi ungkapan kesan, pesan, harapan serta kritik membangun atas pembelajaran yang diterimanya. Sederajat memiliki martabat dan kedudukan yang sama tinggi Seks jenis kelamin Seksualitas ciri, sifat atau peranan seks Talenta pembawaan orang sejak lahir; bakat

Daftar Pustaka

Abineno, Dr., J.L.Ch. 2002. Seksualitas dan Pendidikan Seksualitas, Cet. ke- 6. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Agoeng, P. Noegroho S., Pr. 2008. Formasi Dasar Orang Muda untuk Remaja Setingkat SMP, Yogyakarta: Kanisius. Auer, Jim. 2002. Seks & Remaja Kristen, Yogyakarta, Kanisius. Bakker, A., SVD. 1988. Ajaran Iman Katolik 1 untuk Mahasiswa, Yogyakarta: Kanisius. Barry, William A., S.J. 2000. Menemukan Tuhan dalam Segala Sesuatu. Yogyakarta: Kanisius. Centi, Paul J. 2006. Mengapa Rendah Diri, Cetakan XIII. Yogyakarta: Kanisius. Chandra, Julius. 1994. Hidup Bersama Orang Lain, Cet. ke-11, Yogyakarta: Kanisius. Chandra Julius dan Rini Chandra. 2001. Melangkah ke Alam Kedewasaan. Cet. Ke-9, Yogyakarta: Kanisius. de Mello, Anthony, S.J. 2001. Hidup di Hadirat Allah, Cet. Ke-7, Yogyakarta: Kanisius. Dokumen Konsili Vatikan II. 2003. Cetakan VII. Jakarta: Obor. Ensiklopedi Populer Politik Pembangunan Pancasila Jilid III. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Hakenewerth, Quentin, SM. 1987. Ikutlah Panggilan Hidupmu, Jakarta: CLC. Handaya, Ben. 2001. Etiket dan Pergaulan. Cet. ke-17, Yogyakarta: Kanisus Hello, Yosef Marianus, S.Pd. 2004. Menjadi Keluarga Beriman, Yogyakarta: Pustaka Nusatama. Lanur, Alex, OFM. 2000. Menemukan Diri, Cet. ke-9, Yogyakarta: Kanisius. Katekismus Gereja Katolik. 1995. Ende: Arnoldus. Kieser, Bernard, S.J. Moral Dasar. Yogyakarta: Kanisius. Kirchberger, George dan Vincent de Ornay (Penyadur). 1999. Panggilan Keluarga Kristen. Jakarta: Penerbit LPBAJ dan Celesty Hieronika. Komkat KWI. 2004. Persekutuan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMP Kelas VII. Yogyakarta: Kanisius. Komkat KWI. 2010. Membangun Komunitas Murid Yesus, Buku Teks Pendidikan Agama Katolik untuk SMP Kelas VII, Yogyakarta, Kanisius. Komisi Waligereja Indonesia. 1996. Iman Katolik Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta: Kanisius. Lalu, Yosef, Pr. 2008. Percikan Kisah Anak Manusia, Jakarta: Komkat KWI. Leahy, Louis. 1997. Sains dan Agama dalam Konteks Zaman Ini, Yogyakarta: Kanisius. Mangunhardjana, A. M. 2002. Mengatasi Hambatan-Hambatan Kepribadian, Cet. 17, Yogyakarta: Kanisius. Martasudjita, E., Pr. 2000. Komunitas Peziarah, Sebuah Spiritualitas Hidup Bersama. Yogyakarta: Kanisius. Moi, Alberto A. Djono, O. Carm. 2003. Proses Aktualisasi Diri, Malang: Dioma. Powell, John. Mengapa Takut Mencinta. Jakarta: Cipta Loka Caraka. Rausch, Thomas P. 2001. Katolisisme-Teologi bagi Kaum Awam. Yogyakarta: Kanisius. Sanggar Talenta. 2005. Biarkan Kami Bicara tentang Sekolah dan Cita-cita, Seri Pustaka Remaja, cetakan IV, Yogyakarta: Kanisius. Soekanto, Soerjono, Prof. Dr. 1997. Remaja dan Masalah-Masalahnya. Cet. 7, Yogyakarta. Kanisius. Suherman, F. X., Pr. 2007. Allah Memberi Hidup Manusia Menghidupi, Yogyakarta, Pustaka Nusatama. Tari, Ignas, MSF. 2011. Cinta yang Membesarkan Hati, Cetakan II, Jakarta, Fidei Press. Tim Pembinaan Persiapan Berkeluarga DIY. 1981. Membangun Keluarga Kristiani. Yogyakarta: Kanisius. Tjahaja, Liria. 1999. Bertumbuh dan Beriman, Pendidikan Seksualitas untuk Peserta didik SLTP. Jakarta: Komkat & Kom-KK KAJ. Torney, John C. 2005. Only You can Make You Happy, Tips Praktis Hidup Bahagia. Yogyakarta: Kanisius. Valles, Carlos G. 2005. Courage to be Myself Berani Menjadi Diri Sendiri, Yogyakarta: Kanisius. Vallet, Robert E. 1989. Aku Mengembangkan Diriku, Jakarta: CLC. van Breemen, P. , S.J. 1983. Kupanggil Engkau dengan Namamu, Yogyakarta: Kanisius. Wicks, Robert J. 2002. Self-Care for Every Day, Kasihilah Dirimu dari Hari ke Hari. Yogyakarta: Kanisius.

Nilai-Nilai Dasar yang Diperjuangkan Yesus

Nilai-Nilai Dasar yang Diperjuangkan Yesus

Nilai-Nilai Dasar yang Diperjuangkan Yesus

Nilai-Nilai Dasar yang Diperjuangkan Yesus
Nilai-Nilai Dasar yang Diperjuangkan Yesus

Misi utama Yesus Kristus diutus Allah ke dunia adalah mewartakan dan mewujudkan Kerajaan Allah, yakni mewujudkan tatanan masyarakat di mana Allah merajai hidup manusia dan menaati-Nya, sehingga tercipta keadilan, perdamaian, kesederajatan antar manusia, pengampunan, kebahagiaan, kasih, dan sebagainya. Misi itu dilakukan oleh Yesus tidak hanya melalui kata-kata dan pengajaran, melainkan melalui tindakan nyata. Itu semua dilakukan bukan tanpa tantangan dan rintangan, baik dari pribadi orang-orang yang mendengarkan dan melihat pengajaran dan tindakan Yesus, tetapi juga dari pejabat agama dan penguasa pemerintahan.

Dalam Bab ini, kamu akan diajak untuk mendalami beberapa nilai dasar yang diperjuangkan Beberapa nilai itu adalah tentang mengasihi, kebahagiaan, dan kebebasan sebagai anak-anak Allah. Kamu diharapkan mampu meneladani dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu dapat menerapkannya dalam masyarakat, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik. Dalam Bab ini akan dibahas mengenai A. Kebebasan Anak-anak Allah B. Sabda Bahagia C. Kasih yang tidak Membedakan D. Membangun Diri Seturut Teladan Yesus

Kebebasan Anak-anak Allah

Pada hakikatnya kebebasan sudah melekat pada diri manusia sejak manusia ada. Karena melekat itulah maka kebebasan sering dipandang dan diletakkan sebagai hak asasi. Kebebasan itu pula yang memberi kekhasan pada manusia sebagai citra Allah yang lebih luhur martabatnya dibandingkan ciptaan Tuhan lainnya. Namun sayang, kebebasan yang telah diberikan Allah itu dalam kenyataannya seringkali dipahami dan dipraktekkan secara salah dan kurang bertanggung jawab. Sebagian remaja menafsirkan kebebasan sebagai tindakan sebebas-bebasnya tanpa terikat pada aturan-aturan atau norma yang berasal dari negara, agama, kebudayaan atau masyarakat.

Aturan yang semula merupakan rambu-rambu untuk sarana agar kebebasan dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab, dipandang sebagai penghambat. Kebebasan semacam itu dapat merusak ketenteraman dan kedamaian bagi manusia dan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Pada pelajaran kali ini, kalian akan mendalami makna kebebasan manusia, khususnya kebebasan sebagai anak-anak Allah.

Doa

Yesus yang Maha Baik, Dengan sengsara dan wafat-Mu, Engkau telah membebaskan kami. Engkau telah menjadikan kami anak-anak-Mu yang merdeka. Kini berilah kami rahmat-Mu, agar dengan kemerdekaan kami, kami mampu untuk memahami kehendak-Mu, melalui sabda-Mu yang kami dalami bersama pada hari ini. Kami berserah kepada-Mu ya Yesus, Kini dan sepanjang masa. Amin.

Pengalaman Kebebasan dalam Hidup Sehari – hari

Kalian mungkin pernah merasakan bagaimana rasanya hidup dalam kebebasan, tetapi kadang-kadang juga merasakan hidup dalam keadaan tidak bebas.

Ingat kembali pengalaman saat kamu pernah merasa bebas dan pengalaman saat kamu merasa tidak bebas, kemudian tuliskan pengalaman tersebut secara singkat seperti dalam kolom berikut ini pada buku catatanmu!

a. Setelah kalian mengisi kolom pengalaman merasa bebas dan pengalaman merasa tidak bebas, komunikasikan pengalamanmu tersebut kepada temantemanmu! b. Kemudian buatlah daftar pertanyaan terhadap hal-hal yang belum kamu pahami tentang kebebasan! c. Bahaslah pertanyaan-pertanyaan tersebut bersama dengan teman-teman dan guru!

Pandangan Gereja tentang Makna Kebebasan

Baca dan pahami kutipan dokumen Gaudium et Spes art 17 dan kutipan Kitab Suci berikut!

Keluhuran kebebasan (Gaudium et Spes art. 17) Adapun manusia hanya dapat berpaling kepada kebaikan bila ia bebas. Kebebasan itu oleh orang-orang zaman sekarang sangat dihargai serta dicari penuh semangat, dan memang tepatlah begitu. Tetapi sering pula orang-orang mendukung kebebasan deng-an cara yang salah, dan mengartikannya sebagai kesewenang-wenangan untuk berbuat apa pun sesuka hatinya, juga kejahatan. Sedangkan kebebasan yang sejati merupakan tanda yang mulia gambar Allah dalam diri manusia.

Sebab Allah bermaksud menyerahkan manusia kepada keputusannya sendiri[19], supaya ia dengan sukarela mencari Penciptanya, dan dengan mengabdi kepada-Nya secara bebas mencapai kesempurnaan sepenuhnya yang membahagiakan. Maka martabat manusia menuntut, supaya ia bertindak menurut pilihannya yang sadar dan bebas, artinya: digerakkan dan didorong secara pribadi dari dalam, dan bukan karena rangsangan hati yang buta, atau semata-mata paksaan dari luar. Adapun manusia mencapai martabat itu, bila ia membebaskan diri dari segala penawanan nafsu-nafsu, mengejar tujuannya dengan secara bebas memilih apa yang baik, serta dengan tepat-guna dan jerih-payah yang tekun mengusahakan sarana-sarananya yang memadai. Kebebasan manusia terluka oleh dosa; maka hanya berkat bantuan rahmat Allah mampu mewujudkan secara konkret nyata arah-gerak hatinya kepada Allah. Adapun setiap orang harus mempertanggungjawabkan perihidupnya sendiri di hadapan takhta pengadilan Allah, sesuai dengan perbuatannya yang baik maupun yang jahat[20].

Jawab pertanyaan berikut ini ke dalam buku catatanmu!

a. Apa makna kebebasan menurut dokumen Gaudium et Spes tersebut? ………………………………………………………………………………………………………..

b. Apa kebebasan yang dimiliki manusia berdasar dokumen tadi? Agar dapat saling melengkapi, komunikasikan jawabanmu dengan temantemanmu!

(Gal 5: 1. 13-15) 1

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu, berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. 13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu menggunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri!” 15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Cobalah mendalami isi Kitab Suci tadi dengan menjawab pertanyaan berikut ini dengan berdiskusi dalam kelompok kecil!

a. Kapan dan dalam peristiwa apa kita sudah dimerdekakan oleh Kristus? ……………………………………………………………………………………………………….

b. Berdasarkan bacaan tadi untuk apa kebebasan yang kita miliki itu? ……………………………………………………………………………………………………….

Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasilnya, dan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar.

Refleksi dan Aksi

Sejak dari manusia pertama, Adam dan Hawa, manusia mendambakan suatu kebebasan. Allahpun menciptakan manusia dengan diberikan suatu kebebasan. Namun demikian apakah kita sudah menggunakan kebebasan itu dengan penuh tanggung jawab? Apa makna kebebasan berdasarkan pelajaran hari ini? Bagaimana kalian dapat mengusahakan kebebasan yang bertanggung jawab? Dalam suasana hening tuliskan hasil refleksimu di buku catatan kalian! Doa Mari kita mengakhiri kegiatan belajar dengan mengungkapkan doa bersama-sama! Bapa, yang Mahakasih, hari ini, Engkau telah menyadarkan kami, bahwa karena wafat dan kebangkitan-Mu, kami telah Kau jadikan anak-anak-Mu yang memiliki kemerdekaan. Engkau telah merdekakan kami dari berbagai belenggu dosa. Bimbinglah kami Bapa, agar dapat bertindak dan berperilaku secara bertanggung jawab, sebagai wujud syukur kami atas kebebasan yang telah Kau anugerahkan. Demi Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.

Sabda Bahagia

Semua orang, baik dewasa maupun anak-anak, pasti menginginkan hidup yang bahagia. Tetapi kebahagiaan sering diartikan dan diukur secara berbeda oleh setiap orang. Ada orang yang menganggap dirinya berbahagia bila punya uang, dapat makan enak, atau punya pasangan yang baik, atau mempunyai kedudukan dan pendidikan yang tinggi, kesehatan yang prima, dan penampilan yang bagus dan sebagainya. Ada orang yang merasa bahagia walaupun dirinya berkekurangan tetapi dapat saling mengasihi dan hidup rukun bersama keluarga dan tetangga. Yesus mewartakan tentang makna kebahagiaan melalui khotbahnya yang disebut Delapan Sabda Bahagia. Apa makna kebahagiaan yang ada di dalam kedelapan sabda bahagia itu? Bagaimana kamu dapat menghayati sabda bahagia itu? Kamu akan mendapatkan jawabannya dalam pelajaran ini.

Doa Bapa sumber kebahagiaan setiap insan, Puji dan syukur kami haturkan ke hadirat-Mu, atas berkat dan rahmat-Mu kepada kami hingga saat ini. Mohon berkat-Mu untuk hari ini, agar kami mampu untuk mengikuti kegiatan belajar hari ini dengan baik, sehingga kami dapat memahami kehendak-Mu melalui sabda Bahagia yang diwartakan Yesus kepada kami. Engkau kami puji ya Bapa, Kini dan sepanjang masa. Amin

Pandangan dan Penghayatan Kebahagiaan

Paham seseorang tentang makna kebahagiaan langsung atau tidak langsung akan berpengaruh pada sikap dan tindakan dalam hidup sehari-hari. Diskusikan bersama teman-temanmu, apa ukuran seseorang dapat menyebut dirinya berbahagia? Sikap atau tindakan apa dalam hidupnya jika ia memahami kebahagiaan seperti itu ? Kemudian setelah selesai berdiskusi komunikasikanlah hasilnya dengan teman-temanmu!

Ajaran Yesus tentang Sabda Bahagia

Baca kutipan Mat 5:1-12 berikut ini!

1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.

2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

“3 Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

4 Berbahagialah orang yang berduka cita, karena mereka akan dihibur.

5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memperoleh di bumi, apa yang dijanjikan Allah.

6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

12 Bersuka cita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

 

Yesus Memperjuangkan Kesetaraan Gender

Yesus Memperjuangkan Kesetaraan Gender

Yesus Memperjuangkan Kesetaraan Gender

Yesus Memperjuangkan Kesetaraan Gender
Yesus Memperjuangkan Kesetaraan Gender

Baca teks Kitab Suci berikut ini secara perlahan-lahan sambil membayangkan seolah-olah kamu ada dalam peristiwa itu dan menjadi salah satu tokoh dalam peristiwa itu! Yohanes 8:2-11 2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka 3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah 4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah 5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” 6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah 7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya 10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” 11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.

Setelah selesai membacakan Kitab Suci. Jawab beberapa pertanyaan berikut ini! 1. Identifikasikan tokoh-tokoh yang ada dalam satu bacaan tersebut ! 2. Pilih salah satu tokoh ! 3. Bayangkan kamu yang menjadi tokoh tersebut dan kamu hadir dalam peristiwa tersebut ! 4. Ungkapkanlah bagaimana perasaanmu !

Refleksi dan Aksi

Setelah mengikuti proses di atas, sekarang saatnya hening untuk berefleksi, lalu tulislah hasil refleksi tersebut di bagian berikut ini!

Gagasan penting yang saya temukan dalam pelajaran ini

……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

Hal yang ingin saya biasakan dalam kehidupan sehari-hari

……………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

Doa

Mari kita mengakhiri kegiatan belajar kita dengan mengungkapkan doa bersama-sama! Bapa yang Mahabaik, kembali kami menghaturkan puji syukur dan terima kasih kepada-Mu. Engkau telah menyertai kami dalam kegiatan belajar kami, Engkau telah menyadarkan kami akan usaha Yesus dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Ajarlah kami untuk dapat meneladan sikap Yesus, Ajarlah kami untuk dapat mengusahakan kesetaraan diantara kami, Ajarlah kami untuk senantiasa menghargai sesama kami sebagai pribadi yang utuh, Ajarlah kami untuk tidak lekas memvonis kesalahan sesama kami, Ajarlah kami untuk tidak mudah menghakimi sesama kami, Ajarlah kami untuk berani mengusahakan kesetaraan gender seperti yang telah diteladankan Yesus kepada kami. Engkau kami puji ya Bapa, kini dan sepanjang masa. Amin

Yesus Peduli terhadap Penderitaan Manusia

Di dalam kehidupan sehari-hari, ternyata untuk berbuat baik tidak selalu mudah, sering ada hambatan, entah dari diri sendiri, maupun dari orang lain. Akibatnya, hal ini membuat orang menjadi bersikap tidak peduli/acuh tak acuh terhadap sekitarnya karena tidak ingin direpotkan dengan berbagai hal termasuk tidak peduli pada sesamanya yang menderita. Akhirnya banyak keprihatinan dalam masayarakat disebabkan oleh sikap tidak peduli warga masyarakat terhadap sesama dan lingkungannya.Sikap kurang peduli lebih banyak disebabkan oleh sikap egois, yakni ketika seseorang tidak lagi memikirkan nasib sesamanya dan lebih memikirkan dan mementingkan diri sendiri. Sikap peduli terhadap sesama tidak mungkin tumbuh dengan sendirinya tanpa membiasakan diri. Kebiasaan itu perlu dipupuk sejak dalam keluarga, sekolah, dan akhirnya dalam masyarakat.

Pada pelajaran kali ini, kita akan belajar untuk menemukan manfaat sikap peduli terhadap sesama, terlebih yang menderita sehingga tercipta masyarakat yang diinginkan bersama sekaligus mendorong kita untuk mengembangkan sikap peduli terhadap sesama, terutama yang menderita, dalam kehidupan sehari-hari.

Doa

Ya Yesus yang baik, Kami bersyukur kepada-Mu, atas segala kebaikan-Mu. Hadirlah ditengah-tengah kami, hari ini, agar kami mampu untuk menangkap dan memahami kehendak-Mu, agar kami dapat meneladan sikap baik-Mu terhadap sesama. Bukalah hati dan pikiran kami ya Yesus, sehingga kami dapat memahami kehendak-Mu. Terpujilah Engkau ya Yesus yang baik, Kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Pengalaman Kepedulian terhadap Sesama

• Coba kalian mengingat kembali satu pengalaman di mana kalian pernah peduli dan menolong sesama atau saudara yang mengalami kesusahan atau penderitaan, dan tuliskan secara singkat dalam buku catatanmu! • Setelah itu bagi pengalamanmu kepada teman-teman dalam kelompok secara bergantian. • Setelah selesai, diskusikan dalam kelompok tentang ciri-ciri orang yang peduli dan tidak peduli, dengan mengisi seperti kolom berikut ini dalam buku catatanmu!

Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasilnya, dan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar.

Belajar dari Yesus yang Peduli

Pada dasarnya seluruh isi Kitab Suci menceritakan tindakan Allah yang peduli terhadap nasib manusia dan berusaha melakukan berbagai upaya agar manusia dapat hidup bahagia. Secara khusus, Perjanjian Baru banyak menampilkan sikap dan tindakan Yesus yang peduli terhadap sesamanya.

Lakukan studi pustaka untuk mencari dan menemukan perikop yang menceritakan peristiwa dibawah ini: a. Yesus menyembuhkan orang lumpuh b. Yesus menyembuhkan orang buta c. Yesus menghidupkan Lazarus d. Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan setan Berdasarkan perikop yang sudah ditemukan itu, jawab pertanyaan berikut ini! a. Mengapa Yesus mau peduli pada mereka yang menderita? b. Apa pesan yang kamu petik dari kisah Yesus yang peduli pada orang yang menderita itu? c. Peristiwa apalagi yang dilakukan Yesus yang menunjukkan sikapNya yang peduli pada penderitaan sesama? d. Apa yang dapat kita lakukan untuk meneladan sikap Yesus dalam kehidupan di tengah masyarakat kita?

Refleksi dan Aksi

Sikap peduli adalah merupakan tuntutan dari seorang pengikut Kristus. Dalam firman-Nya, Yesus menyampaikan “Apa yang kamu lakukan terhadap saudaraKu yang paling hina ini, itu kau lakukan kepada-Ku” Sungguh! Yesus menghendaki agar kita peduli pada penderitaan sesama kita. Siapa sajakah yang menurutmu orang yang menderita? Bagaimana sikap Yesus terhadap orang yang menderita? Apa yang kalian dapat dari keteladanan Yesus itu? Kebiasaan seperti apa yang akan kalian lakukan sebagai bentuk penghayatan dan perwujudan atas kepedulian kita pada sesama yang menderita?

Setelah mengikuti proses di atas, sekarang saatnya untuk menuliskan hasil refleksi tersebut dalam buku catatanmu!

Doa Marilah kita mengakhiri kegiatan belajar kita dengan mengungkapkan doa dengan bersama-sama menyanyikan lagu berikut ini!

Allah Peduli Banyak perkara Yang tak dapat ku mengerti Mengapakah harus terjadi Di dalam kehidupan ini Satu perkara Yang kusimpan dalam hati Tiada satu pun ‘kan terjadi Tanpa Allah peduli Allah mengerti Allah peduli Segala persoalan yang kita hadapi Tak akan pernah dibiarkan-Nya Ku bergumul sendiri S’bab Allah mengerti

Misi utama Yesus Kristus diutus Allah ke dunia adalah mewartakan dan mewujudkan Kerajaan Allah, yakni mewujudkan tatanan masyarakat di mana Allah merajai hidup manusia dan menaati-Nya, sehingga tercipta keadilan, perdamaian, kesederajatan antar manusia, pengampunan, kebahagiaan, kasih, dan sebagainya. Misi itu dilakukan oleh Yesus tidak hanya melalui kata-kata dan pengajaran, melainkan melalui tindakan nyata. Itu semua dilakukan bukan tanpa tantangan dan rintangan, baik dari pribadi orang-orang yang mendengarkan dan melihat pengajaran dan tindakan Yesus, tetapi juga dari pejabat agama dan penguasa pemerintahan. Dalam Bab ini, kamu akan diajak untuk mendalami beberapa nilai dasar yang diperjuangkan Beberapa nilai itu adalah tentang mengasihi, kebahagiaan, dan kebebasan sebagai anak-anak Allah. Kamu diharapkan mampu meneladani dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu dapat menerapkannya dalam masyarakat, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik. Dalam Bab ini akan dibahas mengenai A. Kebebasan Anak-anak Allah B. Sabda Bahagia C. Kasih yang tidak Membedakan D. Membangun Diri Seturut Teladan Yesus

Pada hakikatnya kebebasan sudah melekat pada diri manusia sejak manusia ada. Karena melekat itulah maka kebebasan sering dipandang dan diletakkan sebagai hak asasi. Kebebasan itu pula yang memberi kekhasan pada manusia sebagai citra Allah yang lebih luhur martabatnya dibandingkan ciptaan Tuhan lainnya. Namun sayang, kebebasan yang telah diberikan Allah itu dalam kenyataannya seringkali dipahami dan dipraktekkan secara salah dan kurang bertanggung jawab. Sebagian remaja menafsirkan kebebasan sebagai tindakan sebebas-bebasnya tanpa terikat pada aturan-aturan atau norma yang berasal dari negara, agama, kebudayaan atau masyarakat. Aturan yang semula merupakan rambu-rambu untuk sarana agar kebebasan dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab, dipandang sebagai penghambat. Kebebasan semacam itu dapat merusak ketenteraman dan kedamaian bagi manusia dan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Pada pelajaran kali ini, kalian akan mendalami makna kebebasan manusia, khususnya kebebasan sebagai anak-anak Allah.